Resume 30 Pelatihan Belajar Menulis
Mengelola Taman Bacaan
Oleh : Ibnu Muslim

Moderator        : Rosminiyati
Narasumber     : Bambang Purwanto, S Kom, Gr

Pertemuan ke-30 pelatihan belajar menulis dilaksanakan jumat 25 maret 2022 dimulai tepat pukul 19.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB. Kegiatan dipandu oleh Ibu Rosminiyati dengan narasumber Bapak Bambang Purwanto, S Kom, Gr. Kegiatan ini menggunakan media WA grup belajar menulis 24. Berikut ini adalah kutipan tulisan atau petuah dari moderator, narasumber dan tanya jawab yang dituliskan peserta belajar menulis gelombang 23-24.
    "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam Bapak/Ibu guru hebat, pejuang literasi se-Nusantara yang sebentar lagi menjadi alumni BM PGRI gelombang 23 dan 24. Saya salut dengan semangat Bapak/Ibu yang luar biasa hingga  pertemuan terakhir ini. Setelah 29 pertemuan berlalu, tentunya sudah banyak ilmu yang Bapak/Ibu rekam dan  praktikkan secara langsung, baik dalam hal penulisan maupun gerakan literasi secara umum.

    Untuk mengenal Narasumber yang sangat produktif dengan se gudang prestasi dan aktivitas, sekaligus terkenal juga dengan panggilan Mario Teduh ini, yuk simak CV beliau dengan mengeklik tautan berikut ini. https://penamrbams.id/cv-bambang-purwanto/ 

[19.01, 25/3/2022] +62 812-7396-949: Baiklah Bapak/Ibu, mari kita mulai pelajaran kita malam ini. 
Seperti biasa, kuliah malam ini dibagi menjadi 4 sesi:
1. Pembukaan
2. Pemaparan materi 
3. Tanya Jawab 
4. Penutup 

Bagi yang ingin bertanya, silakan menggunakan format nama, sekolah asal, gelombang, pertanyaan, dan kirim ke 08127396949. (Ibu Rosminiyati) . Sebelumnya, marilah kita buka kegiatan malam ini dengan mengucapkan basmalah. Selanjutnya, mari kita tengadahkan tangan, tundukkan hati, berdoa  sejenak sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Aamiin. Nah, karena Mr. Bams sudah berada di antara kita  selanjutnya kelas saya serahkan kepada Mr. Bams. Silakan, Mr. Bams".(Sumber WA grup Belajar Menulis 24).

Selanjutnya narasumber menyampaikan materinya sebagai berikut :
    "Terima kasih Bunda Ros yang sangat luar biasa membuka pertemuan malam ini" 
    " Sama-sama, Mr. BAMS".
    "Assalamualaikum w.w. Salam sejahtera untuk kita semua, Salam Literasi"
    "Waalaikum salam ..."

    "Alhamdulillah malam ini bisa berbagi pengalaman dalam mengelola taman bacaan. Istilah yang sedang keren adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Malam ini saya mengucapkan terima kasih kepada Om Jay yang memberikan kesempatan untuk berbagi malam ini. Bapak Ibu Guru Hebat penulis yang luar biasa. Buku sangat identik dengan penulis. Nah hari ini juga kita akan membahas sesuatu yang dekat dengan buku dan penulis.

    Ijinkan saya membagikan gambar tentang TBM. Nama TBM kami adalah TBM AS Lebakwangi. Awal berdiri tanggal 5 Oktober 2011 dengan nama TBM Ayah Salwa. Materi terakhir ini tidak kalah penting bagi kemajuan gerakan literasi. Sesuai dengan poster yang telah dibagikan, malam ini,  selama 2 jam ke depan kita akan membahas materi dengan tema "Mengelola Taman Bacaan" dengan Narasumber Bapak Bambang Purwanto, S.Kom., Gr. dengan nama panggilan Mr. Bams atau Ayah Salwa.
Terus berkembang. Nama Ayah Salwa digunakan sebagai nama TBM, dengan alasan menggunakan nama panggung kalau sedang mendongeng. Walau akhirnya di tahun 2012 TBM Ayah Salwa diganti dengan nama TBM AS Lebakwangi. TBM AS Lebakwangi saat berdiri masih bergabung dengan rumah. Rumah mungil berukuran 21 meter persegi. Rumah yang terdiri dari Ayah Salwa, Ibu Salwa dan Salwa anak semata wayang.

