Resume 16 Pelatihan Belajar Menulis
Langkah Menyusun Buku Secara Systematis
oleh : Ibnu Muslim

Moderator        : Mulyadi

Narasumber     : Yulius Roma Patandean, S Pd

Pelatihan belajar menulis pertemuan ke -16 seperti biasanya dimulai pukul 19.00 WIB. 

Mulyadi selaku moderator mengawali pelatihan dengan menuliskan kalimat melalui WA grup sebagai berikut : " Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam semuanya, semoga bapak ibu peserta kelas belajar menulis gelombang 23 dan 24 semuanya sehat dan berbahagia. Malam ini senang sekali saya kembali bisa membersamai bapak ibu pada pelatihan belajar menulis PGRI asuhan Om Jay sang guru bloger Indonesia. Saat ini kita sudah berada dipertemuan yang ke-16. Artinya kita telah melampaui setengah dari perjalanan panjang belajar menulis. Tentu kita berharap semangat bapak ibu semakin kuat dan passion menulisnya semakin melekat ...he...he....

Saya tak perlu lagi memperkenalkan diri, pada pertemuan ke-13 saya sudah memperkenalkan diri sehingga bapak ibu pasti sudah cukup familiar dengan saya, .maaf itu perasaan saya saja, Baik, bapak ibu, malam ini saya akan mendampingi narasumber hebat dari Tanah Toraja. Siapa yang tidak kenal dengan Tanah Toraja, sebagai salah satu destinasi wisata saya cukup terkenal setelah Bali. Siapa lagi kalau bukan bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd.

Dari sebuah media online Pedoman Media dalam sebuah artikel dengan judul Mengenal Yulius Roma Patandean, Penulis & Editor Profesional asal SMAN 5 Tator, diketahui beliau lahir  lahir di Salubarani, Tana Toraja, 6 Juli 1984. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007). Saat ini sementara melanjutkan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja. Belaiu adalah guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja sejak tahun 2015.

Bapak Yulius, adalah seorang penulis yang cukup produktif. Beberapa buku telah berhasil diterbitkan seperti Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020). Buku kedua yaitu Digital Transformation yang diterbitkan oleh salah satu penerbit mayor, penerbit ANDI Offset. Sebelum lebih jauh kita berkenalan dengan bapak Yulius Roma, baik rasanya jika pertemuan kita malam ini kita buka dengan sama-sama membaca Bismillahirrahman nirrahim, semoga Allah swt, Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran acara kita malam ini, baik narasumber maupun peserta.

Oh ya, acara kita seperti biasa akan kita bagi dalam tiga sesi, sebagai berikut

1. Penyajian materi oleh narasumber

2. Tanya jawab 

3. Penutup

Tanpa membuang waktu lagi, mari kita sambut narasumber hebat kita malam ini....Bapak Yulius Roma Patandaen, S.Pd, Jalan-jalan ke tanah toraja, jangan lupa membeli biskuit roma, Meski berkenalan baru saja, Waktu dan room buat bapak Roma, .silahkan... Tanpa membuang waktu lagi, mari kita sambut narasumber hebat kita malam ini....Bapak Yulius Roma Patandaen, S.Pd"

Sekarang mari kita menyimak uraian dari nara smber sebagai berikut : " Terima kasih pak Muliadi., Waduh pantunnya keren,  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam Sejahtera., Selamat Malam bapak/ibu guru penulis hebat PGRI., Sangat bahagia bersua bapak/ibu malam ini. Terimakasih, Saya mencoba balas pantun deh......

Hujan gerimis dingin melekat

Si kecil jajan enggan mendekat

Jalan panjang menulis kiat dekat

Pak Muliadi keren pantunnya, para penulis pasti nekat

Selamat malam Omjay, selamat malam buat semua tim pendukung grup belajar menulis ini.  Baru beberapa menit yang lalu sampai di rumah...selepas perjalanan seharian ke pelosok Tana Toraja, di kaki gunung Latimojong, mengunjungi salah satu sekolah PGRI di sana. Tapi kelas menulis yang luar biasa ini menghilangkan capek saya.

