Resume 18 Pelatihan Belajar Menulis

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

oleh : Ibnu Muslim

Moderator         : Rosminiyati

narasumber        : Raimundus Brian Prasetiawan, S Pd

Pada pelatihan pertemuan ke-18 ini yang dilaksanakan 25 prebuari 2022 mengawali pertemuan moderator menyampaikan pengantarnya via WA grup sebagai berikut :

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam Bapak/Ibu guru hebat, pecinta literasi Indonesia. Apa kabar semuanya? Semoga Bapak/Ibu semua dalam keadaan sehat dan berbahagia, dan senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti kegiatan belajar malam ini. Sebelum mulai, silakan isi dulu daftar hadir agar tidak lupa.  

Absensi  : https://bit.ly/3DbBNh6.  Malam ini saya mencium aroma buku dari mana-mana. Sepertinya Bapak/ibu sudah siap meluncurkan buku solo sebagai syarat kelulusan dan mendapatkan sertifikat bernilai 40 jam. Wah … senang sekali rasanya. Tapi … eits, masih ada yang terlihat bingung untuk menerbitkan bukunya. Perkara itu, Bapak/Ibu tidak perlu bingung. Semuanya sangat praktis.

Di grup kita ini sudah ada tangan-tangan ahli untuk membantu Bapak/Ibu. Pada pertemuan sebelumnya ada Penerbit Kamila Lamongan ( Pak Mukminin) yang sudah memaparkan ketentuannya, ada juga Bu Kanjeng yang siap dengan Penerbit Oase, dan Pak Brian yang sudah memperkenalkan 2 penerbit rekananan beliau.  Yang terpenting untuk menerbitkan buku, siapkan naskah terbaik Bapak/Ibu.

Karena pertemuan ini sudah ke-18, ada baiknya mulai menentukan judul dan outline (daftar isi)-nya. Selanjutnya, terapkan ilmu yang disampaikan Pak D Susanto dengan memaksimalkan penggunaan KBBI dan PUEBI.  Jika naskah buku sudah siap, kita harus segera menentukan penerbit untuk menerbitkan buku kita agar pengaturan naskah kita sesuai dengan ketentuan penerbit yang kita pilih terkait bentuk huruf, spasi, margin, lay out, dll.

Untuk menambah referensi dalam penerbitan buku, malam ini Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. akan mengupas tuntas dua penerbit Indie yang menjadi rekanan beliau dengan tema “Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie”. Sosok guru blogger millennial nan ganteng ini lahir di Jakarta, 30 Juni 1992, tinggal di Bekasi, dan berprofesi sebagai guru SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta sejak tahun 2015-sekarang. Berbagai capaian telah diraih beliau terkait blog dan tulisan. 

Beliau adalah alumnus Belajar Menulis PGRI gelombang 4 yang mengabdikan diri sebagai pengurus kegiatan Pelatihan Belajar Menulis ini, termasuk menerbitkan sertifikat peserta yang lulus. Penasaran dengan sosok Pak Brian? Silakan kunjungi profil beliau pada tautan berikut ini, dan  tinggalkan decak kagumnya di kolom komentar.         https://www.praszetyawan.com/p/profil.html

Baiklah Bapak/Ibu, mari kita mulai pelajaran kita malam ini. Seperti biasa, kuliah malam ini dibagi menjadi 4 sesi: 1. Pembukaan, 2. Pemaparan materi , 3. Tanya Jawab. 4. Penutup 

Bagi yang ingin bertanya, silakan menggunakan format nama, sekolah asal, gelombang, pertanyaan, dan kirim ke 08127396949.  Agar mendapatkan keberkahan dan rida Allah, marilah kita buka kegiatan malam ini dengan mengucapkan basmalah. Selanjutnya, marilah kita berdoa sejenak sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Aamiin.

Baiklah, untuk segera memperoleh informasi lebih mendalam tentang penerbitan buku, kolom chat saya serahkan sepenuhnya kepada Narasumber.  Silakan, Pak Brian."

