Proposal Penelitian Sosial

                             Judul : Menelusuri Sejarah Pasar Batubassi, Pasar Pakalu Kecamatan                                 Bantimurung   Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan

Bab I Pendahuluan

1. Latar Belakang

        Mengapa Pasar Pakalu disebut juga pasar Batubassi ?  Kegiatan pasar ini hanya setiap hari selasa, jumat dan minggu, sedangkan hari-hari yang lain sepi. Kapan Pasar Batubassi pindah ke Pakalu menjadi Pasar Pakalu ? Siapakah yang memindahkan sampai sekarang kita juga tidak tahu ? .Mengapa di pindahkan, kita juga tidak tahu ? Bagaimana cara memindahkan pasar tersebut ? Berapa luas Pasar Batubassi yang dahulu itu ? Berapa luas Pasar Pakalu yang kita gunakan sekarang ?

    Berapa kira -kira pengunjung Pasar Batubassi yang dahulu dipakai masyarakat ? Berapa pengungjung Pasar Pakalu setiap hari  selasa ? Berapa banyak pengungjung Pasar Pakalu setiap hari jum'at ? Demikian pula berapa banyak pengunjung Pasar Pakalu setiap hari minggu ? Ada berapa kios tempat jualan di Pasar Batubassi jaman dahulu ? Apa saja yang di jual di Pasar Batubassi pada zaman dahulu ? Apa saja yang dijual di Pasar Pakalu yang sekarang ini ?

        Berapa jumlah motor pengunjung di Pasar Batubassi zaman dahulu ? Berapa jumlah motor pengunjung di Pasar Pakalu sekarang ? Berapa jumlah mobil pengunjung di Pasar Batubassi zaman dahulu ? . Berapa jumlah uang parkir Pasar Pakalu dan berapa kira-kira di Pasar Batubassi yang dahulu ? Apakah ada pajak penghuni pasar dahulu dan sekarang ? Bagaimana kondisi bangunan pasar Batubassi zaman dahulu ? Bagaimana kondisi bangunan Pasar Pakalu yang  sekarang ?

        Siapa pengelola Pasar Pakalu jaman dahulu dan sekarang ? Siapakah pemilik tanah Pasar Batubassi dahulu dan Pasar  Pakalu yang sekarang ? Inilah sejumlah pertanyaan yang ingin kami cari jawabannya. Oleh karena itu kami ingin melakukan penelitian dengan judul :"Menelusuri Sejarah Pasar Batubassi, Pasar Pakalu Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan"

        Data yang penulis temukan saat ini yaitu data yang diperoleh dari mulut ke mulut bahwa dahulu Pasar Batubassi konon katanya bertempat di dusun Batubassi. Tempatnya bisa didapat dengan cara menelusuri jalan / lorong sebelah barat Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Bantimurung di Pakalu. Dari jalan poros Bantimurung- Maros melalui lorong itu ke sebelah selatan kurang lebih 800m dengan menyebrang sungai. Benarkah data ini ? Diperoleh juga kabar bahwa dalam perkembangannya Pasar Batubassi itu pindah ke Pakalu yakni tempatnya di Polsek Bantimurung (sebelah timur BRI) setelah itu baru pindah lagi ke sebelah barat Kodim 1433 sampai sekarang. 

    Oleh karena itu di depan Pasar Pakalu itu terdapat papan informasi bahwa tanah Pasar Pakalu milik Kodam VII Wirabuana. Karenanya itu maka sekarang ada beberapa keluhan dari penghuni pasar bahwa bangunannya tidak terawat, banyak yang rusak. Mereka telah meminta permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Maros untuk segera diperbaiki lapak-lapak / kios yang mereka tempati berjualan. Namun sampai saat ini belum ada juga realisasinya

2. Rumusan Masalah

        Dapatkah pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dicari jawabannya dengan menelusuri sejarah Pasar Batubassi, Pasar Pakalu Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan ?

3. Tujuan

         Menulis sejarah Pasar Batubassi dan Pasar Pakalu Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan. Sehingga dapat memberikan kontribusi kepada pihak terkait untuk penyelesaian masalahnya.

4. Manfaat

        Semoga tulisan sejarah Pasar Batubassi dan Pasar Pakalu dapat bermanfaat kepada :

a. Penulis sendiri sebagai latihan membuat karya ilmiah

b. Pembaca khususnya masyarakat Pakalu dan sekitarnya termasuk pengunjung pasar dan                  penjual  di  pasar.

c. Pengelola pasar (Pemerintah Kabupaten Maros dan Kodim 1422 Maros)  guna mengambil            kebijakan dimasa mendatang.

                    

                                                                        Bab 2 Kajian Pustaka

.1. Pasar Batubassi

        Jenetaesa adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Simbang Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan Indonesia dahulu masih bergabung di Kecamatan Bantimurung. . Desa Jenetaesa berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swakarsa. Desa Jenetaesa memiliki luas 1008 km2  dan jumlah penduduk sebanyak 4019 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 398,71 jiwa/km2 tahun 2017. Pusat pemerintahannya berada di dusun Batubassi. Aktifitas ekonomi Jenetaesa digerakkan oleh sektor pertanian.

    Pemerintahan, pembagian wilayah administrasi Desa Jenetaesa memiliki empat wilayah pembagian administrasi daerah tingkat v berupa dusun sebagai berikut : dusun Bantimurung, dusun Batubassi, dusun Bontolabbu dan dusun Tanadidi.                                                      (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Jenetaesa,_Simbang,_Maros)

2. Pasar Pakalu


a. Pasar Pakalu Bantimurung Milik Kodam VII Wirabuana, Pedagang Minta                              Direhabilitasi.

