Resume 6 Pelatihan Belajar Menulis 
Menulis Buku dari Karya Ilmiah
 Oleh : Ibnu Muslim

Moderator            : Rahyanti
Narasumber         : Noralia Purwa Yunita, M Pd

Moerator mengawali pelatihan ini dengan menulis di Wa Grup sebagai berikut : " Assalamualaikum wr wb. Apa kabar bapak ibu hebat di seluruh nusantara? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal'afiat dan tetap semangat. Perkenalkan saya Raliyanti yang insyaallah pada kesempatan malam ini, Jum'at, 28 Januari 2022 akan menemani bapak ibu semua di pertemuan ke-6 kelas belajar menulis PGRI. Tetap semangat ya bapak ibu.. Persiapkan diri untuk kembali menyimak dan membuat resume dari materi malam ini". 

Adapun acaranya sebagai dituliskan moderator berikut : "Seperti biasa, kuliah malam ini dibagi menjadi 4 sesi:

1. Pembukaan
2. Pemaparan materi 
3. Tanya Jawab 
4. Penutup
Untuk pertanyaan, silakan japri ke 081586462152.Sebelum materi dimulai, marilah kita berdoa menurut agama dan keyakinan kita masing-masing. Baiklah bapak ibu hebat, malam ini saya akan membersamai seorang narasumber yang luar biasa. Seorang guru muda hebat, berbakat dengan segudang karya dan prestasi. Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd." ( Sumber : WA Rahyanti ).

Profil narasumber dijelaskan oleh moderator sebagai berikut :"Beliau adalah seorang pengajar di SMPN 8 Semarang, penulis, bloger dan sebelumnya beliau juga adalah peserta kelas belajar menulis PGRI yang bukunya juga tembus di penerbit mayor Andi Offset. Kereenn, untuk lebih jelasnya, silakan dibaca dl CV Bu Noralia ya bapak ibu..Malam ini  Bu Nuralia akan memberikan materi Menulis Buku dari Karya Ilmiah. Baiklah..Mari kita sambut kehadiran bu Nuralia. Kepada Bu Noralia, waktu dan chat dipersilakan"".Lanjut moderator via WA grup

Berikut ini sapaan narasumber ibu Nuralia via Wa Grup sebagai berikut dalam mengawali materinya    :" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh/ Selamat malam bapak ibu hebat semua  Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat dan tetap bersemangat untuk menjadi guru pembelajar. Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih dan salam kenal kepada bu @Raliyanti atas waktu yang diberikan. Beliau akan membersamai saya di grup menulis yang hebat ini selama kurang lebih 2 jam.. Semoga tidak bosan dengan saya ya bapak ibu  Perkenalkan, saya Nuralia purwa Yunita, seorang guru IPA SMP dari salah satu kota di Jawa Tengah. Malam ini, saya diamanahi oleh om Jay,,beliau adalah guru saya, pioneer kelas menulis ini dan jika boleh saya bilang dan pembuka jalan bagi para guru yang ingin berkarya, untuk berbagi dengan para guru hebat di grup ini.  Malam ini, saya bukan mengisi materi  namun hanya sebatas berbagi pengalaman tentang bagaimana cara menulis buku dari karya ilmiah. Saya sendiri adalah alumni kelas menulis dari gelombang 8, dan semenjak saat itu menyukai dunia kepenulisan.. Meskipun tidak seaktif bapak ibu hebat lainnya, namun saya masih cukup sering menulis untuk salah satu rubrik di sebuah majalah".

Setelah itu narasumber meneruskan pengalamannya dalam menulis buku dari karya ilmiahnya sebagai berikut : " Berbicara masalah karya ilmiah, saya yakin pasti bapak ibu disini sudah pernah membuat karya ilmiah. Apa itu? Bagi yang lulusan S1, pasti pernah berjuang dengan yang namanya skripsi. Bagi yang melanjutkan pendidikannya lagi ke jenjang S2, akan meningkat lagi jenis karya ilmiahnya yaitu membuat tesis. Lalu setelah menjadi guru, kita diberikan tuntutan untuk membuat satu jenis karya ilmiah lagi (sebagai penunjang kenaikan pangkat bagi ASN) yakni PTK, best practice, makalah tinjauan ilmiah, artikel ilmiah. Dari sini kita dapat melihat bahwa manfaat karya ilmiah hanya sebatas untuk memenuhi tuntutan tertentu saja. Misalkan bagi yang sedang kuliah S1, S2 atau S3 tujuannya semata hanya untuk memenuhi prasyarat agar dapat lulus dan mendapatkan gelar, selebihnya jika sudah disidangkan atau telah dilakukan penilaian, KTI sudah pasti dibiarkan tergeletak begitu saja di rak perpustakaan atau bahkan di gudang".(Sumber :WA Grup Belajar Menulis gel 24, 28 Januari 2022)

Llalu ibu Nuralia melanjutkan pengalamannya sebagai berikut :"Begitupun bagi para guru. KTI yang telah dibuat, setelah mendapatkan penilaian AK, maka akan disimpan oleh penulis itu sendiri. Jika beruntung, maka karya tersebut akan diberikan kepada pihak sekolah masing-masing dan akhirnya akan menambah koleksi buku di perpustakaan. Padahal, jika kita mengingat perjuangan untuk membuat dan menyelesaikan KTI tersebut, tentu tidak sedikit pengorbanan yang harus dikeluarkan, entah itu materi, waktu, atau bahkan psikis. Bahkan untuk sebagian orang ada yang menyelesaikan KTI sampai menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Lantas, apakah kita rela jika karya yang sudah kita buat dengan usaha semaksimal mungkin, hanya kita sendiri yang menikmatinya atau hanya pihak tertentu saja yang mengetahuinya. Tentu tidak bukan?

