Resume 10 Pelatihan Belajar Menulis
Menulis Itu Mudah

oleh : Ibnu Muslim

Moderator        : Raliyanti
Narasumber      : Prof. Dr. Ngainun Naim

    Seperti biasanya pelatihan belajar menulis 7 Prebuari2022 kali ini dimulai pukul 19.00 WIB.  Walaupun pelatihan ini melalui WA grup tetapi memang ada kelebihannya yakni materi mudah dibaca ulang oleh peserta. Mengawali kegiatan pelatihan ini sang moderator menjelaskan susunan acara pelatihan yakni : Pembukaan, Penyampaian Materi, tanya jawab dan penutup.
        Mengawali kegiatan ini sang moderator menuliskan kalimat sebagai berikut : " Bapak Ibu peserta kelas belajar menulis PGRI di seluruh nusantara. Saya melihat geliat semangat peserta kelas menulis gelombang 23 dan 24. Walau pun baru memasuki pertemuan ke-10 tapi ternyata sudah ada yang jadi buku solonya.. Luar biasa. Saya kasih Two Tumb Up buat bapak ibu semua.. kereenn.. Ini semua membuktikan bahwa sebenarnya kalau memang kita sudah ada passion menulis dan setelah memulainya, ternyata… menulis itu sebenarnya mudah. Seperti kata narasumber kita malam ini, Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim. Beliau akan memberikan keyakinan kepada bapak ibu melalui materinya yang berjudul MENULIS ITU MUDAH. Izinkan saya memperkenalkan narasumber kita malam ini. Nama lengkap beliau adalah Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim. Seorang dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, penulis buku dan jurnal, motivator, serta pegiat  Literasi"
        Setelah dipersilahkan oleh moderatot selanjutnya narsumber menuliskan materi sebagai berikut : ": Terima kasih Mbak moderator. Assalamualaikum Wr Wb.  Alhamdulillah, senang sekali malam ini bisa kembali bersama Bapak Ibu Guru yang luar biasa. Jujur saya selalu bersemangat jika bersama para guru.  Bapak saya (almarhum) seorang guru, Adik-adik saya ada 3 orang yang menjadi guru. Saya sendiri seorang guru. Jadi setiap bersama komunitas guru, saya selalu merasakan energi hidup yang luar biasa Baiklah Bapak Ibu sekalian. Saya diberikan materi dengan judul MENULIS ITU MUDAH .   

