Resume 15 Pelatihan Belajar Menulis
Konsep Buku Nonfiksi
Oleh : Ibnu Muslim.
Moderator : Dail Ma'ruf
Narasumber : Musiin, M Pd
Jumat 18 Prebuari 2022 pelatihan ini dibuka oleh moderator pukul 19.00 WIB dengan mengajak berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing. Namun karena kesibukannya maka modearotor dibantu oleh Rosmiyati. Inilah petikan tulisannya via WA grup :
" Baik Bapak/Ibu, berhubung Pak Dail dalam perjalanan, mari kita langsung sambut kehadiran Narasumber kita malam ini. Kepada Ibu Musiin, M.Pd. kami persilakan masuk kelas. Silakan, Ibu. Terima kasih, mohon ijin saya masuk."
Selanjutnya narasumber menyampaikan materinya sebagai berikut :
"Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam sehat. Semoga kegiatan menulis ini menjadi berkah bagi kita semua di masa pandemi Covid-19 yang juga belum reda dan menjadi penguat iman dan imun tubuh. Semoga ilmu yang kita peroleh malam ini bermanfaat dunia akhirat. Bapak Ibu, mohon ijin share biodata saya supaya kita ada di satu frekuensi, Frekuensi Menulis. Silakan berselancar agar kenal. Terima kasih Kak Ros atas kesempatan yang diberikan. Saya lanjut ya
Selamat malam Bapak Ibu penulis hebat, peserta kelas menulis Om Jay gelombang 23 dan 24. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Om Jay dan Mas Moderator yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk berbagi sedikit ilmu dan berdiskusi dengan Bapak Ibu Saya adalah alumni kelas menulis seperti halnya Bapak Ibu saat ini. Di awal saya ikut kelas menulis saya juga belum memiliki blog, saya berangkat dari nol. Saya tidak pernah bermimpi untuk bisa menulis buku, namun ternyata kelas menulis Om Jay menjadi pembuktian bahwa TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN. Kata Prof Rhenaldi Kasali, kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan. Menulislah setiap hari, maka keajaiban akan datang. Om Jay selalu memotivasi kita semua untuk Menulis Setiap Hari di Blog..
Deretan buku-buku di rak tengah adalah karya alumni gelombang 8 yang berhasil masuk ke penerbit mayor, Penerbit Andi. Saya telah berhasil mengalahkan ketakutan dari diri saya sendiri. Ketakutan itu ternyata merendahkan potensi saya untuk menulis Saya yakin Bapak Ibu hebat yang ada di kelas ini pasti juga mampu menjadi PEMENANG DENGAN MENERBITKAN TIDAK HANYA 1 buku namun puluhan buku. Aamiin.
Di kelas ini Bapak Ibu didampingi orang-orang hebat yang Insha Allah akan mengantar Bapak Ibu menerbitkan buku. Beliau-beliau yang ada di kelas ini adalah mentor-mentor saya. Bapak Ibu yang luar biasa, ketakutan yang saya rasakan ketika menulis buku adalah sebagai berikut:
1. Takut tidak ada yang membaca.
2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Ketakutan itu yang sering kali membuat saya merasa konyol dengan hanya duduk berjam-jam di depan laptop, namun tidak menulis apapun.
Akhirnya saya singgah di Kelas menulis Om Jay dan bertemu dengan banyak penulis pemula dan pemateri hebat, salah satunya adalah Prof Eko. Dan cahaya untuk berkarya berasal dari diri saya sendiri. Saya yang minder untuk menulis, menjadi berani untuk menulis. Kegiatan menulis ternyata sangat menyenangkan. Kekuatan menulis ini akan menjadi sangat berarti ketika Bapak Ibu ingin menjadi salah satu bagian dari Program Guru Penggerak.