Maros - Pasar Pakalu yang berada di Kecamatan Bantimurung Maros, tepatnya pada jalan Poros Bantimurung dengan luas lahan pasar sekitar satu hektare, dan jumlah lapak, los, dan toko ada sekitar 500. Pasar ini  aktif setiap hari Selasa, Jum'at, dan Minggu. Banyaknya orang yang datang dari pelosok Bantimurung dan sekitarnya, entah sebagai pedagang maupun pembeli ikut meramaikan pasar tersebut.

Meski lokasi pasar ini berada di pinggir jalan tapi bisa dikatakan sangat aman karena lokasinya berdekatan dengan Polsek Bantimurung dan Kantor Koramil, serta SMAN 4 Bantimurung. Namun rasa aman tersebut kini sirna berganti menjadi keresahan dan ketidaknyamanan para pedagang terkait masalah rehabilitasi pasar, yang ternyata lokasi pasar tersebut tanah milik Komando Daerah Militer VII Wirabuana.

Banyaknya pedagang yang mengeluhkan lapak, los, dan toko, yang mereka pakai untuk menjual seakan sudah tidak layak, di tambah dengan kondisi pasar yang tidak terawat. Ungkap Hj. Rami, salah seorang pedagang beras di pasar Pakalu Maros. "Meskipun tempat penjualan saya dengan kondisi pasar seperti ini, namun saya tetap bertahan demi mencari sesuap nasi" kata Hj.Rami,  Minggu (26/03/2017).

Untuk saat ini para pedagang hanya bisa bersabar menunggu kepastian tentang status lahan tersebut, dan agar kiranya segera mendapat persetujuan untuk rehabilitasi pasar Pakalu (*). 

(Sumber : https://www.terkininews.com/2017/03/26/Pasar-Pakalu-Bantimurung-Milik-Kodam-VII-Wirabuana-Pedagang-Minta-Direhabilitasi.html).

b. Polemik Pasar Pakalu. Lahan Dikuasai Kodim Bikin Chaidir Syam dan DPRD Maros                     Bertindak.

    Sudah puluhan tahun Pasar Pakalu, Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung Maros Sulawesi Selatan, tak pernah diperbaiki. Padahal kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Beberapa tahun lalu pasar tersebut juga pernah kebakaran. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, belum pernah memperbaikinya.
    Selama 10 tahun Hatta Rahman menjabat sebagai Bupati Maros, pasar satu-satunya di Kecamatan Bantimurung tersebut tak pernah direnovasi. Padahal sebelum diganti oleh Chaidir Syam sebagai bupati, Hatta Rahman gencarkan pembangunan pasar. Namun Bantimurung tak dapat jatah. Meski kondisi pasar sudah sangat memprihatinkan, namun sejumlah pedagang memilih bertahan. 
    Pedagang beralasan, belum ada pasar baru yang dibangun pemerintah. Bupati Maros sebelumnya tak membangun Pasar Pakalu, karena lahan tersebut diklaim oleh Kodim 1422 Maros. Kini pedagang pasar Pakalu, kembali memperjuangkan supaya kondisinya diperhatikan pemerintah. Mereka datang ke kantor Bupati Maros untuk menemui Chaidir Syam , pada kamis 22 Juli 2021 kemarin. (Sumber :https://makassar.tribunnews.com/2021/07/23/polemik-pasar-pakalu-lahan-dikuasai-kodim-bikin-chaidir-syam-dan-dprd-maros-bertindak?page=2)


Bab III Metode Penelitian

1. Tempat Penelitian 

    Penelitian direncanakan bertempat di dua lokasi yakni di dusun Batubassi  Desa Jenetaesa Kecamatan Simbang (tempat yang dahulu diduga sebagai Pasar Batubassi dan di Pasar Pakalu Kelurahan Kalabbirang Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan. Jarak dusun Batubassi dengan Pasar Pakalu kurang lebih 1 km.

2. Waktu Penelitian

    Waktu penelitian direncanakan pada bulan Maret - Agustus 2022.

3. Metode Penelitian

    Penelitian dilakukan dengan ekspos fakta. Fakta diperoleh dari hasil wawancara dan pengamatan di lokasi penelitian. Peneliti mengumpulkan data dengan cara membawa instrumen, membawa kamera (HP) untuk pengumpulan data. Untuk data di Pasar Batubassi peneliti berkunjung ke dusun Batubassi mendatangi dusun yang diperkirakan sebagai lokasi Pasar Batubassi. Peneliti mendatangi rumah penduduk yang terdapat penduduk asli yang umurnya sudah tua dan diperkirakan mengetahui kondisi Pasar Batubassi pada saat itu.

    Selain itu peneliti juga akan datang ke Kodim 1422 Maros dan Kantor Bupati Maros untuk mendapat informasi tentang rencana rehabilitasi Pasar Pakalu.

Bab IV. Data dan Analisa Data

Dengan melakukan kunjungan ke tempat (bekas pasar, ke Pasar Pakalu, ke Kantor Bupati Maros dan ke Kodim 1422 Maros) maka akan mendapatkan sejumlah data.

1. Data.
    Data yang akan diperoleh antara lain : a. foto bekas pasar Batubassi, b. Keterangan mengenai pasar Batubassi, c. Foto Pasar Pakalu ( foto Los pasar, pajak pasar, banyaknya penjual dan banyaknya pembeli, aspirasi pedagang dan pembeli), d. Informasi tentang rencana pembangunan pasar Pakalu oleh Pemkab Maros, e. Informasi tentang pelepasan aset pasar dari Kodim 1422 Maros.

2. Analisa Data.
    Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara diskrepsi 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Materi Rapat Akhir Semester dan Persiapan PBM 2024 SMA PGRI Bantimurung