Baik terima kasih Bu Ros yang sudah membuka pertemuan kita malam ini Sama-sama, Pak. Ayo semangat kawan-kawan. Selamat malam bapak/ibu penulis hebat di seluruh Indonesia. Kini giliran saya yang akan sharing di pelatihan ini. Sudah pertemuan ke 18 artinya tinggal 2 pertemuan lagi untuk sampai ke jumlah resume minimal . Bagi yang masih tertinggal, tidak apa-apa pertemuan kita sampai 30

Seperti tadi yang disampaikan Bu Ros, betul dahulu saya peserta pelatihan gelombang 4 (Maret 2020).Dahulu pelatihan belajar menulis ini belum menghadirkan narasumber yang membahas tentang teknis menerbitkan buku di penerbit Indie. Sehingga peserta harus mencari sendiri mau ke penerbit mana. Kita beruntung sudah diperkenalkan kepada penerbit. Kebanyakan peserta masih awam dengan penerbitan buku, Kasihan jika bingung mau menerbitkan buku dimana, karena belum punya referensi penerbit

Maka sekarang ada materi tentang penerbit indie.  Seperti yang kita ketahui, salah satu syarat lulus pelatihan ini adalah menerbitkan buku solo. Lewat pertemuan ini, saya mau membantu bapak/ibu dengan memberi informasi yang lengkap dan jelas tentang penerbit indie. Agar nanti bapak/ibu segera terbitkan buku setelah memiliki 20 resume

Mengapa menerbitkan buku dikatakan semakin mudah ? karena sekarang ini ada penerbit indie yang melayani penerbitan buku tanpa seleksi. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Erlangga, Grasindo, Elex media, Andi, dll.

Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut. Naskah pasti diterbitkan . Proses penerbitan mudah dan cepat. Mari kita simak lebih lanjut ciri-ciri penerbit indie dari potongan slide berikut 


Bagi penulis pemula  tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Memang  kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Tetapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan

Saya sendiri sudah menerbitkan 3 buku solo. Semuanya di penerbit Indie. Ini buku pertama saya

https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html. : Ini buku solo kedua

https://www.praszetyawan.com/2020/06/buku-aksi-literasi-guru-masa-kini.html. Ini buku solo ketiga https://www.praszetyawan.com/2020/10/buku-solo-terbaru-menerjang-tantangan.html

Penerbit Indie itu banyak. Maka bapak/ibu perlu pertimbangan dalam memilih penerbit. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie. 

Biaya penerbitan

fasilitas penerbitan

Batas maksimal jumlah halaman

Ketentuan dan Biaya cetak ulang

Apakah dapat Master PDF

Lama penerbitan

Jumlah buku yang didapat penulis

Jadi dari awal bapak/ibu harus mengetahui hal-hal tersebut. Jangan sampai baru tahu belakangan. Kadang ada penerbit yang bilang gratis. Tapi kita tidak tahu ketentuan yang belum terungkap. Misalnya ternyata kita tidak dapat cetakkan bukunya, dapat master PDF saja. Kita mesti cari percetakkan sendiri. Atau misalnya gratis tapi harus cetak minimal 20 eksemplar. Kan sama saja ya . Hehe iya bu Ros. Teknik marketing penerbit beraneka rupa. Cari yang aman sajalah ...

Nah sekarang saya mau menginfokan penerbit rekanan saya. Saya sekarang kerja sama dengan 2 penerbit. Tadi siang saya sudah share, 1. Penerbit Depok  

https://www.praszetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html

2. Penerbit Malang https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html. Ketentuan lengkap sudah tertera jelas di postingan blog saya tersebut. Saya mau membahas apa bedanya. Saya termasuk salah satu yang bisa membantu bapak/ibu menerbitkan buku

Saya sudah pilihkan penerbit yang enak banget. Kinerjanya sudah tidak diragukan lagi. Saya sudah melihat sendiri kedua penerbit tersebut menerbitkan buku tidak lebih dari 2 bulan. Hasil cetakkannya bagus. Bapak/ibu bisa buktikkan sendiri.  Bapak/ibu tidak perlu mengalami pengalaman yang mengecewakan saat menerbitkan buku, karena ada saya yang mengawal dan menjamin buku sampai terbit.

Bapak/ibu memiliki kondisi dan keinginan/rencana yang berbeda-beda terhadap buku yang akan diterbitkan. Maka saya coba akomodir dengan menyediakan 2 penerbit tersebut yang bisa bapak/ibu pilih. Perhatikan perbedaan 2 penerbit rekanan saya tersebut. Yang saya beri huruf tebal merupakan letak perbedaannya

Saya sampaikan juga bahwa penerbit Depok juga ada paket gratis seperti ini. Tapi ada minimal cetak 40 eksemplar. Paket ini biasanya dipakai untuk sekolah yang memang cetak banyak. Sehingga tidak perlu memikirkan biaya penerbitan lagi, mari kembali lagi ke tabel tadi.  Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerbit Depok cocok untuk bapak/ibu yang memang hanya sekedar menerbitkan buku saja, dan tidak berencana cetak ulang.