        Materi ini kebetulan sama dengan buku yang saya tulis awal tahun 2021. Benarkah menulis itu mudah?  Jawabnya relatif. Bisa saja menulis itu mudah, sulit, atau kadang mudah dan kadang sulit. Namun saya ingin meyakinkan Bapak Ibu sekalian bahwa menulis itu mudah.  Bagaimana Bapak Ibu bisa juga yakin bahwa menulis itu mudah? Saya yakin banyak di antara Bapak Ibu sekalian yang kurang sepakat.  Tokh selama ini menulis itu benar-benar memusingkan. Bisa saja duduk berjam-jam di depan komputer tetapi tak satu kata pun yang bisa diketik.
        Bisa juga sudah ikut aneka kursus dan pelatihan menulis tetapi sampai sekarang ternyata belum juga bisa menulis. Jika hal-hal semacam itu yang Bapak Ibu alami, marilah malam ini kita menata kembali niat kita dalam menulis. Bagaimana langkah agar MENULIS ITU MUDAH dalam makna yang sebenarnya? Ya, topik inilah yang akan kita diskusikan pada malam ini.
        Langkah yang nomor [1]: UBAH POLA PIKIR.  Maksudnya?  Kesan umum masyarakat, mungkin termasuk kita di grup ini, adalah MENULIS ITU SULIT.  Ini tidak hanya kesan tetapi juga menjadi PENGETAHUAN, bahkan kemudian menjadi KESADARAN. Terlihat sederhana tetapi dampaknya sungguh luar biasa. Menulis pada akhirnya betul-betul menjadi sulit. Sekarang saatnya kita MERUBAH POLA PIKIR. Bangun pemahaman, keyakinan, dan kesadaran bahwa MENULIS ITU MUDAH.
        Tanamkan dalam diri. Tanamkan terus sekuat-kuatnya.  Saat menghadapi kesulitan menuangkan ide dalam kalimat, yakinkan diri sendiri bahwa menulis itu mudah. Begitu seterusnya. Nanti tulisan akan mampu bisa kita selesaikan. Kita tidak mudah putus asa.  Kunci penting ke [2] adalah BERLATIH MENULIS. Teori menulis itu penting tapi jika hanya belajar teori, seumur hidup kita tidak pernah akan bisa menulis. Banyak sekali penulis yang justru sekolahnya tidak ada hubungannya dengan dunia menulis. Mereka bisa menjadi penulis karena menulis secara disiplin setiap hari.
        Ya, jika Bapak dan Ibu sekalian ingin menjadi penulis yang sukses maka HUKUMNYA WAJIB MENULIS SETIAP HARI, walaupun itu hanya satu paragraf. Jika satu hari saja tidak menulis, biasanya esoknya akan enteng untuk tidak menulis. Tidak ada rumus instan dalam menulis.  Instan itu adanya hanya di mie atau kopi he he he.  Menulis itu butuh proses dengan terus berlatih setiap hari.
        Kunci ke [3] adalah banyak membaca. Menulis itu ibaratnya mengeluarkan TABUNGAN BACAAN yang ada di otak kita. Jika tidak pernah membaca terus apa yang akan dikeluarkan? Bacalah sedikit demi sedikit. Bisa satu dua halaman dulu. Berhenti, Renungkan. Jika ada yang penting, dicatat. Nikmati prosesnya. Prinsip saya dalam membaca: UTAMAKAN PAHAM, BUKAN KATAM.
        Kunci ke [4] MELUANGKAN WAKTU. Saya sering tersenyum ketika mendengar curhat beberapa kawan tentang kesibukan sehingga tidak ada waktu lagi untuk menulis. Soal sibuk, siapa sih di antara kita yang tidak sibuk?  Semua sibuk kan? Pengangguran itu juga sibuk lho. Sibuk nganggur he he he. Kuncinya ada di MANAJEMEN WAKTU. Mari atur waktu secara baik. Jangan MENUNGGU WAKTU LUANG tapi mari LUANGKAN WAKTU untuk menulis. Jika setiap hari kita bisa meluangkan waktu setengah sampai satu jam untuk membaca dan menulis, hasilnya sangat luar biasa. Saya sendiri sudah membuktikannya.
        Kunci ke [5]: rajin mengamati, mencatat, dan mengolah apa yang sudah dicatat menjadi tulisan.
Misalnya saat Bapak Ibu melakukan perjalanan, catat apa saja yang menarik. Ini contoh tulisan saya tentang perjalanan.  

Rapat koordinasi KKN Kebangsaan di Hotel Grand Dafam Ternate baru saja usai. Saatnya istirahat dan mandi. Masih ada agenda lagi, seperti kata panitia, pada jam 20.00 WIT. Setelah itu acara akan ditutup oleh Rektor Universitas Khairun Ternate.
Saya menginap di Hotel Emerald yang berlokasi di Jalan Branjangan Nomor 28 Ternate, sementara acara di Hotel Grand Dafam. Jarak antara tempat acara dengan tempat saya menginap sesungguhnya tidak terlalu jauh. Meskipun demikian, karena berbeda lokasi, kami harus diantar jemput ke beberapa hotel tempat kami semua menginap..........
          Atau misalnya pengalaman saya menerima SK sebagai Guru Besar : 
      

Penyerahan SK GB oleh Menteri Agama
 

Ngainun Naim

 

TAHUN baru 1 Januari 2022 saya sekeluarga bersepakat di rumah saja. Tidak perlu merayakannya dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Selain karena masih pandemi, biasanya tempat-tempat wisata juga penuh sesak oleh pengunjung. Pada kondisi yang semacam itu biasanya tidak ada nikmatnya. Adanya adalah suasana yang—bagi saya pribadi—justru tidak nikmat. Niatnya cari hiburan tetapi faktanya justru tersiksa oleh situasi.    ........

