PROPOSAL PENELITIAN OPSI

 
Menelusuri Sejarah Pasar Batubassi Pasar Pakalu Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros                                         Propinsi Sulawesi Selatan

 

 
PASAR PAKALU(Nama Tim Peneliti)

 

 
 
 (ISH)

 

 

 

SMA PGRI BANTIMURUNG

 

 

 

Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan

 

 

 

Tahun 2022

 

 

 

 

BAB 1. PENDAHULUAN

 

 

LATAR BELAKANG

            Pada pelajaran sosiologi kami pernah belajar tentang proposal penelitian sosial. Waktu itu guru kamii pak Ibnu Muslim, S Pd, M Pd menjelaskan dan memberi tugas tentang proposal penelitian sosial. Kebetulan yang menjadi obyek pelajaran pada saat itu adalah Pasar Pakalu yang sering juga orang menyebut Pasar Batubassi. Ini dari kutipan /catatan mengenai proposal penelitian sosial tersebut. Mengapa Pasar Pakalu disebut juga pasar Batubassi ?  Kegiatan pasar ini hanya setiap hari selasa, jumat dan minggu, sedangkan hari-hari yang lain sepi. Kapan Pasar Batubassi pindah ke Pakalu menjadi Pasar Pakalu ? Siapakah yang memindahkan sampai sekarang kita juga tidak tahu ? .Mengapa di pindahkan, kita juga tidak tahu ? Bagaimana cara memindahkan pasar tersebut ? Berapa luas Pasar Batubassi yang dahulu itu ? Berapa luas Pasar Pakalu yang kita gunakan sekarang ?

     Berapa kira -kira pengunjung Pasar Batubassi yang dahulu dipakai masyarakat ? Berapa pengungjung Pasar Pakalu setiap hari  selasa ? Berapa banyak pengungjung Pasar Pakalu setiap hari jum'at ? Demikian pula berapa banyak pengunjung Pasar Pakalu setiap hari minggu ? Ada berapa kios tempat jualan di Pasar Batubassi jaman dahulu ? Apa saja yang di jual di Pasar Batubassi pada zaman dahulu ? Apa saja yang dijual di Pasar Pakalu yang sekarang ini ?

        Berapa jumlah motor pengunjung di Pasar Batubassi zaman dahulu ? Berapa jumlah motor pengunjung di Pasar Pakalu sekarang ? Berapa jumlah mobil pengunjung di Pasar Batubassi zaman dahulu ? . Berapa jumlah uang parkir Pasar Pakalu dan berapa kira-kira di Pasar Batubassi yang dahulu ? Apakah ada pajak penghuni pasar dahulu dan sekarang ? Bagaimana kondisi bangunan pasar Batubassi zaman dahulu ? Bagaimana kondisi bangunan Pasar Pakalu yang  sekarang ?

        Siapa pengelola Pasar Pakalu jaman dahulu dan sekarang ? Siapakah pemilik tanah Pasar Batubassi dahulu dan Pasar  Pakalu yang sekarang ? Inilah sejumlah pertanyaan yang ingin kami cari jawabannya. Oleh karena itu kami ingin melakukan penelitian dengan judul :"Menelusuri Sejarah Pasar Batubassi, Pasar Pakalu Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan"

        Data yang penulis temukan saat ini yaitu data yang diperoleh dari mulut ke mulut bahwa dahulu Pasar Batubassi konon katanya bertempat di dusun Batubassi. Tempatnya bisa didapat dengan cara menelusuri jalan / lorong sebelah barat Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Bantimurung di Pakalu. Dari jalan poros Bantimurung- Maros melalui lorong itu ke sebelah selatan kurang lebih 800m dengan menyebrang sungai. Benarkah data ini ? Diperoleh juga kabar bahwa dalam perkembangannya Pasar Batubassi itu pindah ke Pakalu yakni tempatnya di Polsek Bantimurung (sebelah timur BRI) setelah itu baru pindah lagi ke sebelah barat Kodim 1433 sampai sekarang. 