Bapak ibu jangan sampai menjadikan kegiatan menulis, sebagai contoh menulis resume kelas Om Jay menjadi sebuah mimpi buruk. Bapak Ibu penulis hebat. Prof. Eko saya ibaratkan sebagai seorang Master Chef yang memberi kita banyak pilihan bahan masakan yang bisa kita olah menjadi berbagai jenis hidangan. Pilihannya ada pada diri masing-masing peserta. Bahan masakan yang disediakan Prof Eko, bisa kita peroleh di Prof EKOJI Channel. Seperti yang disampaikan Prof Eko, Bapak Ibu bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita, atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai
Do what you love and love what you do., Yes!
Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. Saya memiliki buku, Bapak Ibu juga memiliki buku, NAMUN buku tersebut MASIH belum lahir..
Wow ... it can be both.
Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Berapa ratus purnama telah kita lalui, berapa banyak kejadian entah itu pahit atau manis mengukir perjalanan hidup kita. Jadi, semua tergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak. Atau hanya dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk obrolan atau cerita kepada anak cucu saja, yang tidak meninggalkan jejak keabadian.
Bapak Ibu yang hebat, menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.
Sebelum menulis buku, Bapak ibu harus menemukan alasan kuat mengapa ingin menjadi penulis. Alasan saya ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut: 1. Mewariskan ilmu lewat buku. 2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline. 3.Mengembangkan profesi sebagai seorang guru. Hmm ... apa ya?
Apakah kutipan ini masih relevan di era digital saat ini? Di era Tik Tok, You Tube, dan Instagram, Tentu masih ..Saya kira masih Bapak Ibu. Kekuatan youtuber hebat, selegram terkenal,salah satunya adalah komunikasi. Komunikasi bisa dibangun jika kita pandai merangkai kata dan kalimat.
Bagaimana dengan ini Bapak Ibu? Kak Ros setujukah dengan kutipan ini. Kalau gitu harus nulis dong ... karena saya bukan siapa-siapa. Kutipan ini membawa pesan menulislah jika engkau ingin dikenal orang banyak. Alhamdulillah, saya kenal Ibu Iin karena menulis.
Keinginan kuat ternyata mengantarkan ke hukum tarik menarik di alam semesta ini. Hukum Tarik-Menarik dalam rahasia alam ini mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. Pikiran menjadi penulis mengantarkan saya mengikuti kelas-kelas menulis (salah satunya kelas Om Jay dan tantangan menulis selama 1 minggu bersama Prof. Eko. Kalau kita berpikir untuk menulis buku maka akan lahir buku. Kalau kita berpikir kegagalan, maka yang tersisa hanya kekecewaan. Ayo semangat Bapak Ibu.
Bapak Ibu penulis hebat,malam ini kita membahas buku nonfiksi. Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni: 1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) Contoh: Buku Pelajaran, 2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses. Contoh: Buku Panduan, 3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)
Pola yang saya pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster. Proses penulisan buku terdiri dari 5 langkah, yakni :1. Pratulis, 2. Menulis Draf, 3. Merevisi Draf, 4. Menyunting Naskah, 5. Menerbitkan
Langkah Pertama Pratulis : 1. Menentukan tema, 2. Menemukan ide, 3. Merencanakan jenis tulisan, 4. Mengumpulkan bahan tulisan, 5. Bertukar pikiran, 6. Menyusun daftar, 7. Meriset, 8. Membuat Mind Mapping, 9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll. Pilihlah tema yang Bapak Ibu kuasai dan Bapak Ibu cintai.
Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
Jika ide itu datang segera ditulis, karena ide itu mudah datang dan juga mudah pergi. Tema yang saya angkat di buku saya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa, mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020. Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet. Pada saat saya menulis buku ini, kita sedang dalam situasi lockdown. Saya hanya duduk manis di rumah.
Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet
Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, saya mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)
Pak Yulius juga merupakan alumni gelombang 8 dan saya yakin beliau juga akan memberikan materi kepada Bapak Ibu. Langkah beliau sangat mujarab untuk menulis sebuah buku. Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.
Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Langkah kedua Menulis Draf 1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide ditulis.
Langkah ketiga Merevisi Draf 1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian 2. Memeriksa gambaran besar dari naskah. Langkah keempat Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI) 1. Ejaan, 2. Tata bahasa, 3. Diksi, 4. Data dan fakta, 5. Legalitas dan norma..
Apa tidak ada hambatannya? Pasti banyak Bapak Ibu. Kalau mulus-mulus saja, tidak ada ceritanya. Hambatan-hambatan dalam menulis 1.Hambatan waktu, 2. Hambatan kreativitas, 3. Hambatan teknis, 4. Hambatan tujuan, 5. Hambatan psikologis,
Cara mengatasi, Banyak cara mengatasi hambatan untuk menulis. Solusi itu ada di diri kita sendiri. 1. Banyak membaca, 2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber. 3. Disiplin menulis setiap hari., 4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak). Masih banyak solusi yang saya yakin Bapak Ibu lebih hebat dari saya.
Demikian sharing pengalaman dari saya. Semoga ilmu yang sedikit ini bisa membantu Bapak Ibu. menaklukkan tantangan untuk menulis buku non-fiksi..
Pertanyaan
Assalamualaikum wr.wb. perkenalkan saya Umi Agus Farida dari Kalsel mohon izin bertanya, sering kali menulis fiksi itu susah bagi saya terutama dalam hal tanda2 baca, bagaimana menyikapi hal ini? Terimakasih
jawab : Wa alaikum salam. Terima kasih pertanyaannya Bu Umi Agus Farida. Menurut saya Bu Umi menulis saja terus sampai selesai, jangan sampai berhenti hanya karena faktor tanda-tanda baca. Setelah selesai, Bu Umi bisa minta bantuan teman misalkan guru Bahasa Indonesia untuk membatu mengedit tulisan Bu Umi. Kita serahkan ke ahlinya. Teman kita juga pasti akan senang karena nanti di sampul buku tertulis nama beliau sebagia editor, Kita senang, beliau juga senang dan buku kita juga terbit. Semangat melahirkan buku Bu Umi.
Saya Widuri Permata AR dari Lombok Barat, kebetulan saya ikut tantanganProf. Eko Indrajit di Februari Romantis. Judul sudah diterima, kesulitan saya sekarang adalah dalam mengisi urutan bab dan sub judul bab. Bab 1 itu tentang apa, kedua, ketiga dan seterusnya. Takut salah karena tidak memiliki pengalaman dan rasa kurang percaya diri. Kemudian kesulitan juga mencari literatur. Mohon pencerahannya
Selamat malam Bu Widuri Permata. nama yang indah sekali. Selamat telah ikut tantangan Prof Eko, bergerak terus dan pantang mundur sebelum terbit buku. Untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan banyak membaca materi-materi yang sesuai judul yang ibu ajukan. Dengan banyak membaca, pasti akan muncul ide. Di saat ide muncul segera tuliskan. Selain membaca, Bu Umi bisa menyaksikan konten-konten di you tube. Insha Allah pasti akan timbul ide untuk menulis isi buku tersebut secara lengkap. Konten-konten di you tube banyak sekali yang memberi kita ide dan sifatnya kekinian.
Mada dari Bali. Saya BM 24, baru mau tanya bunda, Dari Cv bunda ada buku :
1. Digital Brochure Mengasah Kemampuan Menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z
2. Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi (Karya bersama Prof Eko)
3. Selaksa Hikmah dari Tarokan (Karya bersama siswa-siswa)
4. Ukir Prestasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)
5. Cergam Panji Asmarabangun and Dewi Sekartaji
6. Modul Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IX.
7. Menulis Artikel populer di majalah online
Pertanyaannya : Dari tujuh buku tersebut mana yang paling laku?
