3 • Apa Saja Unsur-unsur Pembangun Cerita Fiksi?
Pertama, tema yang merupakan ide pokok cerita. Kiat menemukan tema adalah yang paling dekat dengan kita. Bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaikan cerita. Kedua, premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter. Ketiga, alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending. Keempat, penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain. Kelima, latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana. Keenam, sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.
4 • Bagaimana Kita Menulis Cerita Fiksi?
Pertama, niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi oleh penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi. Kedua, perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan. Ketiga, terkait ide dan genre. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai. Keempat, outline/kerangka karangan.
× Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi × Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita, × Membuat premis sesuai tema, × Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya, × Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik, × Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail , Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
Kelima, mulailah menulis. Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)
× Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada pembaca, × Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh, × Menggunakan pertimbangan logis agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi × Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas, × Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi), × Membuat ending yang baik
Keenam, lakukan swasunting. Dilakukan setelah selesai menulis; × Jangan menulis sambil mengedit; × Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan,pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita; × Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri;, × Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Demikian materi Kiat Menulis Cerita Fiksi dari saya malam ini. Selanjutnya saya kembalikan kepada moderator yang bertugas. (Narasumber Sudomo, S Pt mengakhiri materinya)
Pertanyaan 1
Assalamualaikum, Saya Gusmis Asmaraning Jati, dari gelombang 24 asal kota Bondowoso
Mohon maaf mendahului sebelum waktunya
Saya tertarik dengan alasan menulia fiksi yangg ke dua yaitu tentang menyembunyikan dan menyembuhkan luka. Saya mulai menulis segala imajinasi saya dan keinginan terpendam saya dalam tulisan fiksi sejak SMP Dan yang membuat saya bertanya2 sampai sekarang apakah dengan tercapainya hampir semua keinginan dan cita2 serta rasionalitas terhadap kehidupan saya bisa membuat saya kesulitan membuat cerita fiksi, seandainya pun bisa pasti saya akan berhenti ditengah2, dan saya menjadi tidak bisa meneruskan tulisan saya, namun saya masih bisa mengedit (menambah, mengurangi) cerita teman2 saya. Saya susah berusaha dengan membaca buku2 fiksi kebetulan …
Jawab : Walaikumsalam. Terima kasih untuk pertanyaannya, Gusmis. Pertanyaan yang mungkin menjadi momok sebagian penulis fiksi. Situasi tersebut bisa diatasi dengan menguatkan kembali motivasi dan komitmen diri dalam menyelesaikan tulisan. Kuatkan niat memulai dan menyelesaikan. Hanya dengan ini, maka kita akan bisa menuntaskan cerita fiksi yang kita tulis. Demikian. Semoga menjawab pertanyaan yang diajukan. Terima kasih.
Pertanyaan 2
Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB Peserta Grup 23 Menulis. Bertanya:
1. Apa yang perlu disiapkan dalam penulisan cerita fiksi. Misalnya novel, cerita rakyat, faksi, dsb. terutama dalam setting tempat, karakter para tokohnya, situasi waktu kejadian, aturan berbahasa, alur pokok . Khusus dalam cerita rakyat, apakah kita bisa langsung berkreasi dengan ide pokok padahal cerita dimaksud sudah banyak ditulis?
2. dalam penulisan novel menggunakan nama tokoh nyata tapi sebagian besar kisahnya fiksi. Apakah perlu kita minta ijin kepada si tokoh, atau keluarganya?
3. dalam penokohan kami sebagai pemula sering menjadi orang pertama tunggal AKU. bagaimana tips dan triknya untuk mengubah menjadi "Dalang" sehingga kita tahu situasi hati, sedang ap…
Jawab : Terima kasih pertanyaannya yang luar biasa, Pak Frans. Saya coba jawab nggih.
1. Yang perlu disiapkan selain outline adalah melakukan riset. Riset bisa dilakukan melalui literatur terkait atau wawancara. Tujuannya agar apa yang kita tulis itu sesuai, terutama menyangkut kedaerahan. Khusus dalam menulis cerita rakyat, bisa saja langsung berkreasi dengan ide pokok. Tenang saja meskipun sudah banyak ditulis, tetapi setiap penulis memiliki gaya khasnya. Selain itu, cerita rakyat belum tentu kebenarannya. Penulis pun bisa melakukan dekonstruksi.
2. Dalam penulisan novel jika berdasarkan kehidupan nyata menurut saya perlu meminta izin. Hal ini selain terkait etika juga menyangkut royalti jika dikomersialkan. Namun, hal ini tidak mutlak. Bisa saja tanpa izin meng…
Pertanyaan 3
Selamat malam, Pak Mazmo. Terima kasih sudah berbagi ilmu dan karya yang menginspirasi dan memotivasi. Senang berkenalan dengan, Bapak.