    Oleh karena itu di depan Pasar Pakalu itu terdapat papan informasi bahwa tanah Pasar Pakalu milik Kodam VII Wirabuana. Karenanya itu maka sekarang ada beberapa keluhan dari penghuni pasar bahwa bangunannya tidak terawat, banyak yang rusak. Mereka telah meminta permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Maros untuk segera diperbaiki lapak-lapak / kios yang mereka tempati berjualan. Namun sampai saat ini belum ada juga realisasinya

 

              RUMUSAN MASALAH

Dapatkah pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dicari jawabannya dengan menelusuri sejarah Pasar Batubassi, Pasar Pakalu Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan ?

              TUJUAN PENELITIAN

Menulis sejarah Pasar Batubassi dan Pasar Pakalu Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan. Sehingga dapat memberikan kontribusi kepada pihak terkait untuk penyelesaian masalahnya.

              HIPOTESIS

               

 Dengan menelusuri sejarah Pasar Batubassi Pasar Pakalu Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung Propinsi Sulawesi Selatan maka dapat memberikan kontribusi  permasalahan rehabilitasi pasar tersebut.

 

              MANFAAT PENELITIAN

 Semoga tulisan sejarah Pasar Batubassi dan Pasar Pakalu dapat bermanfaat kepada :

                     a. Penulis sendiri sebagai latihan membuat karya ilmiah

b. Pembaca khususnya masyarakat Pakalu dan sekitarnya termasuk pengunjung        pasar dan penjual  di  pasar.

c. Pengelola pasar (Pemerintah Kabupaten Maros dan Kodim 1422 Maros)    guna mengambil  kebijakan dimasa mendatang.

               

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

.1. Pasar Batubassi

            Jenetaesa adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Simbang Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan Indonesia dahulu masih bergabung di Kecamatan Bantimurung. . Desa Jenetaesa berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swakarsa. Desa Jenetaesa memiliki luas 1008 km2  dan jumlah penduduk sebanyak 4019 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 398,71 jiwa/km2 tahun 2017. Pusat pemerintahannya berada di dusun Batubassi. Aktifitas ekonomi Jenetaesa digerakkan oleh sektor pertanian.

            Pemerintahan, pembagian wilayah administrasi Desa Jenetaesa memiliki empat wilayah pembagian administrasi daerah tingkat v berupa dusun sebagai berikut : dusun Bantimurung, dusun Batubassi, dusun Bontolabbu dan dusun Tanadidi.                                                                      

(sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Jenetaesa,_Simbang,_Maros)

2. Pasar Pakalu

 

a. Pasar Pakalu Bantimurung Milik Kodam VII Wirabuana, Pedagang Minta          Direhabilitasi.

 

Maros - Pasar Pakalu yang berada di Kecamatan Bantimurung Maros, tepatnya pada jalan Poros Bantimurung dengan luas lahan pasar sekitar satu hektare, dan jumlah lapak, los, dan toko ada sekitar 500. Pasar ini  aktif setiap hari Selasa, Jum'at, dan Minggu. Banyaknya orang yang datang dari pelosok Bantimurung dan sekitarnya, entah sebagai pedagang maupun pembeli ikut meramaikan pasar tersebut.

Meski lokasi pasar ini berada di pinggir jalan tapi bisa dikatakan sangat aman karena lokasinya berdekatan dengan Polsek Bantimurung dan Kantor Koramil, serta SMAN 4 Bantimurung. Namun rasa aman tersebut kini sirna berganti menjadi keresahan dan ketidaknyamanan para pedagang terkait masalah rehabilitasi pasar, yang ternyata lokasi pasar tersebut tanah milik Komando Daerah Militer VII Wirabuana.

