Kisah Pak Guru Lisi
Kisah Pak Guru Lisi
Oleh : Ibnu Muslim
Lisi adalah nama panggilannya di kampung halamannya Menuran Baki Sukoharjo Jawa Tengah. Nama sebenarnya Ibnu Muslim. Dipanggil Lisi di kampungya karena pernah bercita-cita menjadi polisi. Setelah lulus SMA Muhammadyah 1 Surakarta tahun 1979 mencoba mendaftar Akabri Kepolisian dan gagal dua kali berturut turut 1980 dan 1981. Kebetulan Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret masih menerima mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Matematika Diploma 1/Akta 1 (D1-A1). Setelah satu tahun kuliah lulus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 1 Maret tahun 1982.
Gembira rasanya menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan gaji pokok Rp 22.300,- dan ditempatkan di SMP Bantibang / Bantimasang Sulawesi Selatan. nama sekolah yang benar adalah SMP Negeri Bantimurung. Setelah mendapat pengarahan dari pihak Kampus UNS dan Kepala Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah di Semarang serta mendapat transfor Rp 180.000,-Pak guru Lisi bersiap-siap berangkat melaksanakan tugas. Waktu itu belum ada pengalaman naik kapal laut maupun pesawat terbang. Dari pihak keluarga yang punya pengalaman naik kapal laut adalah di Surabaya. kalau keluarga yang punya pengalaman naik pesawat udara ada di Jakarta.. Kala itu belum ada penerbangan Yogya _Ujung Pandang dan Solo- Ujung Pandang. Dengan pertimbangan keluarga pak guru Lisi berangkat dari Jakarta.
Tanggal 13 September 1982, Lisi sampai di Bandara Hasanuddin Ujung Pandang, kemudian naik taxi menuju ke Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Sulawesi Selatan di jalan Sudirman. Sampai di tempat itu Lisi diterima oleh Kepala Kantor (Kolenel Supeno), Lalu diserahkan kepada pengawas untuk diantar ke sekolah. Namun karena waktunya sudah jam 13. 00 wita maka Lisi diantar ke penginapan. Esok harinya Lisi diantar oleh pengawas ke SMP Bantimurung. Sampai di sekolah sekitar pukul 12.00 wita. Diterima langsung kepala sekolah Drs H Sau A Sakka. Kemudian diarahkan ke rumah penjaga sekolah setelah diberi roster mengajar.
Setelah makan siang Lisi sempat berkunjung ke ruang kelas IB. Di kelas itu ada siswi Tiningsih dan Maemunah (anak kandung dan anak angkat Mayor Slamet) ketua BP3 SMP Bantimurung. Kedua siswi tersebut bercerita kepada bapaknya. Karenanya pak guru Lisi dipanggil tinggal di rumah sang ketua BP3 tersebut. Sebuah kamar tidur dan ruang tamu yang pernah dipakai Letnan Sudibyo (mantan Kapolsek Bantimurung) diberikan kepada Lisi untuk ditempati.
Pagi menyapu halaman dan menyiram bunga di sekitar rumah adalah kegiatan sehari hari Lisi sebelum berangkat kerja. Putu bungkus daun pisang adalah kebiasaan makan paginya. Sedang makan siangnya mie rebus dan buroncong (Kue khas Maros). Pukul 06.30 berangkat ke sekolah dan pukul 17.30 wita baru sampai di rumah. Pagi mengajaar di SMP Bantimurung, lalu siangnya mengajar di SMP PGRI Bantimurung, dijalaninya hampir setiapp hari.
Pada tahun 1984 melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka (UT) Jurusan Pendidikan Matematika Diploma 2 (D-2) / Akta 2 (A2). Setiap pertemuan kuliah bertempat di beberapa sekolah termasuk di SMA 285 Maros (SMA 1 Maros) . Di tempat inilah dikenal oleh guru matematika Drs Damang karena beliau juga tutor di UT tersebut. Berawal dari tempat inilah Lisi diberi tugas tambahan mengajar matematika sebagai guru honor. Sambil bekerja kuliah di UT dan akhirnya bisa lulus tahun 1988.