Berkaitan dengan prestasi yang Bapak raih dalam,Lomba Menulis Cerita Rakyat Sasak.
Kalau tidak salah ada sampai 5 kali event tentang “cerita Rakyat”
1.Apa saja yang daya Tarik sehingga yermotivasi menulis tema tersebut
2.Berkaitan dengan Sekolah penggerak apa saja yang harus dimiliki seorang guru penggerak dalam menciptakan projek bersama siswa sedangkan fasilitas siswa terbatas
Apa solusinya, Pak?
3. Bagaimana memulai tulisan untuk menyuarakan isi hati melalui tokoh-tokoh
4. Apa clue supaya cepat, tanggap mencari kosa kata yang ada dalam KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah kebahasaan.
5. Apa strategi, Menulis Fiksi bagi pemula karena harus melakukan riset,
Terima kasih, Pak Mazmo.
Pertanyaan dari Bu Maria SMPN 25 jakarta ....
Jawab : Selamat malam, Bu Maria. Terima kasih untuk pertanyaannya.
1. Motivasi menulis cerita rakyat karena memang saya menyukainya. Saat ini di berbagai daerah masih banyak cerita yang masih berupa lisan. Dengan menjadikannya tulisan, setidaknya cerita tersebut akan abadi;
2. Seorang guru penggerak harus memiliki nilai kreatif, inovatif, mandiri, dan kolaboratif. Solusinya sesuaikan dengan aset yang ada sebagai kekuatan dan potensi;
3. Ibu Maria bisa memulai tulisan berupa kutipan atau dialog tokoh utamanya;
4. Pelajari, pelajari, dan pelajari. Saat membaca buku fiksi, tandai kata-kata yang tumben Ibu tahu, langsung cari artinya di KBBI. Ini efektif.
5. Strateginya lakukan riset yang paling mudah melalui wawancara atau riset pengalaman pribadi.
Pertanyaan 4
Assalamu'alaikum wr wb bu kurator ku saya bu vitriah dari MTsN Sumba Timur NTT. Mau bertanya pada Bpk Momo. Jika kita menulid resume ini jadi cerita fiksi maka bapak ibu naradumber hebat moderator juga peserta sebagai tokoh dalam cerita tersebut,? Kelihatannya tokoh utama mengalami konflik yang luar biasa namun bisa di pastikan endingnya pasti bahagia. Terimakasih bapak atas ilmunya mlm ini .
Jawab : Ini contohnya, Bu Vitriah. https://bianglalakata.wordpress.com/2020/11/18/pahlawan-literasi-harapan-besar-dari-hal-kecil/
Aih ....kita mau dijadikan tokoh pak.....
Pertanyaan 5
Assalamualaikum Pak Momo. Perkenalkan saya bu vivin, gelombang 24. Asal Sumenep. Ijin bertanya. Pada paparan materi tentang Bagaimana kita menulis cerita fiksi, disebutkan bahwa kita harus memilih genre yang disukai atau tidak disukai. Mohon pencerahannya, apa saja genre yang dimaksud tersebut. terima kasih.
Jawab : Terima kasih, Bu Vivin. Genre cerita fiksi banyak, Bu. Ada horor, komedi, roman, dll.
Pertanyaan 6 :
Assalamualaikum Saya bu Siti Rohani SMP Negeri I Kalirejo Lampung Tengah Mau bertanya
Cara membuat alur cerita dan konflik yang menarik bagaimana Terimakasih
Jawab : Walaikumsalam, Bu Siti Rohani. Cara membuat alur cerita dan konflik yang menarik yaitu dengan membuat pembaca penasaran dan usahakan tidak cacat logika.
Pertanyaan 7 :
بسم الله
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Salam kenal Pak Momo. Saya Zainab, Sumba Timur, NTT.
Saya sering membaca cerita fiksi semua yang saya baca menjadi daya tarik tersendiri bahkan cerita fiksi yang menarik saya merasa seakan akan saya yang mengalaminya . bagaimana agar cerita fiksi menarik di hati Pembaca?
Jawab : Walaikumsalam. Terima kasih, Bu Zainab. Cerita fiksi yang menarik adalah pilih tema yang dekat dengan pembaca. Selain itu, menghadirkan konflik cerita yang logis juga menarik pembaca. Alur runut juga jaminan pembaca betah menyelesaikan membaca. Apalagi alur yang bikin penasaran dijamin akan menarik hati pembaca.
Pertanyaan 8 :
Assalamualaikum wr.wb. slaam kenal pak momo dan ibu helwi saya cut nisaul rafiqa dari Aceh..