TBM AS Lebakwangi hadir karena kepedulian kepada anak-anak. Ayah Salwa sang pendongeng merasa perlu mengajak anak-anak untuk senang membaca. Awal berdiri tidaklah mudah. Tantangan dari pasangan pun menjadi tantang pertama yang harus dinegosiasi. Memberikan penjelasan kepada pasangan itu pun butuh perjuangan alias senyuman manis. hehehe...Mengawali dengan mengumpulkan buku-buku yang dimiliki di rumah. Terkumpul ada sekitar 200 buku. Kami simpan di sebuah box. Setelah terkumpul, saya memilih tanggal yang sekiranya baik, maka kami lahirkan TBM Ayah Salwa pada tanggal 5 Oktober 2011. Berarti sekarang umumnya sudah masuk 10 tahun.

    Mengawalinya kami siapkan sebuah rak, dengan 3 trap. Rak pertama saya simpan koran dengan buku pengunjung. Rak kedua saya simpan 20 buku cerita anak-anak. Rak ketiga saya simpan majalah bobo sebanyak 20 buah. Setiap pagi saya simpan di teras. Rumah kami tanpa pagar. Anak-anak sangat mudah sekali menjamah buku yang kami simpan di teras. Rumah kami kosong, karena Ayah Salwa dan Ibu Salwa bekerja. Salwa saat itu usianya masih 8 tahun. Setiap pagi saya antarkan ke rumah Ibu, sehingga rumah kosong. Kini Salwa sedang kuliah semester 2 di UNPAS dengan Jurusan Kependidikan Bahasa Indonesia. Mohon doanya agar bisa menjadi guru yang disenangi anak-anak kelak, Aamiin.

    Perjuangan membangun TBM saya melakukan pendekatan kepada tetangga, Ketua RT dan Ketua RW. Walau saat itu saya sedang menjabat sebagai Ketua RT, kini sih sedang menjabat Ketua RW 13 Lebakwangi Asri Desa Lebakwangi Kec Arjasari Kab Bandung.Saya ijin share google map TBM AS Lebakwangi. Alamat Lengkap TBM AS Lebakwangi adalah Perumahan Lebakwangi Asri D4 No 18 RT 04 RW 13 Desa Lebakwangi Kec Arjasari Kab Bandung Provinsi Jawa Barat. https://www.google.com/maps/place/TBM+AS+Lebakwangi/@-7.0407779,107.6063948,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e68ebbab961d753:0xcefcfae9e4958ed5!8m2!3d-7.0407985!4d107.6085766?hl=id

TBM AS Lebakwangi dalam menjalani kegiatannya memanfaatkan facebook. Kini memang kurang aktif, karena pandemi dan saya menjabat Ketua RW sehingga lebih fokus mengelola keperluan masyarakat. Apa yang dilakukan di facebook? Posting kegiatan-kegiatan yang dilakukan di TBM AS Lebakwangi. Kegiatan awal memang tidaklah langsung mengajak anak-anak membaca. Cara perdana adalah dengan mengadakan Dongeng Ayah Salwa. Ternyata anak-anak senang mendengarkan dongeng. Buku-buku kami keluarkan dan di gelar di meja yang telah disiapkan. Anak-anak berkumpul dan mendengarkan dongeng.