Terima kasih Kak Mada dari Bali yang luar biasa. Yang nomer 2, terus terang karena ada nama besar Prof Eko di buku tersebut.
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.. Selamat malam bunda master Musiin dan bapak master Dail. Perkenalkan saya Lely Suryani gel 23 dari Banjarnegara. Ijin bertanya : Pada tahalan pra tulis ada tahapan membuat mind Mapping. Mohon dijelaskan, bagaimana cara membuat mind mapping tersebut dan bentuk kongkritnya seperti apa ? Terima kasih.
Wa alaiku salam Wr. Wb. Selamat malam Ibu Lely dari Banjarnegara. Mind mapping adalah membuat peta konsep. Peta konsep ini semacam kerangka tulisan atau bentuk awal dari tulisan kita. Peta konsep ini berisi ide utama, ide pendukung, sumber data, bentuk data yang kita tampilkan dll. Jadi ini mendorong kita untuk berkreasi mengembangkan ide kita. Silakan dicoba. Semoga sukses.
Saya Ramadany Puspita Sari dari Surabaya. Saat membuat cerita jika sudah ditentukan Temanya saya dengan mudah menjabarkan menjadi cerita tetapi saya kesulitan membuat judul...saya ingin judul yang menarik sehingga pembaca penasaran....mohon bimbingannya 🙏
Terima kasijh Ibu Ramadany, pertanyaan yang luar biasa. Judul itu menggambarkan isi cerita. Supaya pembaca itu tertarik, buatlah judul itu semenarik mungkin, mudah diingat dan menggambarkan isi dari buku itu. Saya pernah membaca buku dengan judul Normal is Boring. Judul itu menggambarkan sesuatu yang anti mainstream. Pembaca pasti tertarik karena kalimat normal is boring. Yang perlu diingat jangan sampai judul tersebut menarik namun menyesatkan, artinya antara judul dan isi tidak sesuai.
Ide yang datang harus kita kembangkan supaya bermakna, caranya dengan banyak membaca dan melihat fenomena yang terjadi saat ini. Kita harus pandai mengaitkan peristiwa masa lalu dengan kondisi saat ini dan yang akan datang. Tulisan yang terupdate dengan pembaharuan pasti diminati banyak orang dan bermanfaat.
Saya Riki dari Pandeglang, BM 23. Ijin bertanya ;
Ada 2 buku yang ibu jadi editornya :
1. Kaulah Sosok Inspiratif di Hatiku ( Antologi Sosok Inspiratif)
2. Kisah Penyemangat Kalbu (Antologi Penyuluh Agama)
Mana lebih mudah antara nulis bareng Prof Ekoji atau Editor ? Dan mana yang lbh bikin ibu enjoy?
Terima kasih Ibu Riki. Mana yang lebih menarik? Semua proses bagi saya selalu menarik, karena setiap momen yang ada tidak akan datang 2 kali. Kita nikmati semuanya. Ketika menulis buku kita harus pandai menuangkan ide agar ide tersebut menarik pembaca. Kita harus bisa membangun jembatan antara kita penulis dan pembaca melalui tulisan. Jika kita menjadi editor kita harus bisa menerjemahkan makna yang ditulis penulis. Tulisan bagus namun tidak mengurangi makna yang ingin disampaikan penulis.
Assalamu'alaikum w.w.
Mohon izin Bu Musiin ..salam kenal ternyata ngajarnya di SMPN 1 Tarokan Kediri..dekat dengan rumah ibu sy di Kedungombo Tanjunganom Nganjuk. Sy ingin bertanya suka duka menjadi penulis terutama saat menulis buku bersama Prof Ekoji. Kendala apa yg terbesar yg ibu rasakan?