Kini telah ku temukan cahaya di bulan februari
Dengan lembayung berhembus damai dimalam kelam ini
Dengan hadirnya sang narasumber fiksi
Membuatku semakin lapar akan imajinasi
Semoga ku mampu membangkitkan selalu semangat dalam bersajak
Di malam yang sepi ini
Yang ingin saya tanyakan
1. Pak momo Apa kelebihan menulis puisi gelap dan puisi transparan?
2. Ketika melihat materi bapak saya berniat ingin membuat buku solo selesai pelatihan tntg novel yang judulnya jodohku di Andalusia, namun syaa buntu akan setiap sub babnya, bagaimana cara menentukan sub bab biar mudah pak?😊😊😊
Doakan saya biar sanggup pak, kalau misalnya saya tidak sanggup maka insyallah saya akan mengumpulkan puisi
Terimakasih pak salam dari anak penyuka sastra😊😊
Jawab : Walaikumsalam Wr. Wb. Terima kasih pertanyaannya, Bu Nisa. Masing-masing punya kelebihan tergantung tingkat kemampuan penulisnya dalam mengeksekusi ide.
2. Menentukan subbab biar mudah harus berawal dari outline/kerangka. Subbab dibuat berdasarkan alur.
Pertanyaan 9 :
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Saya Widuri dari Lombok Barat.
Saya melihat karya fiksi Pak Mazmo adalah cerpen. Apakah tidak ada niatan untuk menulis novel? Bagaimana menjaga keutuhan cerita bila kita ingin membuat novel. Khan novel ibarat cerita bersambung sampai berepisode-episode. Bagaimana menghidupkan tokoh di dalam cerita seolah-olah dia ada disekitar kita bukan rekaan.
jawab : Walaikumsalam Wr. Wb. Terima kasih pertanyaannya, Bu Widuri. Menulis novel Alhamdulillah sudah ada dalam bentuk buku. Ada novel dewasa muda dan anak-anak juga. Tipsnya, yaitu membuat outline/kerangka cerita dengan detail. Cara menghidupkan tokoh bisa dilakukan dengan cara mengembangkan karakter tokoh. Penggambaran karakter tokoh sebagai mungkin menggunakan teknik show don't tell. Maksudnya saat tokoh sedang sedih, jangan hanya menuliskan "Wati sedang sedih", tetapi tuliskan gambaran kesedihan yang dirasakan oleh Wati.
Pertanyaan 10 :
Assalamu'alaikum w.w. Selamat malam pak Momo,
Amali dari Bantul.saya termasuk orang yang jarang membaca cerpen ataupun novel,kecuali masterpiece nya Andrea Hirata "Tetralogi Laskas Pelangi". Yang ingin saya tanyakan:
1) Bila ingin menulis cerita fiksi apakah mutlak harus membaca banyak cerita fiksi karya penulis lain?
2) Bagaimana perbedaan menulis kreatif dan menulis fiksi?
3) Bagaimana kiat mudah membangun alur dan plot cerita fiksi?
Demikian, Terima kasih.
Jawab : Walaikumsalam, Bu Amali.
1. Iya. Banyak membaca akan semakin mudah menulis. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Sementara pembaca yang baik belum tentu bisa menjadi penulis yang baik.
2. Menulis fiksi termasuk dalam menulis kreatif. Perbedaannya menulis kreatif tidak saja menulis fiksi, tetapi juga nonfiksi.
3. Kiat membangun alur diawali dari outline/kerangka karangan. Selanjutnya mengembangkan menjadi tulisan utuh. Dengan outline alur cerita tidak akan ke mana-mana.
Hanya sampai disini yang bisa saya rekaam kegiatan pelatihan belajar menulis dengan judul Kiat menulis cerita fiksi, semoga bermanfaat. SALAM lITERASI
Semoga ilmu yang diberikan menjadi amal ibadah dan menginspirasi teman teman untuk ikut terus berkarya menghasilkn buku buku solo berjenis fiksi....aamiin, MODERATOR MENGAKHIRI ACARA.
mantap resumenya
ReplyDeleteTrim Om Jay
ReplyDeleteKereen super duper kumplit pak
ReplyDeletemantap Jiwa pak, semangat, slam sehat slam literasi
ReplyDeleteMantap ,lengkap sekali resumenya Pak
ReplyDeleteLuar biasa materi yang padat dan jelas.
ReplyDeleteSalam Literasi
Semua sesi terangkum lengkap. super sekali
ReplyDeleteTerima kasih sajian materinya sudah tertuliskan lengkap di sana. Mantap.
ReplyDeleteWaah keren inisih paket komplit
ReplyDeleteBisa jadi referensi saat kehilangan materi fiksi
ReplyDeletelengkap resumenya
ReplyDeleteMantap pak tulisannya komplit sekali..
ReplyDeleteLengkap Pak, mantap.
ReplyDeleteResume luar biasa, komplit banget
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSempurnah
ReplyDeleteLuar biasa lengkap👍
ReplyDeleteSuper komplit,keren bagus sekali resumenya👍
ReplyDelete