    TBM AS Lebakwangi pun memiliki blog, walau jujur ternyata untuk istiqomah mengelola blog itu memang tidaklah mudah. Kini saya lebih fokus dengan penamrbams.id. Ini blog TBM AS Lebakwangi : https://lebakwangimembaca.wordpress.com/ Silahkan berselacar disana, banyak informasi yang didapatkan. Seperti apa kalau TBM AS Lebakwangi dicari di mesin pencari google. Inilah penampakannya





    Tinggal di Kabupaten Bandung sangatlah beruntung. Banyak pegiat literasi yang lebih dulu bergerak dibidang literasi. Mereka tidaklah memikirkan biaya, militansinya sangat terasa. Sebut saja TBM Arjasari dan Sudut Baca Soreang. Dalam mengelola TBM AS Lebakwangi kami mencari pengelola yang sanggup menunggu. Bahkan kami memiliki 5 generasi yang pernah menjadi pengelola harian. Mereka kami berikan insentif. Mulai dari 100 ribu hingga yang terakhir 500 ribu. Dari mana uangnya ? awal dari pribadi, sampai akhirnya mendapatkan donatur karena mereka peduli dan melihat kegiatan di Facebook.

    Apa sih keuntungan membuat TBM? TBM bagi kami sekeluarga adalah tempat pengabdian. Tempat belajar untuk ikhlas, sabar dan senang dengan anak-anak. TBM tidaklah se seram Perpustakaan yang harus hening. Coba bayangkan anak-anak dengan riang membaca dengan bersahutan. Mereka tidak merasa terganggu. Bayangkan saat kita di perpustakaan sekolah misalnya, baru ngobrol sebentar saja langsung orang yang terdekat akan menatap tajam sembari sedikit mengeluarkan mata, heheh. Maaf jangan ribut ya .

    Interaksi dengan TBM lain membuat jaringan TBM menjadi kuat. Silaturahmi pegiat literasi memudahkan untuk saling menguatkan. Ini kegiatan benar-benar sosial, ngak ada duitnya. Untungnya adalah kebahagiaan yang bisa melihat anak-anak membaca buku, pinjam buku, cerita bersama , belajar komputer, belajar internet, belajar bernyanyi, membuat puisi, dan banyak kegiatan lainnya.

    Tahun 2013 saya diberikan amanah sebagai Bupati. Maaf bukan Bupati pemerintahan Kabupaten Bandung, tetapi Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Bandung. Mendapatkan amanah sebagai Ketua FTBM Kab Bandung periode 2013-2017. Menjadi ketua sebuah organisasi pun tidaklah mudah, tidak dapat biaya operasional. Untuk roda organisasi tetap berjalan, harus membangun kemitraan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan (saat itu di Kab Bandung, adalah BAPAPSI masih berupa Badan belum Dinas)

    Prestasi yang diraih dalam pengelolaan TBM AS Lebakwangi adalah :
1. Terpilih sebagai Ketua Forum TBM Kab Bandung periode 2013-2017
2. Juara ke 1 TBM se Kab Bandung tahun 2013
3. Juara ke 2 TBM se Provinsi Jawa Barat tahun 2013
4. Juara ke 1 TBM se Kab. Bandang tahun 2014
5. Juara ke 1 TBM se Provinsi Jawa barat tahun 2014
6. Anugerah Sabilulungan Award tahun 2018 dari Bupati Kab. Bandung
7. Juara ke 1 TBM Teladan se Kabupaten Bandung 2019

    Tahun 2012, setahun sejak TBM AS Lebakwangi berdiri kami mendapatkan kejutan. Rizki yang tak disangka kami bisa membeli rumah yang masih dekat dengan TBM. TBM no 18 rumah yang baru nomor 26. Dekat loh. Sejak itu TBM AS Lebakwangi memiliki bangunan yang mandiri. Tidak seperti saat gabung dengan rumah pribadi. Saat itu kalau TBM buka, anak-anak bisa sampai membaca di dapur bareng Ibu Salwa, Alhamdulillah.