Banyaknya pedagang yang mengeluhkan lapak, los, dan toko, yang mereka pakai untuk menjual seakan sudah tidak layak, di tambah dengan kondisi pasar yang tidak terawat. Ungkap Hj. Rami, salah seorang pedagang beras di pasar Pakalu Maros. "Meskipun tempat penjualan saya dengan kondisi pasar seperti ini, namun saya tetap bertahan demi mencari sesuap nasi" kata Hj.Rami,  Minggu (26/03/2017).

Untuk saat ini para pedagang hanya bisa bersabar menunggu kepastian tentang status lahan tersebut, dan agar kiranya segera mendapat persetujuan untuk rehabilitasi pasar Pakalu (*). 

(Sumber : https://www.terkininews.com/2017/03/26/Pasar-Pakalu-Bantimurung-Milik-Kodam-VII-Wirabuana-Pedagang-Minta-Direhabilitasi.html).

b. Polemik Pasar Pakalu. Lahan Dikuasai Kodim Bikin Chaidir Syam dan             DPRD Maros Bertindak.

 

            Sudah puluhan tahun Pasar Pakalu, Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung Maros Sulawesi Selatan, tak pernah diperbaiki. Padahal kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Beberapa tahun lalu pasar tersebut juga pernah kebakaran. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, belum pernah memperbaikinya.

            Selama 10 tahun Hatta Rahman menjabat sebagai Bupati Maros, pasar satu-satunya di Kecamatan Bantimurung tersebut tak pernah direnovasi. Padahal sebelum diganti oleh Chaidir Syam sebagai bupati, Hatta Rahman gencarkan pembangunan pasar. Namun Bantimurung tak dapat jatah. Meski kondisi pasar sudah sangat memprihatinkan, namun sejumlah pedagang memilih bertahan. 

            Pedagang beralasan, belum ada pasar baru yang dibangun pemerintah. Bupati Maros sebelumnya tak membangun Pasar Pakalu, karena lahan tersebut diklaim oleh Kodim 1422 Maros. Kini pedagang pasar Pakalu, kembali memperjuangkan supaya kondisinya diperhatikan pemerintah. Mereka datang ke kantor Bupati Maros untuk menemui Chaidir Syam , pada kamis 22 Juli 2021 kemarin. (Sumber :https://makassar.tribunnews.com/2021/07/23/polemik-pasar-pakalu-lahan-dikuasai-kodim-bikin-chaidir-syam-dan-dprd-maros-bertindak?page=2)

 

 

BAB 3. METODE PENELITIAN

 

1. Tempat Penelitian 

 

            Penelitian direncanakan bertempat di dua lokasi yakni di dusun Batubassi  Desa Jenetaesa Kecamatan Simbang (tempat yang dahulu diduga sebagai Pasar Batubassi dan di Pasar Pakalu Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan. Jarak dusun Batubassi dengan Pasar Pakalu kurang lebih 1 km.

 

2. Waktu Penelitian

 

            Waktu penelitian direncanakan pada bulan Maret - Agustus 2022.

 

              3. Sumber Data, Alat, dan Bahan

            Dengan melakukan kunjungan ke tempat (bekas Pasar Batubassi, ke Pasar Pakalu, ke Kantor Bupati Maros dan ke Kodim 1422 Maros) dan ke rumah orang-orang yang dahulu diduga pernah ke Pasar Batubassi maka akan mendapatkan sejumlah data.  Data yang akan diperoleh antara lain : a. foto bekas Pasar Batubassi, b. Keterangan mengenai Pasar Batubassi, c. Foto Pasar Pakalu ( foto Los pasar, pajak pasar, banyaknya penjual dan banyaknya pembeli, aspirasi pedagang dan pembeli), d. Informasi tentang rencana pembangunan Pasar Pakalu oleh Pemerintah Kabupaten  Maros, e. Informasi tentang pelepasan aset pasar dari Kodim 1422 Maros, dan lain-lainnya. Adapun alat yang digunakan antara lain : a. handphone, laptop (komputer, printer), meteran. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain : a. Kertas, b. polpen.

