Resume 12 Pelatihan Belajar Menulis
Mengelola Majalah Sekolah
Oleh : Ibnu Muslim

Moderator                : Maesaroh
Narasumber             : Widay Setianingsih, S Ag

    Para pembaca yang budiman, kali ini penulis akan menuliskan, mengutip materi belajar menulis yang disampaikan oleh moderator maupun narasumber  serta soal jawab seputar mengelola majalah sekolah. Apa yang ditulis oleh moderator, narasumber dan apa yang ditanyakan oleh peserta pealatihan serta apa jawaban dari sang narasumber mari ikuti tulisan yang berikut ini.
    Selamat bersua dibilik senja yang jingga, semoga menggugah selera untuk menguntai pena. Sebuah temu semoga melabuhkan rindu, hingga tercipta semangat yang menggebu menghinggapi derai angin yang mencipta segumpal kenangan enggan mati.

    Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat malam Bapak/Ibu hebat Penggiat Literasi di Seluruh Pelosok Negeri. Jumpa kembali dengan Maydearly yang siap membingkai malam ini dengan bait-bait ilmu dari Narasumber hebat Arema. Sang waktu terlalu cepat menarik pelatuknya, mengitari hari demi hari, mengantarkan senja menuju buana nan gulita. Menapaki sejengkal episode tentang bait ilmu untuk menciptakan taman pengetahuan yang menawan.

  Hingga tak terasa sampai di Episode ke-12 yang bertajuk Mengelola Majalah Sekolah.  Sejatinya setiap peserta dikelas ini adalah mutiara dengan busur pena yang siap merangkai notasi nada, mengukir frasa  lewat tinta yang berdenyut di ujung pena maya agar menjadi sebuah karya. Manakala sudah tiada, pena itu menjadi jembatan kenangan yang tetap hangat sepanjang zaman. Sang moderator akan menyajikan acara di malam ini dengan 3 sajian: Pesona Pengetahuan, Kasih Sayang, serta jamuan.

        Ketiganya memiliki larik yang serupa, dimana pengetahuan akan menyempurnakan sesayap kasih sayang satu sama lain, seperti kita yang tak pernah bersua tetapi lekat dalam ingatan. Ada semangat yang dihantarkan bersama menuju satu puncak tujuan Menjadi Penulis Handal  Pula Sang Jamuan adalah pelengkap durasi di acara malam ini. Jika kita mulai dengan potongan-potongan semangat serta memainkan jemari, bak memulai makan malam dengan jamuan yang lezat.  Anggap saja malam ini, aku menyuguhimu dengan lelehan madu yang menggoda . 
       Malam ini izinkan saya membersamai Narsum hebat dari Arema (Arek Malang), yang selalu hadir with Sense of Motivation dimana semangatnya selalu mengembara hingga saat ini berada di puncak yang elegan. Berawal dari seorang peserta yang gigih, selalu membawa bumbu semangat dalam menulis,  kemudian menjadi peserta pertama yang lulus di angkatan 21. Karpet Merah menjadi Narasumber adalah bentuk penghargaan, and  great applause for hers. 

        Bernama Widya Setyaningsih sosok yang tak pernah berhenti mengembara mengukir pena hingga ia mampu melahirkan  karya perdananya yang begitu manis berjudul Laras-laras Makna dalam Puisi. Yoook kita jelajahi keluasan ilmunya lewat narasi pada blognya. Apakah Narsum kita sudah hadir di kelas ini?? Mari kita Sapa. 
         Alhamdulillah sudah hadir Narsum keceh kita. Baiklah, tanpa memperpanjang kata, The time is yours ( Sumber  : WA grup Belajar Menulis 24-Maesaroh)
        