    Apa hubungan TBM dengan Guru ? Guru sepantasnya menjadi buku sebagai sahabat yang bisa dicintai. Mencintai buku banyaklah cara, seperi Bapak-ibu yang saat ini sedang berjuang untuk melahirkan buku. Awalnya antologi selanjutnya buku solo. Kecintaan saya kepada buku sudah sangat tak bisa dipisahkan. Rumah pun penuh buku dimana-mana

    Pengalaman seru di TBM, bila ada kegiatan. Seperti kegiatan BIMTEK. BIMTEK TBM yang dilaksanakan di Hotel Grand Pasundan tahun 2011 mengantarkan saya bisa bertemu dengan para pegiat literasi tingkat Nasional. Seperti GOL A GONG, Wien Muldian, Agus Munawar, Agus M. Irkham, Bu De Kiswanto, dan lain-lain.

     Ini Salwa saat TBM AS Lebakwangi mendapatkan anugerah Sabilulungan Award. Foto bareng bersama Bupati Kab Bandung Bapak Dadang Naser. Program yang menarik buat kami adalah gelar buku ke sekolah-sekolah yang dekat dengan TBM AS Lebakwangi. Dengan menggunakan motor membawa buku sekitar 100-200 bersama isteri, menjadi sebuah romantis berbau literasi. Saat di sekolah, kami gelar buku. Anak-anak mendapatkan dongeng, juga bisa membaca buku bersama-sama
                                        Wow .. romantis vs literasi.😍

    Mengelola TBM sejak 2011. Mendongeng sejak 2003. Dua aktivitas ini menguatkan saya di sekolah. Guru tak hanya mengajar. Guru bisa lakukan banyak hal. Kegiatan literasi sangat banyak sekali di sekolah. Saya aktif sejak adanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sejak jaman pa Anis. Bahkan dimulai jadi relawan di sekolah, pernah menjadi Koordinator Literasi (2019-2020 dan 2020-2021). Berhasil membuat SMP Taruna Bakti mendapatkan Anugerah Sekolah Literasi Ketegori Utama se Kota Bandung. Penghargaan secara pribadi pun didapat dari Dinas Pendidikan Kota Bandung sebagai Penggiat Literasi.

    Rasanya cukup karena waktu sudah menunjukkan 20.01. Inilah TBM AS Lebakwangi buah dari perjuangan. Dilakukan dengan penuh romantis bersama istri juga anak. Duet bahagia suami istri yang memimpikan anak-anak selalu senang membaca. Ini lah perkenalan kami, kalau ngak kenal maka tak akan respek. Saya kembalikan ke Moderator Keren Bunda Ros
 https://penamrbams.id/berbagi-di-kelas-menulis-tentang-tbm/"

    "Materi yang luar biasa sudah dipaparkan secara gamblang oleh Narasumber kita yang hebat. Begitu banyak jejak literasi dan motivasi yang menginspirasi terkait literasi  sekolah dan masyarakat yang telah disajikan Mr. Bams. Hal yang paling menakjubkan dari semuanya adalah perjuangan Ayah Salwa  ini memulai gerakannya. Semoga kita dapat mengambil manfaat dari paparan ini. Tiba saatnya kita memasuki sesi tanya jawab. Bagi Bapak/Ibu yang ingin bertanya, saya persilakan. Mohon Mr. Bams memberi kode “N” jika jawaban sudah lengkap agar kita dapat meneruskan pertanyaan selanjutnya.  Terima kasih.
"siap" Kita mulai ya ... ok

P 1. Assalamualaikum wr, wb. Selamat malam narasumber hebat. Saya terkesima membaca CV, Bapak.Luar biasa. Salam kenal, Maria dari Jakarta. Mr. Bams ijin bertanya. Perjalanan meraih sukses tidaklah mudah.
1.Bagaimana Bapak mempertahankan ritme  semangat dan motivasi hingga menorehkan prestasi yang bukan biasa saja tapi memiliki prestise?
2.Bagaimana strategi komunikasi dengan sekitar, bapak dan anak-anak  menjadi cinta literasi?
Mohon berbagi tips dan trik yang mudah diimplementasikan pemula  literasi.
Salam sehat, Mr Bam.