 

              4. Metode Pemerolehan Data

            Peneliti berusaha mendatangi masyarakat yang diduga mengetahui seluk beluk Pasar Batubassi sebelum pindah di Kampung Pakalu menjadi Pasar Pakalu minimal 3 orang responden. Kemudian peneliti mendatangi lokasi bekas Pasar Batubassi sesuai keterangan responden. Dengan menggunakan HP bekas Pasar batubassi diabadikan, diukur luas lahannya, lalu dicari pemanfaatan lahan tersebutt. Siapa pemilik lahan tersebut sekarang ini.

            Untuk data Pasar Pakalu peneliti akan datang ke lokasi Pasar Pakalu Peneliti aan mengukur luas lahan, menghitung banyaknya los, lapak-lapak tempat jualan dan mengabadikannya menggunakan HP. Melakukan wawancara dengan sejumlah pedagang dan pembeli menggunakan instrumen yang peneliti persiapan atas petunjuk pembimbing. Selain itu mengamati kondisi los, lapak-lapak tempat jualan mereka. Peneliti juga akan bertanya tentang apa keluhan dan saran-saran dari para pembeli dan penjual.

            Untuk mengetahui perkembangan pasar peneliti juga akan mengamati apa saja yang mereka jual. Selain itu juga kebutuhan apa yang belum ada di pasar itu yang ingin dibeli oleh para calon pembeli/pengnjung pasar. Peneliti juga akan menanyakan pajak kontribusi penjual dan pembeli pada pengelola pasar. Setelah data-data itu terkumpul maka penelitia akan datang ke Kodim dalam rangka mengetahui apa masalahnya jika pasar itu dibangun, apa persyaratannya.

            Setelah data itu terkumpul peneliti akan berusaha memperoleh data tentang penjelasan dari Pemerintah Kabupaten Maros tentang upaya pembangunan Pasar Pakalu. Apa kendalanya sehingga sampai saat ini Pasar Pakalu belum bisa direhabilitasi seperti pasar-pasar yang lainnya. Dengan memberikan data dari kodim maka diharapkan ada kesepakatan tentang rehabilitasi Pasar Pakalu.

 

                                           5. Metode Pengolahan dan Analisis Data (12 pt)

            Data berupa foto dibuat tabel dua kolom dan beberapa baris sesuai kebutuhan. Baris yang ganjil untuk foto dan yang genap untuk penjelasan foto. Contohnya sebagai berikut :

 

 

 

 

 

Gambar 1 .Foto…….

 

 

 

 

 

 

            Data hasil wawancara dengan masyarakat, pembeli, penjual, Kodim, dan Pemerintah Kabupaten Maros yang ditulis pada intrumen wawancara ditulis dan dideskripsikan berupa narasi kalimat sehingga dapat digunakan oleh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah. Sehingga penelusuran sejarah Pasar batubassi dan Pasar Pakalu yang sudah dinarasikan menjadi bacaan yang membantu usaha pedagang, pembeli, masyarakat, Kodim dan Pemerintah Kabupaten Maros dalam kegiatan pelaksanaan tugasnya.

 

REFERENSI

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Jenetaesa,_Simbang,_Maros

 

https://www.terkininews.com/2017/03/26/Pasar-Pakalu-Bantimurung-Milik-Kodam-VII-Wirabuana-Pedagang-Minta-Direhabilitasi.html).

https://makassar.tribunnews.com/2021/07/23/polemik-pasar-pakalu-lahan-dikuasai-kodim-bikin-chaidir-syam-dan-dprd-maros-bertindak?page=2)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Materi Rapat 8 Mei 2024 Persiapan Evaluasi Akhir Semester Genap 2023/2024 SMAS PGRI Bantimurung

Materi Rapat Pemantapan Tugas dan Sosialisasi Metode Hybrid Learning SMAS PGRI Bantimurung