Akan sangat disayangkan apabila informasi dan data penting yang tertulis dalam KTI dari hasil riset yang telah kita lakukan tersebut hanya tergeletak begitu saja di perpustakaan dan tidak dapat tersampaikan kepada masyarakat luas atau tidak dapat dinikmati oleh masyarakat luas sebagai rujukan yang dapat memberikan solusi nyata. Lantas bagaimana solusi nya? Ada satu solusi yang dinilai lebih memberikan banyak manfaat, yaitu mengubahnya menjadi sebuah buku. Ada banyak manfaat mengkonversi karya ilmiah menjadi buku, antara lain. :                                                            a. Dapat dibaca oleh masyarakat awam,                                                                                                      b. Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh                          c. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit.            Jadi  selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari publikasi           ilmiah berupa buku tadi. Sekali dayung 2 pulau terlampaui.                                                                  d. Jika buku hasil konversi karya ilmiah milik kita banyak yang baca, banyak yang beli, ada                        kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang, ini juga merupakan                keuntungan tersendiri.                                                                                                                             e. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku

Lalu, bagaimana cara mengkonversi karya ilmiah ini menjadi sebuah buku? Karena tentunya sangatlah berbeda antara format penulisan buku dengan format karya ilmiah Ini kebetulan juga saya sedang mengkonversi 2 karya tulis saya yang pernah saya tulis menjadi buku, jadi mungkin cara ini bisa digunakan oleh bapak ibu untuk membuat buku solo bapak ibu. Sebelum saya memaparkan trik konversi KTI menjadi buku, saya akan sedikit menyinggung mengenai perbedaan firman buku dan KTI pada umumnya". (Sumber WA grup  Belajar Menulis Gel 24 dari narasumber Nuralia, 28 Jan 2022)

format buku :

- judul

- kata pengantar

- prakata

- daftar isi

- isi buku

- daftar Pustaka

- sinopsis

- profil penulis

Boleh ditambah daftar gambar, indeks,

ormat KTI pada umumnya :

- judul

- lembar pengesahan

- kata pengantar

- halaman persembahan

- daftar isi

- pendahuluan

- tinjauan Pustaka

- metode penelitian

- pembahasan

- kesimpulan

- daftar Pustaka

- lampiran

CARA KONVERSI KTI menjadi buku

A. Ubah judul

Biasanya, judul KTI menggunakan bahasa ilmiah,  kaku, dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santai dan singkat. Paling tidak maksimal 5-6 kata. Sebagai contoh, judul Skripsi "Efektivitas metode SEM berbasis Mind Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran Kimia kelas X SMA". Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi : " Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI ". lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah yang telah dibuat

B. Ubah daftar isi

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa 

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 Landasan teori

Bab 3 Metode penelitian yang berisi rumus2 statistika

Bab 4 Hasil dan pembahasan

Bab 5 Penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Namun ketika diubah menjadi buku daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

Bab 1 (Why = Mengapa )  : menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains selama ini, dll

Bab 2 (What =Apa) : menjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas, dari metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan

Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How = Bagaimana ) :  menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI.

Sebagai contoh jika bab 2 KTI yang merupakan landasan teori ternyata berisi

2.1. hasil belajar , 2.2. media pembelajaran, 2.3. Modul, 2.4. metode pembelajaran, 2.5 pembelajaran         berbasis riset

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu :  Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku 

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1. belajar,  2.2. permasalahan dalam pembelajaran, 2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang                  mempengaruhinya

Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media, 3.2. jenis media, 3.3. manfaat media

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 mengenal modul 

4.1.pengertian modul, 4.2. karakteristik modul, 4.3.sistematika modul, 4.4. kelebihan modul

dan seter…


Kesimpulan : Sudah banyak teori menulis buku solo yang dapat saya peroleh dari pelatihan ini. Ternyata tesis dan disertasi juga dapat dibuat buku solo. Oleh karena itu saya akan mencoba membuat buku solo dari tesis saya waktu S1 dan S2.

Terima kasih ibu Rahyanti dan ibu Nuralia, semoga ilmunya bermanfaat.


Comments

  1. Resumnua lengkap pak. Semngat menuju solo

    ReplyDelete
  2. https://arofiahafifi.blogspot.com/2022/01/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

    Monggo mampir semoga nerkenan

    ReplyDelete
  3. Semangat Pak. Moga impian mengonversi KTI menjadi buku segera terwujud.

    ReplyDelete
  4. Ayoo buat karya nyata
    Nyata dibaca banyak pemirsa
    Walau buku solo blm ada
    Pastinya resume sudah banyak yang membaca.

    Tetap semangat.
    Salam Literasi 👍👍

    ReplyDelete
  5. Semangat buu dalam menulis dan mengahasilkan karya..

    Monggo mampir bu

    https://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/01/menyulap-karya-ilmiah-menjadi-sebuah.html?m=1

    ReplyDelete
  6. Semangat dan sukses gurunda Pak.Ibnu,di sela- sela aktivitas yang padat di sekolah punya kesempatan untuk mengembangkan diri

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Materi Rapat 8 Mei 2024 Persiapan Evaluasi Akhir Semester Genap 2023/2024 SMAS PGRI Bantimurung

Materi Rapat Pemantapan Tugas dan Sosialisasi Metode Hybrid Learning SMAS PGRI Bantimurung