Silakan :
 J-01
1. Lakukan setiap aktivitas dengan riang gembira. Tebar energi positif di mana pun berada. Jadilah manusia yang mau terus bergerak untuk melakukan kebaikan-kebaikan. 
2. Komunikasi dengan anak-anak saya melalui dongeng. Apa yang disenangi anak-anak kita lakukan.  Anak-anak senang menggambar, bukalah kelas menggambar. Anak-anak senang mewarnai, bukalah kelas mewarnai, Semua dilakukan di TBM AS Lebakwangi. Atau buatlah program yang membuat anak-senang dan tertantang. Seperti Celengan Literasi
https://youtu.be/1FEX_QFWfwo




P 2. Frans Fernandez SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB bertanya:

1. Menurut Mr. Bams bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat. 
Karena menurut saya jika kita bisa meningkatkan minat baca masyarakat dewasa maupun anak-anak maka mereka pasti akan mengejar buku di manapun berada.

2. Apa saja syarat yang dibutuhkan ketika membentuk Taman Baca. Apalagi jika kita bukan siapa-siapa (bukan pejabat atau tokoh-tokoh idola). 
Termasuk mengumpulkan buku bacaan yang sesuai kebutuhan, dengan dana minim. Misalnya jika mau mengajukan proposal pengadaan buku-buku kemana dan bagaimana caranya. 
Kita ketahui bahwa di daerah kami perpustakaan masih sepi, taman baca hampir dipastikan masih sepi, dsb.. Ohya pernah ada LSM yang bergerak di bidang TBM namun hilang begitu saja. Pa…
Silakan.
J-02 . 
Oh ya terima kasih Bu Maria penanya pertama. Penanya pertama saya berikan bonus Konsultasi Gratis selama 1 tahun untuk mendirikan Taman Baca.

Pak Frans di NTB yang luar biasa.
1. Ya sebuah perjuangan mendekatkan buku kepada siapapun, salah satunya dengan teladan. Saya menjadikan rumah tinggal sebagai tempatnya buku untuk dibaca anak-anak secara gratis. Kita hanya terus mengupayakan kepada mereka pentinya sebuah buku untuk dibaca. 
2. Syarat utama adalan NIAT. Tak ada seorang pun yang bisa menghalangi untuk membuat Taman Baca. Tak harus juga berijin secara resmi. Saya mendirikan TBM tahun 2011 tetapi legalitas resmi baru diurus pada tahun 2013, itu pun karena ada lomba mewakili Kabupaten, sehingga difasilitasi dalam pengurusan ijin. Untuk buku banyak se…

P 3. Selamat malam Mr. Bams, Saya Lastika dari Pematang Siantar

Langkah awal apa yang harus saya lakukan untuk membuka taman bacaan sederhana di sekolah saya SD yang penuh dengan keterbatasan jlh siswa, tempat yang sempit dan waktu yang sedikit ?
Mohon bimbingannya, terimakasih 

Silakan Mr. Bams.
J-03
Bu Lastika yang budiman.
Manfaatkan yang ada. Mulai dari SDM , tempat dan fasilitas lainnya bukanlah sebuah penghalang untuk sebuah gerakan. Gerakan Literasi bisa dimulai walau hanya kumpul bersama melakukan baca buku bersama. Melakukan di awal itu akan menjadi magnet. Lakukan sehingga banyak yang melihat. Lakukan dengan penuh semangat, walau pasti ada rintangan dan hambatan. Ajak semua orang yang peduli agar anak-anak rajin membaca. Selamat berjuang, selamat bergerak untuk Indonesia yang lebih baik. 

P 4. Assalamu'alaikum,  saya Zunnurin Isnaini, dari Pasuruan

Sejak lama saya ingin mempunyai perpustakaan mini yang bisa dikunjungi anak² maupun orang tua, akan tetapi belum terwujud sampai sekarang dan menjadi angan² saja. Ada rasa khawatir akan gagal untuk mengajak tetangga berminat membaca. Apakah Mr. Bams pernah mengalami seperti yang saya pikirkan? Bagaimanakah mengatasinya bila tetangga menolak atau tidak respon terhadap minat baca. Terima kasih