        Bapak Ibu bisa mengunjungi blog sederhana saya ini. :https://ngainun-naim.blogspot.com/.

Baiklah, saya lanjutkan kunci yang ke [6]: BELAJAR MENULIS KEPADA PARA PENULIS. Grup ini menjadi media belajar. Kunjungi, baca, dan komentari tulisan demi tulisan di grup.  Itu cara belajar yang efektif. Baiklah Bapak Ibu sekalian. Sebenarnya masih ada sangat banyak kunci lainnya. Saya hanya menulis 6 saja.  Lainnya semoga di lain kesempatan.  Terima kasih. 

        Pertanyaan 1 :

Assalamualaikum wr.wb. Perkenalkan sy lilis ernawati dari garut. Saya sudah membaca buku karangan prof  ngainum naim. Ada satu jurus yg membahas 4 level malu saat menulis . saya sempat mengalami level 3 yaitu dapat kritikan yg nadanya menjatuhkan tentang tata tulis dll. Saya sempat down, karena takut orang lain jg tahu bahwa saya masih sangat kurang dalam menulis. Sampai akhirnya setiap tulisan yg pernah saya tulis saya perbaiki semua.  Namun untuk membangkitkan lagi keinginan menshare tulisan saya digrup itu rasanya gak pede. Bagaimana cara mengatasinya agar saya pede lagi? Dan tata tulis yg baik untuk sebuah artikel itu sebenarnya bagaimana? Karena selama ini saya melihat contoh para senior, bahasanya tidak baku dan terkesan santai. Trims Prof.

        Jawab :

Waalaikumsalam Bu Lilis Ernawati. Salam kenal. Senang sekali Ibu berkenan membaca buku saya. Saya pernah memiliki pengalaman yang sama Bu. Saya dulu termasuk pemalu he he. Bahkan saat mahasiswa awal, berdiri di depan kelas saja saya bisa sesak nafas. Alhamdulillah seiring waktu rasa malu itu bisa teratasi. Dalam menulis juga sama. Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Namun saya kemudian membangun BENTENG DIRI. Malu itu bagi saya berlebihan. Pokoknya nulis saja. Silahkan kritik, baca, atau apalah. Tugas saya adalah menulis. Jika tidak setuju ya silahkan. Setuju ya silahkan. Pokoknya pede saja Bu. Insyallah menulis itu buanyak sekali manfaatnya.

Tentang tata tulis para senior yang enak dibaca, itu persoalan JAM TERBANG. Semakin sering berlatih menulis, lama-lama tulisan akan enak dan mudah dipahami..

        Pertanyaan 2 :

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.. Selamat malam.. master narasumber... Saya Lely Suryani dari Banjarnegara..Ijin bertanya master. 1. Mudahnya menulis itu yg bagaimana yah.. ?       2. Saya sebagai ibu.. mohon saran terbaiknya dari master yg notabene maskulin.. agar saya bisa  mengatur waktu antara pekerjaan di rumah.. disekolah dan keinginan untuk menulis..  

Sehingga semua berjalan dengan baik.

        jawab :

        Waalaikumsalam Ibu Lely Suryani. Salam kenal Bu. Wah, kalau Banjarnegara jad ingat dawetnya hehehe. Pertanyaan [1]: ya bisa dikerjakan seolah nggak usah mikir Bu. Itu mudah. Seperti saya mengetik semua materi malam ini. Saya mengetik Bu. Saat menulis seperti di blog yang tadi saya bagi, saya ya mengetik begitu saja. Tidak butuh waktu lama. Mungkin karena sudah terlatih. Jadi ya mudah saja. Bahkan saya pernah membuat kolom di sebuah media online hanya dalam waktu kurang dari dua jam. Itu saya buat saat perjalanan di Bus. Karena redaksinya mintanya mendadak. Jadi begitu Bu. Ibu juga bisa kok. Saya yakin.