Saya belajar dan bisa menulis melalui grup pelatihan ini, tepatnya di gelombang 9 pada awal pandemi Covid-19. Jadi, saya yakin teman-teman semua pasti bisa juga menulis dan menerbitkan buku. Di sini, kita akan belajar bersama dan berbagi pengalaman menulis.

Pak Muliadi selaku moderator keren malam ini telah memperkenalkan saya....                         Jika masih ada yang penasaran, boleh jalan-jalan ke blog saya.  https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html. Sampai sekarang saya masih sering menyimpan tulisan di blog.  Lanjut ya ........... 😊

Topik malam ini adalah Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis. Saya sebenarnya yakin, teman-teman telah memiliki bakat dan kemampuan sendiri dalam melakukan editing terhadap naskah tulisan untuk kemudian diusulkan kepada penerbit. Apa yang saya bagikan malam ini adalah pengalaman saya selama ini. Besar harapan saya akan mendukung teman-teman dalam menyelesaikan tulisan.

1 Dalam menulis dan menyelesaikan tulisan, saya masih memegang prinsip CLBK. Apa itu CLBK? 

2 Menulis tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa semata tanpa ada percobaan. Bagi saya, COBA untuk menulis adalah satu kata romantis. Dengan mencoba maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba.

3 Percobaan mendorong kita untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. Apakah sekedar selesai mencoba atau mau melanjutkan? Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, biarkan ide itu mengalir bersama jari-jari mungil kita. Melakukan proses lebih dalam membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan ditulis.

4 Menulis harus menjadi budaya. So, BUDAYAKAN! Bagi orang Toraja, mengenakan sarung dalam berbagai aktifitas adalah bagian dari budaya yang tidak bisa terpisahkan dari perjalanan hidup. Menulis juga harus menjadi budaya yang menyatu dalam perjalanan hidup saya dan teman-teman. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya. Sebuah buku yang terbit dari penerbit.

5 Budaya seperti yang khalayak ramai pahami tentunya adalah kebiasaan. Menjadi kebiasaan belum tentu pula akan memberi dampak positif jika tidak ada konsistensi pelakunya. KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis yang saya anut. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam prakteknya.

6 Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten, inilah yang saya sebut CLBK dalam menulis. Istilah ini boleh menjadi pemberi semangat dan pendorong kepada teman-teman untuk memulai, meneruskan dan menciptakan karya tulisan.

7 Nah, tentunya calon naskah teman-teman telah siap. PASTI YA. Minimal dari resume materi-materi yang telah disajikan puluhan narasumber sebelumnya. Lebih luar biasa lagi jika teman-teman telah memiliki naskah solo.

8 Seperti apa cara sistematis yang saya lakukan dalam menyelesaikan tulisan?

9 Saya melakukan seperti yang terdapat dalam tautan berikut ini. 

https://youtu.be/eePQwyHAcjw

10 Tambahannya ada di sini. https://youtu.be/jXPr59aWJSc

Maaf terpotong-potong penjelasannya, maklum masih belajar juga. 

11 Menyelesaikan tulisan akan terjadi oleh karena konsistensi dalam menulis. Jadi, romansa menulis terasa indah ketika CLBK menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses mengumpulkan percikan-percikan ide kita, kemudian kita susun secara sistematis. Demikian sharing saya malam ini. Semoga membantu teman-teman menyelesaikan tulisan. Salam bahagia. 

Saya kembalikan ke bapak moderator.

Terima kasih.

Tanyajawab :

Selamat malam, Pak Rom. Senanga berkenalan dengan Bapak/ Narasumber hebat.Saya membaca profilnya memantik semangat saya. Salam kenal dari Maria_Jakarta. Saya sudah “ Coba dan Lakukan” untuk menulis tapi baru 3 kalimat atau 1 paragraf sudah muter-muter untuk melanjutkan tulisan

!. Bagaimana menyambung kembali?