Silakan, Mr. Bams.
J-04. Waalaikum salam w.w. Bu Isnaini yang baik hatinya. Lawan rasa khawatir dengan Bismillah. Lakukan hal yang sederhana. Saat melakukan ini di tengah-tengah masyarakat. Saya dianggap kurang kerja-an atau bahkan melakukan yang sia-sia. Tapi lama-lama rumah jadi tempat berkumpul anak-anak. Saat anak-anak kumpul di TBM walau asalnya hanya ikut-ikutan, akan tetapi itu sangat ada manfaatnya. Bayangkan kalau anak-anak 1 jam di TBM tanpa gawai, tapi mereka dekat dengan buku. Itu hal yang sangat indah. Khawatir gagal itu ada, tapi saya membiasakan membangun pikiran dengan hal-hal yang positif,  agar dalam diri memiliki kekuatan yang pantang menyerah. Tidaklah mudah tapi bisa dilatih.  

P 5.. Assalamualaikum , Selamat malam Mr. Bams. Saya Bu Siti Rohani, SMP Negeri I Kalirejo Lampung Tengah. Saya tertarik sekali dengan program TBM

Yang ingin saya tanyakan 
1. Prosedur awal membuat TBM

2. Jadwal membaca Buku

3. Apakah buku boleh dibawa pulang

4. Bagaimana trik mengajak masyarakat untuk datang ke TBM

Terimakasih , Gelombang 23

Silakan ...
 J-05
Waalaikumsalam w.w. Bu Siti yang antusias.
1. Prosedurnya :
a. Bicarakan rencana ini bersama seisi rumah, kenapa? supaya niat baik didukung sepenuhnya oleh orang-orang terdekat.
b. Siapkan buku dari buku yang ada saja
c. Siapkan empat, walau itu hanya diteras
d. Tentukan kapan jam layanan
e. Ngobrol lah dengan tetangga terdekat, maklum nanti banyak anak-anak kadang membuat suasana ramai.
f. Meminta lah ijin tertulis kepada RT dan RW juga ditanda tangani oleh tetangga terdekat, kiri, kanan, depan dan belakang. 
g. Untuk awal cukup sampai RT, selanjutnya bisa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat, biasanya melalui Pengawas Pendidikan Luar Sekolah.

2. Jadwal Baca Buku
Buatlah jadwal yang membuat nyaman pengelola dan pembaca. Kalau bisanya satu minggu sekali ya seminggu sekali. Sesuka kita tapi tetap ada pola pen jadwal an

3. Untuk awal jangan dulu, biasa kan mereka datang. Misalnya sudah datang 3x ke TBM, baca di TBM. Kemudian lakukan pendata an untuk anggota. Yang pinjam buku adalah yang sudah anggota. Kalau di kami, semua layanan gratis, termasuk layanan internet.

4. Trik mengajak masyarakat, saya lakukan kegiatan-kegiatan yang disenangi. Saya pernah mengadakan lomba memasak untuk ibu-ibu, tetapi sehari sebelumnya mereka berselancar di youtube untuk menyiapkan rencana menu yang akan dibuat. Untuk anak-anak kami biasanya melakukan kegiatan lomba-lomba. Ini contohnya seperti foto dibawah ini.








Lomba Menggambar

Lomba Menulis Cerita
Ini saat kami 10 tahun TBM AS Lebakwangi

P 6 Ibu Elmiya Sari dari Pasuruan. Masya Allah semoga limpahan rejeki untuk Mr Bams sekeluarga. Saya ter kagum-kagum melihat perjuangan Mr Bams beserta istri. Kebetulan saya suka sekali mendongeng, dan biasanya saya mendongeng untuk anak-anak didik saya di kelas 1 di akhir pembelajaran. Saya juga sediakan jurnal yang diisi anak-anak setelah mendengarkan dongeng yang saya bacakan. Dan di rumah menjelang tidur saya bacakan dongeng untuk anak saya yang sekarang duduk di kelas 2. Iseng-iseng pak saya membuat cerita anak berjudul aza sang pemimpin dan aku Pancasila part 1 yang tokoh-tokohnya adalah anak didik saya dan cerita tersebut untuk mendukung kegiatan belajar ppkn anak-anak didik saya. 
Pertanyaan saya pak:
1. Apa saja yang membuat cerita dongeng menjadi hidup sehingga anak-anak dapat merasa nyaman…

Silakan.