Berkaitan dgn Pembuatan buku Non-fiksi, lalu dikaitkan dgn Materi2 di Channel nya Prof Ekoji, tentunya kudu banyak referensi..bagaimana cara mendapatkan referensi yg berbahasa Indonesia tp sesuai dgn materi yg akan kita pilih di channel itu? .Terima kasih atas jawabannya. A'am dari Bantul asli Nganjoek
Teriam kasih pertanyaannya. Tantangan menulis bersama Prof Eko adalah mengembangkan ide tulisan kita. Silakan buka channel Prof Eko, pilih materi yang menarik dan sesuai dengan minat kita. Langkah selanjutnya cari referensi sesuai dengan materi yang disampaikan Prof Eko sebanyak-banyaknya.Ide-ide itu akan menarik jika dihubungkan dengan yang terjadi saat ini di sekitar kita. Refernsi banyak kita dapatkan di internet atau juga bisa berkunjung ke toko buku. Di Kediri ada toko Gramedia yang bisa digunakan untuk wisata literasi. Semoga tetap semangat.
Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB gelombang 23 bertanya:
Seperti yang dikatakan ibu Musiin : mengalahkan diri sendiri adalah kunci dalam menghasilkan karya tulisnya. Di atas juga sudah dikatakan bahwa motivasinya mewariskan ilmu, melihat karya di pajang di toko buku dan sekaligus sebagai pengembangan profesi guru.
Pertanyaan saya:
1. apakah semudah itu ibu langsung meloncat dan berkarya sehingga menjadi pemenang yaitu berhasil membuat buku seminggu bersama Prof Eko atau memang sudah ada modal khusus. Apa itu?
2. Saya juga ikut tantangan Prof Eko. Namun ada ketakutan saya dalam melengkapi data termasuk referensi. Ada beberapa link yang bisa saya cari. Apakah cukup itu? Kalau buku fisik, jujur di daerah kami masih kurang. Terimakasih…
Selamat malam Pak Frans. Betul sekali, saya tidak lantas tiba-tiba menjadi pandai menulis dalam 1 minggu. Sebelumnya saya memang suka menulis karena saya suka membaca. Membaca dan menulis itu korelasinya sangat kuat. Dengan membaca kita berlatih untuk kritis dan kreatif. Saya suka menulis namun tidak saya cetak menjadi buku. Momen di kelas Om Jay adalah batu loncatan untuk tampil menjadi pemenang mengalahkan ketakutan dari dalam diri.
Di internet banyak sekali artikel, e book, jurnal online yang bisa diunduh secara gratis. Bapak juga bisa menggunakan Mendeley, software pengelola referensi untuk memperkaya tulisan Bapak. Surat kabar juga banyak yang terbit secara online, itu juga bisa digunakan untuk referensi. Setelah hujan pasti akan terbit pelangi yang indah. Ayo semangat dari Lombok.
Ketika buku itu terbit di tengah keterbatasan pasti akan menjadi sesuatu yang luar biasa untuk episode perjalanan hidup kita.
Bagaimana kita akhiri dulu ya. Closing statemennya silahkan Bun .
Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar Bapak Ibu kesempatan menulis dengan Prof Eko tidak akan datang 2 kali. Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar : Mari kita menjadi PEMENANG DAN MENGUKIR NAMA KITA SEBAGAI BAGIAN DARI SEJARAH PERADABAN MANUSIA.
Luar biasa... Bunda. Jadi pemenang dalam kancah peradaban. Saya mohon maaf jika ada tutur kata yang kurang berkenan dan tidak semua jawaban saya menyenangkan Bapak Ibu. Semoga pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi yang membawa keberkahan bagi kita semua. Terima kasih. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Demikian yang sempat saya tulisakan pada resume 15 pelatihan belajar menulis gelombang 23-24. Salam literasi. Sebanyak-banyak ilmu yang kita tulis masih banyak yang belum ditulis, ayo terus menulis dan membaca.
Bagus pak
ReplyDeleteSemangat terus pak Guru Lisi..Salam Literasi
ReplyDelete