Long live educaton (belajar sepanjang hidup). Dari petuah inilah sehingga Lisi lanjut kuliah lagi di Universitas Negeri Makassar Jurusan Pendidikan Matematika Strata 1 (S-1) tahun 1993. Tahun ini juga Lisi mendapatkan surat pindah tugas di SMP 3 Bantimurung Desa Sambueja. Karena jumlah siswa-siswinya masih sedikit maka perkuliahan tidak mengganggu tugas mengajar/mendidik. Akhirnya pada tahun 1997 Lisi lulus Sarjana S-1.
Agar SMP 3 Bantimurung segera maju sejajar dengan SMP Bantimurung, SMP 1 Maros, SMP Mandai dan SMP 2 Unggulan Maros serta sejajar dengan SMP yang telah maju / terkenal lainnya maka Lisi berusaha sekuat tenaga membimbing siswa-siswinya ikut lomba olimpiade matematika dan lomba karya ilmiah remaja. Selain itu Lisi gemar juga mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, termasuk lomba guru berprestasi. Dari kegiatan lomba inilah pada tahun 2002 Lisi terpilih sebagai finalis lomba penulian buku bacaan non fiksi tingkat nasional.
Menjadi finalis lomba tingkat nasional ternyata sangat berkesan. Karena dipanggil ke Jakarta di Hotel Akasia untuk mengikuti acara pembukaan, pelatihan menulis dengan para narasumber penulis yang terkenal seperti Nh Dini dan penulis lainnya. Diajak rekreasi, diberi uang transfor pulang pergi, karyanya dibeli, karyanya diterbitkan dan tetap mendapatkan phi 3% dari harga penjualan buku. Bukunya dicetak 18000 eksamplar dan diedarkan ke setiap sekolah SMP di Indonesia.
Karya-yang berbentuk buku ini rupanya dapat mengantarkan Lisi tahun 2005, 2006 terpilih sebagai guru berprestasi tingkat Kabupaten Maros. Mewakili guru kabupaten Maros untuk mengikuti lomba guru berprestasi tingkat propinsi. Walaupun tidak juara tetapi mendapat hadiahdari Gubernur Sulawesi Selatan berekreasi bersama guru berprestasi lainnya ke pulau Bali sampai di Jakarta selama 4 hari. Akomodasi dan transfortasi selama dalam perjalanan ditanggung oleh Pemerintah Propinsi Sulawesi Seatan.
Karena berprestasi dua tahun berturut-turut maka Lisi diberi tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah di SMP PGRI Bantimurung, SMA PGRI Bantimurung 2005 dan SMP 3 Bantimurung tersebut.tahun 2007. Pada tahun 2004 masuk kuliah Program Pasca Sarjana Strata-2 (S-2) jurusan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) di Universitas Negeri Makassar (UNM) dan lulus tahun 2008. Dari tempat kuliah inilah Lisi berhasil bekerjasama dengan UNM atas izin Dinas Pendidikan Kabupaten Maros untuk membuka program sarjana S1 jurusan Pendidikan Matematika dan Jurusan Biologi.
Karena tahun 2006 mulai penilaian portopolio untuk sertifikasi guru maka pendaftar cukup banyak sekitar 105 orang guru yang belum berstatus sarjana. Sekitar 55 orang guru diarahkan ke jurusan Pendidikan Matematika dan sisanya ke Jurusan Pendidikan Biologi. Untuk mengurangi biaya transfor mahasiswa ke kampus maka disepakati kuliah dilaksanakan di SMA PGRI Bantimurung dan kalau ujian di laksanakan di Kampus UNM.
Karena kegiatan perkuliahan ini akhirnya di SMA PGRI Bantimurung.senantiasa menjadi tempat seminar dan simposium guru dalam rangka sertifikasi guru. Bersyukur karena tahun 2007 Lisi lulus sertifikasi. Selain itu 105 orang mahasiswa juga telah lulus dan telah tersertifikaasi bagi guru PNS dan telah terangkat sebagai PNS bagi mereka yang asih berstatus honor. Karena program pertama ini berhasil maka ada tawarann untuk perkuliahan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Dua kelas program gratis dan dua kelas berikutnya biaya mandiri.