J-06. Ibu Elmiya yang bijaksana
1. Mendongeng lah dengan hati. Mendongeng bukan untuk menggurui. Mendongeng bagi saya mengantarkan sebuah pesan. Biarkan anak menerima pesan sebebas apapun. Dengarkanlah pendapat anak-anak akan cerita yang kita sampaikan. Itu malah membuat anak senang merasa dihargai. Anak-anak butuh dihargai. Kadang kita orang dewasa terlalu merasa dewasa sehingga lupa untuk menghargai anak-anak. Mereka tidak pernah meminta untuk lahir menjadi anak-anak kita. Tapi itulah titipan dari Allah. Tuhan Yang Maha Segalanya.
2. Bagi saya dongeng yang baik, adalah dongeng yang punya pesan moral.
3. Mendongeng lah dengan senang hati, mendongeng lah dengan sepenuh hati. Mendongeng semakin sering akan semakin menikmati. Tidak harus menjadikan seorang pendongeng seseorang yang harus diikuti. Mendongeng lah dengan gaya sendiri. 🙏👍🙏

P 7. Pak Dail. Malam Mr Bam dan Bu Ros. Luar biasa materi malam ini Mr. Bams tentang TBM. Ijin bertanya : Apa saja manfaat dan kepuasan yang Mr. Bams dapatkan dengan membuka TBM tersebut ?

J-07. Pak Dail yang super keren, Manfaat bagi saya TBM :
1. Menebarkan manfaat membaca buku
2. Menjadikan tempat yang dimiliki bernilai manfaat untuk orang banyak
3. Membuat keluarga peduli dengan literasi
4. Mengelola buku berarti harus belajar mempraktikan apa yang ada di buku walau tidak semuanya
5. Melatih kesabaran
6. Berpikir cerdas bagaimana TBM bisa tetap berjalan
7. Berjejaring
8. Eksistensi diri dan keluarga

Kepuasan :
1. Bisa terbang gratis (kalau ada kegiatan)
2. Bisa tinggal di hotel yang bagus gratis (kalau ada kegiatan)
3. Bila ada yang mau belajar mengelola TBM kemudian lebih sukses dari kita
4. Bisa romantis bersama pasangan
5. Bisa kompak bersama keluarga
6. Bermanfaat bagi lingkungan terdekat

P 8. Ibnu Muslim _ Maros. 

1. Apakah pak Bams punya staf untuk mengelola. 
2. Bagaimana mendapatkan buku_buku baru, karena kalau dari 2012 maka sudah banyak buku yang lama perlu diperbaharui, dimana  mendapat biaya?

Silakan.
J-08. Pak Ibnu Muslim yang semangat
1. Untuk staff ada satu orang dan diberikan insentif saat ini insentif nya Rp 500,- per bulan. Dana dari donatur, bila tidak ada gunakan uang pribadi.
2. Buku kini ada sekitar 6000 buku dari awal berdiri 200 buku di tahun 2011. Kami pun punya program Rolling Buku, jadi TBM/Komunitas buku bisa meminjam 100-200 buku. Kadang ada yang kembali kadang tidak. Atau sengaja kami buat kan program Donasi Buku. Biayanya kadang suka banyak buku dari penyumbang. Yakin lah akan banyak orang tergerak membantu, ikhlas menjadi kuncinya.

Dokumentasi 10 Tahun TBM AS Lebakwangi : https://penamrbams.id/pengumuman-lomba-10-tahun-tbm-as-lebakwangi/

P 9. Assalamualaikum Mr. Bams. Saya Ibu Afiatur dari Sumenep. Ijin bertanya:

Bagaimana cara yang bisa dilakukan, untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan sekolah, agar menjadi taman bacaan yang menyenangkan?
Mohon masukan, program apa yang bisa dilakukan?

