Resume pertemuan 2 Rabu 19 Januari 2022

Oleh : Ibnu Muslim

Jadikan Menulis Sebagai Passion

Moderator                   : Helwiyah

nara Sumber                : Dra. Sri Sugiastuti, M Pd

            Kegiatan belajar menulis hari ke-2 rabu 19 Januari 2022 dimulai pukul 19.00 wita. Moderator mengawali kegiatan ini melalui WA group dengan membaca doa sesuai keyakinannya masing-masing. Setelah itu beliau yang hebat ini memperkenalkan identitas nara sumber yang sangat hebat  baik narasumber maupun moderator dua-duanya bisa menjadi teladan dalam hal menulis antologi maupun menulis buku solo. Selain pintar menulis juga lihai di bidang mengajak rekan untuk menjadikan menulis sebagai kegiatan yang rutin dan menyenangkan.  Gajah mati meninggalkan gadingnya boleh juga dikatakan orang yang mati tulisannya senantiasa masih bisa dimanfaatkan orang lain.

            Walaupun saya hanya dapat mengikuti sepotong yaitu dari pukul 19.00 sampai pukul 20.00 karena tertidur namun saya masih bisa mengikuti  pelatihannya karena jejak digitalnya di WA masih bisa saya baca. Oleh karena itu tidak perlu kita khawatir kapan tulisan kita ketemu dengan pembacanya. Saat inikah tulisan kita dibaca pembacanya atau besok, lusa, minggu depan atau bulan depan bahkan tahun depan. Buktinya saya selalu membaca buku petunjuk salat lengkap dengan doanya  tulisan seseorang yang telah diterbitkan tahun 2001 yang lalu. Yakni buku tentang petunjuk salat dan doa-doa pilihan. Jadi kita yakin suatu saat tulisan kita akan ketemu dengan pembacanya.

            Saya juga pernah menulis buku dan ikut lomba yag diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2002. Waktu itu lomba menulis buku non fiksi. Judul buku yang saya tulis :” Budidaya bandeng dengan memanfaatkan limbah mie instan”.  Kebetulan buku yang saya tulis itu sempat menjadi finalis dan setelah menginap di Hoel Akasia Jakarta pada acara pengumuman finalis pada hari ke 3 saya bersyukur karena sempat mendapatkan hadiah Rp 4000.000,- karena juara harapan 2 tingkat nasional. Enaknya saya dipanggil sebagai finalis oleh panitia lomba dan bermalam di hotel selama 3 hari ketemu dengan para penulis novel dan penulis buku lainnya seperti  Eddy D Iskandar, dan penulis buku lainnya.

            Waktu itu yang dilombakan adalah buku fiksi dan non fiksi untuk bacaan murid SD, siswa SMP dan pelajar SMA. Kebetulan yang saya tulis non fiksi SMP. Enak rasanya menjadi finalis diundang panitia bermalam di hotel berbintang. Akomodasi dan transfortasi ditanggung panitia. Tulisannya (Hak Ciptanya) dibeli Rp 2.500.000,-oleh Pusat Perbukuan Depdikbud. Selain itu diberi transfor darat dan udara pulang pergi dan diberi hadiah sebagai juara harapan 2 Rp 4.000.000,-. Lebih enak lagi bukunya diterbitkan 12000 eksamplar dan dikirim ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Lebih gembira lagi setelah saya diberi kabar bahwa buku saya dicetak lagi 6000 eksamplar tahun 2004 dan dimintai nomor rekening oleh penerbit.

            Dari buku ini saya mendapat lagi jasa tulisan 3 % dari nilai jual buku. Enaaaaak sekali saya rasakan. Lebih bangga lagi saya dapat ucapan selamat dari teman-teman guru yang mengajar di SMP.  Saya kaget ternyata mereka membaca buku saya yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Depdikbud kala itu. Waktu itu di hotel juga diberi materi cara menulis novel, cerpen, puisi menulis buku fiksi dan non fiksi dari beberapa narasumber terkenal. Tetapi karena tidak dilakukan berulang maka saya tidak lagi sempat menulis. 

            Saya yakin karena PGRI melakukan pelatihan terus-menerus yang di fasilitasi oleh Om Jay dan dimotori oleh ibu Kanjeng dan disemangati oleh beberapa alumni pelatihan maka saya kembali ingin menulis sejak pelatihan ini dilakukan. Apalagi menyimak materinya ibu Kanjeng :”Menjadikan Menulis Sebagai Passion” Kemungkinan saya akan terkenal seperti Om Jay, bu Kanjeng, ibu Maesaroh, ibu Aam, pak Dail, pak Brian, ibu Helwiyah and soon… rekan-rekan alumni pelatihan menulis gelombang 1 – 24 ini.. Okey selamat berkarya salam hangat dari jauh, eee……..h. Salam literasi.

            Terakhir saya berharap buku-buku antologi kita diikutkan lomba penilaian buku kalau ada moment yang diselengarakan oleh Pusat Perbukuan. Bisa juga melalui PGRI usul agar pemerintah menyelenggarakan lomba penilaian buku solo dan buku antologi dengan berbagai tema khususnya tema yang menyangkut penguatan pendidikan karakter.. Semangat dan Sukses untuk semua pembaca. Daaaaaa…..

                                                                                    Maros, 20 Januari 2022

                                                                                    Ibnu Muslim

           

 

Comments

Popular posts from this blog

Materi Rapat Akhir Semester dan Persiapan PBM 2024 SMA PGRI Bantimurung