        Pertanyaan ke [2]: Ibu sesungguhnya yang lebih mengetahui tentang saat yang memungkinkan untuk menulis. Saya jadi teringat sebuah video tentang seorang ibu yang kalau menggoreng lauk, ibu itu masih sempat menyapu dan mengepel. Kadang juga mencuci piring. Pokoknya dimanfaatkan waktunya untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat. Kalau Bapak, dalam video yang saya tonton, pokoknya menggoreng lauk ya menggoreng saja. Nggak ngelakukan yang lainnya.

        Video itu memberikan pelajaran kepada saya, meskipun tidak bisa dibuat hukum umum, bahwa ibu-ibu memiliki potensi manajemen waktu yang baik. Jadi ibu bisa mencermati waktu-waktu yang memungkinkan untuk membaca dan menulis. Salam. Semoga sukses.

        Pertanyaan 3

        Assalaam dan selamat sejahtera untuk kita semua. Saya Faridah  Asal Kota Muna Sulawesi Tenggara. Gel 24. 1. Kalau Pak Prof sedang menulis tiba-tiba blank di tengah perjalanan, apa yang Prof lakukan? 2. Apa trik Pak Prof agar diawal dan akhir penulisan itu, enak dibaca ?

        Jawab :

        Waalaikumsalam Bu Faridah. Wah, jauh sekali dari Muna. [1] kalau sedang blank, saya biasanya ke dapur, bikin teh manis, atau kopi, atau minuman hangat lainnya. Saya lalu ke teras rumah, meregangkan otot pikiran. Setelah cukup saya kembali cek tulisan. Saya baca ulang. Jika belum ada ide, saya print. Saya baca. Jika tetap belum ada, saya akan baca-baca buku atau cari data di internet. Bisa juga diskusi dengan kawan. Dengan begitu biasanya ada ide yang menyambungkan kemacetan.

    Pertanyaan [2]: tergantung jenis tulisan. Jika tulisan di blog, saya memakai teknik FREE WRITING.  Pokoknya menulis apa saja yang ada di pikiran sampai habis. Tapi jika tulisan ilmiah tentu beda. Saya bikin draft, menulis, revisi, menulis lagi, revisi, menulis lagi, direview sejawat, revisi lagi, dan begitu sampai capek wkwkwkwk.

        Pertanyaan 4.

Selamat malam, Prof  Perkenalkan, Maria dari DKI Jakarta. Senang berkenalan lewat daring dengan penulis, narasumber hebat. Saya merasa bangga bisa mengikuti pelatihan malam ini. 

Kata motivasi ’ Namun saya ingin meyakinkan Bapak Ibu sekalian bahwa menulis itu mudah.” telah menyuntik keraguan saya menjadi semangat melanjutkan. Semoga bisa!

Ijin bertanya, Prof.

1. Bagaimana agar tulisan selesai dengan baik? Sebab baru 100 kata sudah mentok.

2. Bagaimana cara mudah menuliskan artikel yang menginspirasi?

3. Apa saja strategi dan trik memulai tulisan agar lancar dan runtun. Seringkali saya menulis tidak runtun akhirnya tidak sesuai dengan tema. Malu rasanya setiap membaca tulisan yang tidak selesai

4. Cara mudah mengubah pola pikir agar kosa  kata untuk menyambung tulisan yang terputus bisa dilanjutkan

5. Apa saja yang harus saya lakukan sebagai pemula agar gelora semangat  cair dengan baik

Terima kasih, Prof. Salam sehat

        Jawab :

         Saalam Bu Maria. Wah, ini pertanyaan yang sangat menantang. Langsung 5.