2.Apa strategi untuk membuat judul yang tepat dan relevan?

3. Bagaimana cara paling mudah atau sederhana menulis sistematis?

Terima kasih, Pak Rom. Salam sehat.

Selamat malam, ibu Maria dari Jakarta.

1. Strategi menyambung kembali.... versi saya..... menulis ketika lagi senang atau tanpa beban. Memang tak bisa dihindari bahwa kadang kala kita menulis, banyak ide yang mau dituliskan di kepala kita. Tapi, saat berproses, ide-ide itu mulai raib. Ketika ide-ide sulit disambungkan, biarkan saja dulu, jangan di hapus (delete)..... ketika kita membacanya nanti saat mengedit...ide-ide itu akan menemukan tempatnya. 

2. Strategi untuk membuat judul yang tepat dan relevan. Konsisten menuliskan naskah atas judul yang telah disiapkan. Buat judul pendek/singkat. Judul yang paling berkesan biasanya lebih singkat. Judul pendek mudah diingat dan seringkali bisa lebih menggugah dan kuat daripada judul yang lebih panjang.

Judul sebaiknya mudah diingat dan unik,  mudah dikenali dan tak terlupakan. 

3. Cara paling mudah atau sederhana menulis sistematis. Saya tak punya cara tercepat selain percaya pada diri saya sendiri bahwa saya bisa menyelesaikan tulisan itu. 

 Terima kasih.

Asslamualaikum wr.wb. BM 24. NAMA SRI W

1.sebagai penulis pemula..kendala penulis menjaga konsistensi itu  menjadi kendala pak, bagaiman cara menumbuhkan konsistensi dalam menulis ini,?

2. Apakh setelah buku solo ini terbit ..dan langkah selanjutnya seperti apa pak.alangkah ironi jika buku solo hanya dinikmati pengarang nya sendiri..bagaimana untuk mengembangkanny pak? Terimkasih

Sabar ya bapak ibu,...silahkan ngopi dulu...sambil nikmati cemilan pisang gorengnya   Sepertinya pak Yulius mengalami sedikit kendala ...

Jawab P2

Waalaikumsalam wr.wb. ibu Sri.

1. Cara menumbuhkan konsistensi dalam menulis ini: fokus, bangun minat menulis dan miliki motivasi bahwa saya harus menghasilkan sebuah buku ber-ISBN. Awalnya memang tersendat oleh karena banyak faktor, seperti pekerjaan, capek, kegiatan sosial, dll. Konsistensi akan ada seiring minat menulis telah ada. Jika ada kendala, jangan mundur. 

2. Buku solo, sebagai buku pertama, biasanya penulisnya sendiri malu-malu hehehe. Mulailah promosikan ke rekan-rekan kerja di sekolah atau komunitas. Tulisan ada pembaca atau tidak, sebenarnya menunggu waktu. Akan ada masanya buku itu terbaca. Ambil hikmahnya saja bu, terus menulis, pasti bisa. Selama niat menulis ada.

Assalamu'alaikum wr wb pak  saya syamsurizal SMKN 3. Padang

Terima kasih materinya 

Pertanyaan, langkah sistematis apa yang bisa dilakukan biar kita bisa menulis dengan cepat terima kasih atas jawabannya

Halo pak Syamsurizal. Sama-sama pak.

Langkah sistematis sederhana sebenarnya sudah disiapkan di Microsoft word pak. Hmm..kebetulan saya mencobanya seperti yang ada di link YouTube yang saya kirimkan.  Selebihnya mungkin ada sumber-sumber lainnya. Terima kasih.


Assalamualaikum wr.wb.  Salam kenal saya ibu Elmiya Sari dari Pasuruan. Pertanyaan saya,

1. Adakah trik memilih sub judul yang tepat supaya antara bab 1 dan lainnya tulisan saling terkait.

2. Bagaimana supaya buku yang kita buat banyak disukai pembaca?

Terimakasih


Waalaikumsalam wr.wb. ibu Elmiya Sari.