Untuk pribadi saja, sehingga  tidak perlu jumlah buku yang banyak. Maka biaya penerbitannya lebih terjangkau. Biaya penerbitan yang terbilang murah, membuat biaya cetak ulang di penerbit depok cukup lumayan. . Penerbit Malang cocok untuk bapak/ibu yang  berencana menjual bukunya, karena jumlah buku yang diberikan lebih banyak. Dengan biaya penerbitan 650.000 terhitung lebih hemat. Jika stok buku habis, bisa cetak ulang lagi dengan biaya cetak per buku lebih murah dibanding penerbit depok.

Demikian bapak/ibu sharing materi saya tentang menerbitkan buku di penerbi indie Mari kita lanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tetapi sebelumnya, pastikan pertanyaannya yang memang belum saya bahas. 

Keren ya Bapak/Ibu materi malam ini. Setelah menyimak materi yang disampaikan Pak Brian tentunya semakin terbuka jalan bagi kita untuk mewujudkan impian kita menerbitkan buku. 

Tanya Jawab :

Assalamu'alaikum wr wb saya bu vitriah dari MTsN Sumba Timur mohon izin bertanya . Apa sajakah program yang ditawarkan / disiapkan bagi penulis dari program Indie? Waalaikum salam.

Atau kalau bapak/ibu mau bertanya seputar pelatihan ini juga boleh.  Baik Bu Vitriah. Penerbit indie menawarkan paket penerbitan, seperti yang sudah saya jelaskan di atas, itu saja.  mungkin ada pertanyaan lanjutan ? Siap. Ada.

Selamat malam, Pak. Nama : Theresia Martini, Sekolah : SMP Negeri 6 Pangkalpinang, Gelombang 24. Pertanyaan : Selain dengan tulisan resume apakah kita juga bisa mengirimkan puisi ? Bagaimana syarat dan upaya untuk menerbitkan puisi .. Terimakasih Pak. Pasukan Pangkalpinang nih, Pak. 

Selamat malam Bu Theresia.  Weh satu daerah Bu Ros ya hehe . Iya bisa bu. Boleh jenis tulisan lain. Tidak harus resume untuk syarat menerbitkan buku, Termasuk puisi boleh.  Biasanya kalau puisi minimal 30 puisi. Untuk puisi syarat khususnya itu saja bu. Ketentuan lainnya sama seperti tulisan lain. Seperti yang ada di postingan blog saya tadi

Parni- gelombang 23 - Wonosari Gunungkidul. Mohon bimbingan membuat buku dari resume PM ini, sehingga cepat antri di penerbit.... makasih🙏salam sehat.

Iya siap bu. Oh iya saya jadi ingat. Pastikan naskah yang dikirim ke saya, sudah lengkap. jika ingin diterbitkan lewat saya, Jangan sudah kirim naskah, tapi kata pengantarnya ketinggalan. Dikirimnya menyusul. Jadi pastikan betul-betul naskahnya tidak ada bagian yang ketinggalan. Cek lagi sebelum kirim ke saya

Selamat malam Pak Brian Saya Bu Siti Rohani SMP Negeri I Kalirejo Lampung Tengah 

Pertanyaan 

Jenis buku yang diterima di penerbit Indie yang dapat untuk kenaikan pangkat juga Seperti apa ya Pak?

Iya buku solo yang terbit dari pelatihan ini bisa juga untuk kenaikkan pangkat. Buku kumpulan resume bisa termasuk buku dalam bidang pendidikan. penerbit indie terima semua jenis buku. Justru kita perlu menyesuaikan apa saja jenis buku yang diterima untuk kenaikkan pangkat. Setahu saya: buku dalam bidang pendidikan, kumpulan puisi, kumpulan cerpen.

Sepertinya masih ada lainnya, lebih lengkapnya silakan nanti di pertemuan ke 24 ada materi  Buku untuk Kenaikan Pangkat PNS . 

Assalamu'alaikum, Mutmainah Lebak  Ijin bertanya pak, setelah menerbitkan buku di penerbit indie depok lalu dikemudian hari ada yang harus di revisi dalam buku tersebut. Apakah draf naskahnya dikembalikan kepada penulis  atau penerbit itu sendiri yang akan mengeditkannya  ? Terimakasih. Waalaikum salam.

Pertanyaan Bu Mut ini hitungannya untuk membantu peserta. Bukunya sudah terbit di saya hehe terima kasih Bu Mut. Betul nanti dalam prosesnya ada pengecekkan kembali oleh penulis. Baik penerbit depok maupun malang, sama seperti itu Jadi nanti penulis akan dikirimkan pdf naskah fix. Kemudian penulis mengecek isi pdf. Siapa tahu ada yang perlu direvisi. Jika ada yang direvisi, penulis menulis revisinya di format revisi yang akan saya berikan,, seperti itu bu

Assalamualaikum wr.wb. Saya bu Elmiya Sari dari Pasuruan.  Wah...menjadi kemudahan tersendiri bagi kami penulis awal untuk menerbitkan karya. Tapi jadi bingung sendiri bunda Ros. Banyak penerbit Indie yang menawarkan jasanya. 