[1] Saya percaya bahwa kebiasaan itu diawali dengan paksaan. Kita bisa jalan itu kan karena dipaksa orang tua. Kita bicara bahasa Indonesia kan juga karena paksaan. Nah, menulis itu awalnya harus juga dipaksa. Mari dengan sadar PAKSA diri kita untuk menulis. Paksa untuk menyelesaikan. Ingat kunci nomor 1 yang tadi saya sampaikan. Nanti akan terbiasa.

 [2] Tetap berproses, berlatih, dan terus berlatih. Lama-lama akan mudah.

[3] Lancar dan runtut itu hasil dari kebiasaan. Misalnya Ibu bikin outline.

Judul: MENULIS DI TENGAH KESIBUKAN [a]; Potret kesibukan sehari-hari 1 paragraf,  [b] sibuk tapi ingin menulis (1 paragraf) [c) Upaya mengelola waktu agar bisa menulis di tengah kesibukan (1 paragraf) , [d} penutup. Dengan outline sederhana begini, semoga menulis ibu bisa lancar.

[4-5] Tetap semangat. Paksa diri untuk berproses. Yakin semua masalah akan teratasi. [20.24, Semangat ya Bu Maria. Salam

        Pertanyaan 5 

nama: khikmatul azizah kota: Bumiayu  Bagaimana cara kita menuangkan tulisan / ide supaya menarik

terima kasih 

        Jawab :

Salam Bu Khikmatul Azizah. Caranya sederhana: buka komputer, ketik apa yang ada dalam pikiran. Terus ketik. Jangan diedit. sekali lagi, jangan menulis sambil ngedit. Terus ndak perlu diedit? Tentu perlu, tapi nanti setelah waktu yang berbeda.  Jangan bareng nulis. Pokoknya saat menulis ya menulis saja. Jangan dibaca, jangan diedit. Percayalah. Salam.

        Pertanyaan 6 

Asalamualaikum wr.wb  nama : wulan sapeken

1:mengenai pola fikir, sebagai penulis pemula jika memiliki pola fikir kritis dan setiap tulisan harus terlihat baik dan perfect,baik dan sempurna,apakah ini akan menghambat penulisan kita,sebagi penulis pemula? 

2. Kalau kita diwajibkan menulis secara rutin agar terbiasa dan ini menjadi tantangan penulis pemula.

Mohon  pencerahannya pak prof. Untuk point  1,terimakasih 

        Jawab 

Waalaikumsalam Bu/Mbak Wulan. Cara berpikir semacam itu terbalik. Saya kebetulan Profesor Filsafat yang menyukai menulis he hehe. Jika ingin menulis, mulailah dari yang tidak ideal. Jangan mulai dari yang ideal. Nanti ndak selesai. Pokoknya menulis dulu. Begitu selesai baru disempurnakan. Jangan kebalik. Nanti tulisannya nggak selesai. Salam.

        Pertanyaan 7

Selamat malam Prof. Perkenalkan Nama: Yosefina Hoar Klau Asal sekolah: SMP Negeri 8 Kota Kupang. Bagaimana trik menyikapi hati saat mulai menulis agar bisa dikatakan bahwa menulis itu mudah... Terimakasih prof.

        Jawab :

        Selamat malam Yosefina Hoar Klau. Yakinkan diri sendiri bahwa menulis itu mudah. Jika sulit, tetap teguh pada keyakinan bahwa mudah. Nanti semuanya akan mudah.

https://ngainun-naim.blogspot.com/2020/02/senja-di-pantai-warna-oesapa.html. Ini catatan saya tentang Kupang.


Assalamualaikum wr.wb. Saya bu Elmi dari Pasuruan mohon ijin bertanya bapak.

Bagaimana cara membuka pola pikir rekan sejawat supaya mau menulis.


Wass. Salam Bu Elmi. Saya teringat pesan filsafat: mulailah dari diri sendiri maka orang lain akan meniru kita. Tugas kita menyampaikan, bukan mengubah orang. Jika kita memberikan teladan yang menarik, orang akan ikut kita. Salam.