1. Trik saya adalah membaca naskah ketika mengedit. Contoh: Bisa saja Bab 5 cocoknya ada di Bab 2. Demkian halnya dengan sub judul. Kadang sub judul itu ada di bab lain, tapi cocoknya di bab sebelum atau sesudahnya. Dan tidak menutup kemungkinan, ada sub judul yang justru menjadi Bab. Ini terjadi ketika kita menulis tanpa outline yang ditentukan sebelumnya. Namun jika sebelumnya sudah ada outline penulisan, maka kita akan fokus.

2. Perbanyak promosi saja, misalnya lewat media sosial. Adakan kampanye menulis buku di sekolah, dengan demikian teman-teman lain akan penasaran. Selebihnya…cetak buku dan simpan di perpustakaan sekolah. Memulai dari hal-hal kecil.


Assalamualaikum wr wb, Saya Rini Sugi dari Bogor. 

Yang ingin saya tanyakan adalah apa langkah penulisan secara sistematis ini hanya untuk tulisan nonfiksi saja? Atau bisa juga untuk tulisan fiksi? 

Terima kasih , Wassalamualaikum wr wb

Waalaikumsalam wr.wb. ibu Rini.

Langkah-langkah tersebut bisa diterapkan untuk tulisan fiksi bu. Yang membedakan nantinya adalah tidak adanya sub judul/ kurangnya subjudul di tulisan fiksi. Bahkan untuk Thesis pun bisa diterapkan bu. Selamat menulis dan selamat mencoba.

Assalamu'alaikum pak Adi dan Salam sejahtera Pak Roma selaku narsum pada pertemuan ke 16 malam ini..

Perkenalkan saya A. Amali K dari Bantul, Luar biasa dan menarik sekali materi pak Roma malam ini. Salut saaya meskipun baru saja kembali dari kegiatan di daerah namun dengan semangat membara tetap mebersamai kami di kelas BM. 

Baik pak, ada sedikit ganjalan sebagai penulis pemula terkait dengan teknik penulisan buku yg bisa diterbitkan penerbit mayor sebagaimana jejak pak Roma selama ini yang mampu menulis buku bersama Prof. Eko, bahkan ada 2 buku (Digital Trasformation dan Flipped Classroom). Bagaimana mensistematisir suatu sub tema menjadi satu kesatuan yang utuh, terutama dalam menulis buku Digital Transfrmation yang saya liat di Toko Buku Andi Jogja sa…

Jawab P6

Waalaikumsalam Pak Adi. Terkait buku yang terbit di penerbit mayor…sepertinya ada materinya dari Penerbit ANDI. Boleh dikata saya beruntung pak, diajak menulis oleh prof. Eko yang kemudian diterbitkan di penerbit mayor.hehehehe. Kemudian, saya diajak lagi prof. Eko menulis buku ajar untuk Universitas Terbuka. Sementara saya edit dan perbaiki naskahnya sesuai permintaan UT. 

Kemudian, buku Digital Transformation itu tebal karena saya selalu menambahkan topik-topik yang ada kaitannya dengan judul. Dan luar biasanya prof. Eko dan penerbit ANDI tak pernah menolaknya.


Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya, peserta dari gelombang 23:

a. Bagaimana caranya mengatur waktunya untuk bisa menulis di antara kesibukan lainnya? 

b. Bagaimana cara kerja yang biasa dilakukan ketika ada ide, lalu menuangkan nya dalam tulisan sampai mengedit nya. Apakah sudah di siapkan dari awal apa yang mau ditulis secara sistematis atau nanti baru diatur saat proses self editing?

c. Apa yang perlu disiapkan dalam proses penulisan terutama menyangkut bahan (foto, gambar, dll) dan sumber pustaka?

Terimakasih... 

Salam dari Lombok..