Pertanyaan saya.

1. Apa kelebihan penerbit Malang dari penerbit lainnya?

2. Apa syarat-syarat ( kriteria)yang harus dipenuhi dari penerbit  Malang untuk penulis?

  Terimakasih.  Waalaikum salam.

Nah ... Bapak/Ibu, tunggu apa lagi? Ayo segera siapkan  naskah dan kelengkapannya sesuai dengan penerbit yang Bapak/Ibu pilih. Jika masih ada yang belum dipahami, silakan ditanyakan melalui sesi tanya jawab.


 Silakan Bapak/Ibu yang mau bertanya.

[20.03, 25/2/2022] +62 812-7396-949: Silakan bu Ros, bisa mulai tanya jawab

[[20.32, 25/2/2022] Ros Gel24: Jangan bingung bu, silakan nanti cobain saja satu-satu hehe

[20.32, 25/2/2022] Ros Gel24: sebelumnya, saya akan menjawab pertanyaan Bu Elmiya dengan perbandingan terhadap penerbit depok

1. Kelebihannya adalah biaya cetak ulang yang lebih murah, ada editing, jumlah maksimal halaman lebih banyak (150 halaman A5)

2. bisa dibilang tidak ada syarat, seperti penerbit indie pada umumnya. Namun perlu dipahami ketentuannya. Bisa simak lebih lengkap disini: https://www.praszetyawan.com/2021/09/ini-cara-menerbitkan-buku-dengan-mudah.html

Puisi minimal 30 kalau cerpen minimal berapa pak makasih. Sebenarnya untuk keperluan penerbitan, jumlah minimal yang dimaksud adalah jumlah halaman agar tidak terlalu tipis saya katakan puisi minimal 30 karena puisi itu kan pendek-pendek. Sebenarnya tidak harus 30. Kurang boleh tapi setidaknya bisa mencapai 70 halaman A5.  A5 itu lebih kecil dari A4. Sekitar setengahnya A4., nah untuk cerpen mungkin bisa 15-20

Assalamualaikum,saya Sri Mulyani Wibusana SMAN Tanjungsari ,Sumedang, Izin bertanya, 1.Langkah apa yang harus saya tempuh ketika ingin menerbitkan buku?

2.Kalau ingin menerbitkan Jurnal untuk kenaikan pangkat apakah prosedurnya sama dengan buku buku yang lainnya?

Waalaikum salam.

1. langkahnya, tentu pertama menulis naskahnya. tulisan-tulisan resume boleh dijadikan naskah buku. Kemudian membuat kelengkapan naskah yaitu halaman depan, prakata, daftar isi tanpa nomor halaman, profil penulis, sinopsis.

2. Kalau jurnal beda lagi. Sekarang ini khusus buku saja. Tapi karya penelitian seperti PTK, skripsi, bisa dijadikan buku.

Salamat malam Om Brian,  maaf sebelumnya saya mengira Om Brian dari angkatan 8 ternyata lebih senior sekalipun usianya terbilang sangat muda.. Oiya tadi dijelaskan tentang ciri2 dan kelebihan Penerbit Indie, maka saya ingin menanyakan:

1) Ketika menebitkan buku secara Indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. dan itu saya pikir sebuah kekurangan dari penerbit Indie, dan kekurangan lainnya misalkan Editor di penerbit Indie itu dari penulis sendiri yang tekesan kurang profesional (mungkin banyak salah ketik atau typo). Apakah di dua rekanan penerbit Om Brian menyediakan editor yang profesional, minimal memiliki sertifikasi sebagai Editor buku Fiksi atau Non Fiksi??

2) Bagaimana sih aturan baku dalam menentukan harga dari sebuah buku yang diterbitkan secara Indie..apakah berdarakan jumlah halamannya atau karena temanya menarik? Saya terkadang kurang berminat membeli buku Indie karena harganya saya pikir kemahalan. 

Mohon jawabannya, terima kasih.


Nama Rina Harwati MTsN 6 Bantul

Saya membaca biodata Bapak tentang prestasi pernah menjuarai lomba penulisan best practice. Kalau boleh tahu pengalaman praktik baik tentang apa dan bagaimana trik2nya utk dapat juara.