Terima kasih pada Mr. Bams dan seluruh narasumber dan moderator yang telah membersamai kami dalam kelas ini. Ter khusus Om Jay. Silakan, Mr. Bams. Pertanyaan terakhir. Terima kasih Mr Bams--inspirasiku.

J-09. Waalaikumsalam w.w. Ibu Afi di Sumenep yang saya hormati
Fungsi Perpustakaan akan maksimal bila dikelola dengan baik. Pengelola membuat berbagai kegiatan agar murid merasa mendapatkan suasana berbeda. Buatlah acara-acara yang menarik untuk anak-anak. Jadikanlah anak-anak yang punya kesungguhan kepada dunia baca sebagai relawan di perpustakaan, jadikanlah mereka Relawan Perpustakaan dengan diberikan pelatihan sederhana dan tugas yang mudah. Jadikanlah mereka partner untuk diskusi dalam memajukan perpustakaan yang dikelola bersama. "siap"

P10.Assalamu'alaikum Mr.Bams. Saya Pak Zaki, SMP BAHAGIA Jakarta Timur, mengucapkan terima kasih. Mr. Bams telah memberikan materi yang sangat meng inspirasi saya.
Karena di sekolah ada perpustakaan mini, yang tidak ada pengunjung nya. Dengan materi malam ini bersama Mr. Bams, saya akan amalkan ilmu "mengelola taman bacaan". Barokallahulaka Wabaroka'alaika Wajama'ah fi Khair

J-10 Walau ungkapan ijinkan tetap menjawabnya ya....Waalaikumsalam w.w.
Pak Zaki yang kekinian
Selamat berjuang membangunkan buku-buku yang tertidur lelap. Mereka akan bahagia karena disapa oleh anak-anak juga bapak ibu guru. Jadikanlah buku sahabat sebagai sumber ilmu. Insya allah kita bisa terus bergerak agar kebiasaan membaca, menulis dan diskusi menjadi bekal untuk murid kita semua. 

Belajar
Berkarya
Berbagi
Berbagi

Alhamdulillah, semua pertanyaan sudah terjawab dengan baik. Semoga tidak ada yang tertinggal.
Terima kasih Mr. Bams atas paparan materi yang sangat istimewa ini. Semoga kami semua dapat mengikuti jejak Mr. Bams dalam mengelola taman bacaan. bila ada yang tertinggal silahkan chat ke 088809405468. Insya allah dijawab. 

Silakan memberikan clossing statement, Mr. Bams. 🙏
Ijinkan dengan pesan Suara, Siap menyimak. 
Assalaamu alaikum  wr wb bapak ibu hebat saya Bambang Purwanto (Mr Bams), orang sering memanggil ayah Salwa, seorang manusia yang selalu ingin belajar dan berkarya ujungnya adalah berbakti. terima kasih atas kesempatan diberikan kepada saya untuk memberi materi.  Taman Bacaan Masyarakat sudah banyak di Indonesia tapi butuh semakin banyak di tengah-masyarakat. Saya ditemani Mario Teduh : Selamat malam bapak ibu yang rajin menulis menulislah yang bisa menginspirasi, menghasilkan karya terbaik, salam super seterusnya, selamat saya Mario Teduh ( mari ayo tenang dalam urusan hidup).   salam sejahtera untuk semuanya,  salam literasi.

Dua jam telah kita lewati bersama malam ini, dan kita pun harus mengakhiri pertemuan ini. Untuk itu,  marilah kita ucapkan  lafaz hamdalah.

Terima kasih telah belajar bersama, dan mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan dan ada hal-hal yang kurang berkenan selama memandu Bapak/maupun dalam keseharian kita di dunia maya. 🙏

Akhir kata, Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Saya mohon undur diri. 👋
Selamat beristirahat.

Comments

Popular posts from this blog

Materi Rapat 8 Mei 2024 Persiapan Evaluasi Akhir Semester Genap 2023/2024 SMAS PGRI Bantimurung

Materi Rapat Pemantapan Tugas dan Sosialisasi Metode Hybrid Learning SMAS PGRI Bantimurung