      Terima kasih pada sahabatku yang luar biasa Bu Mae yang setia menemani saya malam ini. Bu Mae yang biasa saya panggil bucan, bukan hanya sahabat bagi saya, tapi juga motivator, dan mentor yang mendampingi saya hingga lahirlah karya solo perdana saya yang berjudul Laras laras Makna dalam Puisi Terimakasih bucan..Senang dan bahagia sekali malam ini saya bisa membersamai Bapak Ibu blogger hebat di pertemuan ke-12 ini. Semoga semangat tetap membara, berkobar di dalam dada.  Tak akan mundur, sebelum resume meluncur. Pantang menyerah sebelum buku solo tercipta.
        Sebelumnya,  saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Omjay, selaku Founder sekaligus Guru Blogger Indonesia. Karena dengan  belajar di kelas Beliaulah saya bisa memiliki buku karya saya sendiri. Seperti kata Kinan ini adalah mimpi saya, mimpi yang menjadi nyata. ITS MY DREAM.
        Juga ucapan terima saya yang tak terhingga kepada seluruh panitia dan narasumber di kelas menulis BM PGRI. Sungguh keikhlasan Beliau-Beliau dalam berbagi ilmu tanpa pamrih patut di apresiasi. Dari para Beliaulah yang telah menularkan virus  ngeblog dan virus cinta. literasi. Hingga menghasilkan puluhan penulis di setiap kelasnya. Mari kita berikan applaus yang meriah untuk para guru kita yang Luaarrr Biasaaa.
        Banyak hal yang saya dapatkan dari pelatihan menulis ini. Tak hanya ilmu, pengalaman dan motivasi. Saya pun mendapat saudara-saudara baru nusantara yang luar biasa... Bisa dibayangkan tak pernah jumpa, tapi rasa cinta bisa tumbuh di hati. Siapa lagi yang menggerakan hati ini, jika bukan Sang Maha Cinta. ❤️  Betul ngga, Sahabatku Bu May...Betuul sangaaat .
     Sahabat literasi nusantara, perkenalkan nama saya Widya Setianingsih. Saya asli Arema arek Malang Jawa Timur. Saya mengajar di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Khadijah Malang.  Alamat blog saya: https://widyabisma.blogspot.com. Selama 2 jam ke depan kita akan sharing tentang cara mengelola majalah sekolah.  Bahagia bercampur nervous, karena ini kali perdan
a saya menjadi narasumber di kelas menulis yang keren ini. 
     Saya pun sebenarnya alumni pelatihan belajar menulis PGRI ini.  Saya adalah peserta menulis angkatan kemarin, angkatan 21. Jadi ibaratnya baru anak kemarin sore yang tiba-tiba di panggil maju di depan kelas untuk berbicara. Hanya karena saya memiliki sedikit ilmu dan pengalaman tentang majalah sekolah. Maka izinkan anak kemarin sore ini sharing pengalaman dengan sahabat semuanya. 
        Bagaimana bucan, bisa saya mulai sekarang? Of course. Baiklah sahabat, tanpa berpanjang lebar lagi marilah kita mulai kelas menulis malam ini. Bismillahirrohmaanirrohiim Malam ini kita akan sharing dan  belajar bagaimana Mengelola Majalah Sekolah. Kebetulan selama 10 tahun ini saya dipercaya untuk menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Majalah Sekolah.        Sudah siaap teman-teman nusantara?      
         Baiklah teman-teman saya akan membagikan ppt yang berisi 34 halaman. Agar nanti bisa dibaca dan dipelajari sendiri saat senggang.   
    Sebelum kita membuat majalah sekolah. Kita harus tahu apa saja dapur dari majalah itu. Ibaratnya mau memasak kita harus tahu resep, bahan, yang akan kita gunakan untuk meramu masakan agar tidak salah resep. Jadi diawal kita harus tahu apa itu definisi majalah, isi, penyusunan dsbnya.
    SELUK BELUK MAJALAH,  MENURUT KBBI MAJALAH ADALAH : Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Menurut Waktunya,  Berdasarkan Waktu penerbitannya, majalah  dibedakan atas: majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya’.  Menurut Isinya dibedakan, Menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya;
    


Ini adalah profil sekolah saya. MI Khadijah. Sebuah sekolah swasta Islam yang berada di pusat kota Malang.

    Ini adalah majalah sekolah kami. Sedikit akan saya bahas tentang sejarah majalah Kharisma. Karena seperti berjuang, diawal tentu sangat berat. Tapi sejalan waktu kita akan menemukan tujuan kita. Saat awal berdiri majalah, crewnya hanya 2 orang bucan. Saya dan seorang teman. Sejarah singkat Kharisma. Sahabat nusantara, usia majalah sekolah kami kurang lebih 13 tahunan. Majalah Kharisma lahir sejak tahun 2007. Pada tahun 2008 sempat vakum selama dua tahun. 
    Kemudian pada tahun 2010 terbit lagi dengan title Kharisma reborn. Mengapa reborn? Karena Kharisma terbit dengan penampilan yang baru. Saat pertama kali terbit  tentu tampilan dan isinya tidak seperti saat ini. Tampilan Kharisma sangat sederhana sekali. Hanya berukuran 21 cm x 16 cm (separuh folio). Itupun tidak dicetak. Hanya di fotokopi hitam putih. Artikelnya pun belum beragam dan sederhana sekali. Kemudian lahir kembali dengan tampilan lebih menarik,  keren, dicetak, berwarna, hard cover dan isinya lebih beragam. Walaupun halamannya waktu itu  hanya ada 20 an halaman . 
    Langkah-langkah menerbitkan majalah sekolah : 1. Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah, 2. Mengajukan Proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya. 3. Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll. 4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor dll.