Selamat malam, Prof., saya Robertus Priyo dari Pangkalpinang mau menanyakan faktor apa saja yang membuat kita kesulitan untuk menulis. Terima kasih.


Salam Pak Robertus. Faktor pertama: internal. Ini faktor utama. Kata para ahli, kalahkan diri sendiri. Kalahkan rasa malas. Kedua: eksternal--lingkungan, fasilitas, dan sebagainya.


Nama Parni dari Wonisari, Gk, Gel 23

Pada awal memiliki komitmen dan semangat menggebu, saya harus menulis tiap hari. Namun setiap harinya, ada saja yang harus dikerjakan sampai larut, akhirnya tidak bisa mewujudkan menulis.

Bagaimana membangkitkan dan tetap menjaga komitmen meluangkan untuk menulis.

Antara keinginan dalam hati dan fakta yg dialami jauh berbeda...🙏Tk


Salam Pak Parni. Hal terberat dalam menulis adalah MERAWAT KOMITMEN. Sesibuk apapun, luangkan waktu. Ambil jeda. Misalnya: sibuk mengajar sampai sore. Ambil 15 menit saja untuk menulis. Buat variasi kegiatan kita. Itu akan membuat hidup lebih indah. Yakinlah. Kita tidak akan rugi menyisihkan 15-30 menit untuk menulis. Akan sangat banyak manfaatnya.


Dari Nelwiza, asal Riau 


Apa tipsnya diwaktu menulis sedang berlangsung menemui jalan buntu atau kehabisan ide untuk melanjutkan


Salam Nelwiza. Menulis itu ibarat naik motor. Kalau macet berarti ada masalah bahan bakar atau yang lain. Ya istirahat, ngopi, baca buku, dan tengok kembali tulisan kita. Jeda tetapi tetap ingat yang ditulis. Bukan jeda tapi lupa dengan yang ditulis. Kayak remaja yang begitu hujan datang yang diingat mantan, padahal punya jemuran wkwkwk


Assalamualaikum, Prof. Perkenalkan saya bu Vivin dari Sumenep,


Bagaimana caranya agar setelah membaca tulisan orang lain, kita tidak terpengaruh dengan gaya tulisan orang tersebut? Dan bagaimana memanajemen waktu dengan baik? Mohon pencerahannya. Terima kas


Wassalam. Salam kenal Bu Vivin. [1] nggak usah mikir seperti itu Bu. baca ya baca saja. pengaruh atau tidak itu hanya proses dan waktu. Kita itu punya karakter kita sendiri. [2] manajemen waktu: buat jadwal secara baik dan ikuti. Jangan buat tapi tidak diikuti. Salam.


Perkenalkan saya Frans Fernandez dari SMPN 1 Praya Lombok Tengah NTB bertanya:


Setelah saya menerapkan disiplin dalam menulis benar saya rasakan dorongan terus untuk mengetik tuts laptop bukan ke medsos tapi ke word atau dikirim ke blog.


Namun kendala saya sekarang adalah mencari referensi buku. Di daerah kami, buku referensi masih kurang. Baik di perpustakaan daerah apalagi toko buku.


1. Bagaimana cara mencari referensi dengan syarat mudah tidak ribet? 


2. Bagaimana cara memilih buku atau bacaan referensi sesuai dengan apa yang kita mau tulis? 

Contoh saya mau tulis mengenai tips dan trik mengajar pada masa tatap muka terbatas ini. 


3. Bagaimana menjaga motivasi menulis ini terutama dalam hubungannya dengan keluarga, tempat tugas maupun mood haria…


Demikian kurang lebihnya pelatihan belajar menulis 7 Prebuari 2022. Semoga menambah ppengetahuan kita semua.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Materi Rapat Akhir Semester dan Persiapan PBM 2024 SMA PGRI Bantimurung