Halo pak Frans

a. Ini pertanyaan sulit. Saya mulai kena imbas tulisan tidak selesai. Hehehe. Selama ini saya fokus menulis di akhir pekan dan hari Minggu selepas ibadah. Waktu lainnya saya manfaatkan jam tidak masuk di kelas di sekolah. 

b. Ada ide,langsung tulis pak. Taka da kertas, rekam di HP pak. Itu yang saya lakukan..ketika sudah mencapai 40 halaman A5..saya membacanya kembali dan memberikannya judul.  Baiknya menulis itu ada Outline, walaupun outline itu bisa berubah seiring isi tulisan. Selama ini, saya memilih self editing dengan tetap mengikuti pedoman dari penerbit. Nanti penerbit yang memberikan penyesuaian seperlunya.

c. Baiknya gunakan foto karya sendiri. Jika gambar dari internet, pilih yang creative commons. Jika mengutip, cantumkan  daftar pustaka. Bukan hanya dari buku, termasuk dari jurnal dan sumber internet lainnya. 

Semoga membantu 


Assalamu'alaikum,Selamat malam. Saya Sosialina Dari Natuna


Izin bertanya

1. Apakah tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca?

2. Bagaimana memahami siapa sasaran pembaca dari naskah yang akan kita tulis?

Selamat Malam ibu Sosialina

1. Betul sekali bu. Tulisan yang kita anggap biasa saja bisa menjadi tulisan yang dicari pembaca. Akan ada waktunya sampai pada jodohnya. Menulis sebaiknya tidak memakai judul viral di TikTok “Aku Bukan Jodohnya.” Hehehe. Setiap tulisan akan menemui pembacanya sendiri. Jadi, tuliskan saja bu. 

2. Ini susah saya jawab. Hehehe. Karena sampai sekarang saya tidak bisa memetakan pembaca buku saya. Oleh karena buku-buku itu buku non-fiksi. Jika arah tulisan kita sebagai pekerjaan yang menghasilkan, maka tentunya kita perlu memahami kemauan pembaca. 

Terima kasih.

Baik, bapak ibu mungkin ini pertanyaan terakhir

Silahkan pak Yulius, menyampaikan closing statement sebelum kita mengakhiri pertemuan kita malam ini..Terima kasih pam @~Muliadi >>>>

Jangan berhenti menulis sebelum terbit buku ber-ISBN. Fokus pada penyelesaian tulisan. Abaikan pembaca dan jumlahnya. Percaya diri pada kemampuan menulis pribadi lepas pribadi. Setiap penulis memiliki takdir tulisannya sendiri. Dan..... selalu siap CLBK kapan pun dan di mana pun.  

Salam sukses buat @Wijaya Kusumah yang tidak lama lagi akan menjalani Ujian terbuka program S3. Selamat malam buat semuanya.

Bapak ibu, luar biasa pertemuan kita malam ini, kita beruntung memperoleh banyak ilmu dan pengalaman dari bapak Yulius Roma, yang bukan hanya seorang penulis, tetapi beliau juga seorang youtuber handal.... terimakasih atas semua atensinya malam ini, terimakasih pak Yulius atas semua ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan, semoga apa yang telah dengan ikhlas diberikan kepada seluruh sahabat guru malam ini mendapatkan balasan yang setara dari Tuhan yang maha kuasa, amiin.

 Bambangan hitam burung perkutut

Yang empunya sang konglomerat

walaupun malam semakin larut

Semangat pesertanya makin kuat

Saya Muliadi, sebagai moderator malam ini tidak lupa menyampaikan permohonan maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Sekali lagi terimkasih, jangan lupa segera buat resumenya ....

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, dan selamat malam🙏🙏

Demikian resume 16 dengan judul materi : Langkah menyusun Buku Secara Sistematis " selamat membaca semoga bermanfaat.

                                                                                                                                                Penyusun : Ibnu Muslim

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Materi Rapat 8 Mei 2024 Persiapan Evaluasi Akhir Semester Genap 2023/2024 SMAS PGRI Bantimurung

Materi Rapat Pemantapan Tugas dan Sosialisasi Metode Hybrid Learning SMAS PGRI Bantimurung