Maaf, sedikit melenceng dari penerbitan.🙏

Iya untuk tingkat kecamatan best practicenya tentang mengembangkan budaya menulis melalui pembuatan buku antologi karya siswa. triknya tentu menulis hal yang pernah kita lakukan tapi belum pernah dilakukan orang lain di sekolah tempat kita mengajar. Di luar sana pembuatan buku masih menjadi hal istimewa, sehingga bisa juga menjadi kuncinya

Nama Zainab MTs  Negeri Sumba Timur Selamat malam pak Brian Untuk ISBN apakah di ajukan oleh penulis ataukah penerbit?

hehe oke bu, Tentu oleh penerbit , sudah tercantum di fasilitas penerbitan

Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB, gelombang 23 bertanya: Setelah saya simak, saya tertarik mengirim naskah ke rekanan om Brian. 

1. Apakah bisa di kirim naskah buku pelajaran juga atau semacam diktat?

2. Bagaimana cara memohon Kata Pengantar, misalnya ke Om Jay?

3. Apakah dalam naskahnya sudah lengkap dengan halaman nya. Atau dibiarkan kosong agar di atur oleh penerbit?

4. Apakah harus membuat semacam glosarium, index, daftar pustaka, dll. Untuk non fiksi?

5. Karya tulis apa saja yang bisa dihitung dalam Angka Kredit Guru sebagai syarat naik pangkat?

Terimakasih. Maaf banyak pertanyaan saya. Salam dari Lombok.

iya silakan pak 1. b isa. 2. langsung japri orangnya. Mohon minta dibuatkan kata pengantar sambil disertakan file word naskah bapak 3. dibiarkan kosong nanti nomor halaman diatur penerbit 4. glosarium dan indeks tidak harus. Daftar pustaka jika memang ada kutipan yang bapak ambil dari buku lain. 

 Asslamualaikum Bu Ros, malam Pak Brian. Sri  BM 24.

 izin bertanya:

1. Bagaimana untuk  syarat penerbitan buku di penerbit gamala pak, mohon penjelasannya  mengenai biaya, fasilitas; maksimum halaman dan ketentuan cetak biaya ulang pak, terimakasih

Waalaikum salam.

maaf ada yang ketinggalan, untuk no 5 silakan nanti di pertemuan ke 24

Silakan dibaca: https://www.praszetyawan.com/2021/10/murah-banget-menerbitkan-buku-ber-isbn.html. ada semua disitu

Selamat malam Pak Brian. Saya ibu Satrianah dari SDN 163 REJANG LEBONG BENGKULU

Sebenarnya saya tertarik untuk menerbitkan buku di penerbit Depok dengan pertimbangan lebih murah dan saya tidak perlu banyak buku.  Apakah di penerbit Depok naskah tidak di edit lagi..? kl tidak diedit oleh penerbit jadi kurang PD sebab kita masih pemula. Terimakasih pak Brian

Sebenarnya editor penerbit depok akan mengoreksi naskah kita. Tapi untuk kesalahan yang terlihat jelas secara sekilas. Misalnya kalimat yang belum selesai, kalimat yang kurang dimengerti, gambar yang seharusnya ada tapi tidak ada, dll.

Sebenarnya editor penerbit depok akan mengoreksi naskah kita. Tapi untuk kesalahan yang terlihat jelas secara sekilas. Misalnya kalimat yang belum selesai, kalimat yang kurang dimengerti, gambar yang seharusnya ada tapi tidak ada, dll.

Selamat malam Pak Brian, saya ingin bertanya cita2 saya pingin penerbit yang nyari saya bukan saya yang datang ke penerbit apakah bisa?menghayal dulu gpp ya Pak....dari Sigit Bekasi

Iya bisa saja pak. menulis di blog menjadi salah satu caranya. Bisa saja editor sebuah penerbit tertarik melihat tulisan-tulisan di blog kita kemudian berminat membukukannya. Tapi itu juga khayalan saya pak hehe

Bapak/Ibu, Mohon maaf, karena waktunya sudah lewat, Pak Brian akan menjawab pertanyaan yang masih belum terjawab di sini melalui blog beliau. Baik pas bu, Terima kasih Pak Brian atas paparan materi yang sangat bermanfaat ini. Semoga setelah ini  mahkota penulis dan gelar alumni dapat diraih. Silakan closing statement, Pak.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Materi Rapat 8 Mei 2024 Persiapan Evaluasi Akhir Semester Genap 2023/2024 SMAS PGRI Bantimurung

Materi Rapat Pemantapan Tugas dan Sosialisasi Metode Hybrid Learning SMAS PGRI Bantimurung