        Langkah selanjutnya setelah proposal disetujui adalah menyusun redaksi majalah sekolah. 
Carilah guru2 yang MAU dan bersedia belajar untuk menjadi crewnya. 
Sana dengan susunan redaksi majalah secara umum. Hanya saja kita buat lebih ramping. Dan beranggotakan dewan guru.

     Susunan Redaksi Majalah Sekolah :  1. Penasehat  Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah Tugasnya: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah, 2. Penanggung Jawab : Yaitu Kepala Sekolah, Tugasnya : Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) , 3. Pimpinan redaksi : Dari Guru yang ditunjuk. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya., 4. Editor , Tugasnya: Bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan , 5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya. ,  6. Fotografer  Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. , 7. Layout , Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan ,8. Bendahara : Tugasnya: Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah. 

    Banyak syekali tentunya. Pertama, bisa mengenalkan sekolah ke masyarakat luas, kedua segala informasi bisa terorganisir dengan baik. Dan ini tentunya menjadi brand yang baik buat sekolah. 
Apa Manfaat Majalah Sekolah? 1. Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa, 2.Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan, 3. Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar  dll), 4. Sarana publikasi sekolah di masyarakat , 5. Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi. Yang kelima ini bisa menjadikan sekolah kita terakreditasi dengan nilai A... Mumtazz
        Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah., : 1. Membuat nama majalah. Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat., b. Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi.. Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA. KHARISMA singkatan dari Khadijah Is My Inspiration., 2. Menentukan artikel yang akan ditampilkan. 1.  Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 2., 2. Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu., 3. Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN,…



Alamat, Visi dan misi sekolah dicantumkan di halaman 2. Jika menginginkan memasang foto crew majalah bisa juga di letakkan di halaman 2.

    Butuh kreativitas dari guru agar menu sajian majalah lebih beragam. Misalnya artikel cergam , kita cari siswa atau guru yang pintar menggambar. Artikel tambahan do you Know. Yang memuat pengetahuan umum untuk siswa. Disajikan dalam 2 bahasa yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Belajar bahasa, disajikan dalam bahasa Inggris, Arab dan Indonesia. Sebaiknya kosa katanya berganti ganti sesuai dengan tema majalah. 
    3. Mengajukan ISSBN. Agar majalah kita memiliki hak paten, maka Mengajukan ISSBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISBN, 5. Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat. Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya Tetap Berprestasi di Masa Pandemi.,  Semakin Berilmu Semakin Berakhlak,  Lets go green, Raih Mimpi Setinggi Bintang, Hold Your Star.
    4. Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah. Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan walimurid. Saran Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak,  Tidak menggunakan bahasa terlalu formal/kaku, Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan.,Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan)    Misalnya hay gaess, hai sobat (sapaan  untuk para   pembaca) , Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.. 
  
    6. Cover dan Layout Menarik. Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah. ✍️Mencerminkan tema dan isi majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca. Hal yang perlu diperhatikan dalam Layout dan tata letak majalah. Dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD,
 SMP, SMA). Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek. Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel.  Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.
    
Naah sahabat, sekarang kita masuk pada hal yang paling penting yaitu pembiayaan. Darimana pembiayaan majalah sekolah?  Cetak nya..Apakah ada Honorarium crew... Tentu ada, , Membayar HR crew, Pembelian hadiah kuiz dll  Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3, 1). Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP), 2). BOSDA 
Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar honorarium., 3). Sponsor.
        Bisa dengan menggandeng  walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah.  Banyak jalan menuju Roma, yang penting optimis menerbitkan majalah, Untuk disekolah saya murni dari siswa, tentu inipun tidak serta merta. Tapi melalui proses diskusi, sharing yang panjang antara crew, kepala sekolah, yayasan dan walimurid. Dari penjualan majalah setiap crew nasih mendapatkan hr sekitar 300 -400 ribuan. Lumayan ya buat beli bakso🤭
        Tapi yang paling membahagiakan para crew  adalah karyanya tercetak dan dibaca semua siswa dan keluarga besar
     8. Percetakan. Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop. Pada musim pandemi kemarin majalah tidak dicetak, krn semua serba online. Maka majakah pun bisa tetap beredar secara online, via wa dan website sekolah 

 

    


Comments

  1. Wah sepertinya pak guru yg satu ini penyimaknyg baik, setiap isi materi dapat direkamnya tanpa terlewat 👍

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Materi Rapat Akhir Semester dan Persiapan PBM 2024 SMA PGRI Bantimurung