Dari program ini Lisi dapat mengantarkan guru-guru SD yang belum sarjana menjadi sarjana. Karena telah sarjana maka kepada guru yang PNS segera tersertifikasi dan yang belum PNS terangkat sebagai PNS yang akhirnya tersertifikasi juga. Sebagai kepala SMP Lisi tak pernah berhenti menulis dan mengajak / membimbing menulis untuk ikut beraagai kegiatan lomba. Pada tahun 2013 Lisi berhasil mengantarkan 1 team karya ilmiah (Rezkianto, Muhammad Ikhsan Syarif dan Muhammad Arif) sebagai juara harapan 1 tingkat nasional.
Walaupun hanya sebagai pembimbing tetapi mendapat juga fasilitas dari pemerintah yakni mendampingi siswa melakukan presentasi hasil karya di Propinsi Bali. Akomodasi, transfortasi selama 4 hari dari rumah, di hotel dan pulang kembali ke rumah ditanggung pemerintah. Selain itu yang menggembirakan lagi adalah mendapatkan hadiah sebagai juara harapan sebanyak Rp 4000.000,-uang transfor darat dan udara pulang pergi serta uang saku yang jumlahnya lumayan menggembirakan dan membanggakan sekolah, orang tua serta Pemerintah Kabupaten Maros., Propinsi Sulawesi Selatan. Ditambah lagi setiap peserta dan pembimbing mendapatkan sertifikat sebagai peserta, pembimbing dan sertifikat sebagai juara harapan 1. Setiap peserta diberikan beasiswa sebesar Rp 1 juta rupiah.
Keberhasilan sang guru Lisi tersebut membuatnya lebih semangat dalam membimbing siswa-siswinya pada berbagai perlombaan. Pada tahun berikutnya yaitu tahun 2014 satu lagi team karya ilmiah SMP 15 Simbang (dahulu bernama SMP 3 Bantimurung) atas nama Putr Amir, Salzabila dan Sahrul berhasil sebagai finalis tingkat nasional. Satu team ditambah 1 pembimbing (Lisi) dipanggil ke Novotel di Bumi Serpong Damai Tangerang sekitar bulan oktober 2014.
Team melakukan presentasi karya ilmiah di depan para juri Kemdikbud sekitar 15 menit kemudian tanya jawab sekitar 15 menit juga. Sebagai guru pembimbing lomba penelitian sang guru Lisi merasa bangga bisa membawa anak-anak dari kampung naik pesawat terbang dari Bandara Hasanuddin Maros menuju Bandara Internasional Sukarno -Hatta Cengkareng Jakarta. Transfortasi darat, udara dan akomodasi team dan pembimbing ditanggung pemerintah (Kemdikbud). Bukan hanya itu setiap peserta dan pembimbing mendapatkan uang saku dan sertifikat. Setelah beberapa bulan setiap peserta mendapat beasiswa sebesar Rp 2000.000,- langsung masuk di rekeningnya masing-masing.
Karena keberhasilan itu maka pada pada tahun pelajaran 2015/2016 sang guru Lisi dipindahkan/dilantik menjadi kepala sekolah SMP 4 Bantimurung. Sekolah ini dahulu bernama SMP 1 Bantimurung tempat pertama kali sang guru Lisi bertugas. Semangat menulis dan mendampingi membuat karya tulis kepada peserta didiknya tak pernah pudar. Lisi membimbing lagi satu team karya ilmiah remaja SMP 4 Bantimurung.
Hasilnya satu team karya ilmiah yang terdiri dari (Al Adzan Syawal, Muhammad Jayadi Ashar dan Sri Rejeki Amalia) berhasil menjadi finalis tingkat nasional. Karya tulis ilmiahnya berjudul :" Mengembangbiakkan Kupu-kupu Langka Troides Helena di Desa Semanggi Kecamatan Simbang Kabupaten Maros Sulawesi Selatan). Team melakukan presentasi dihadapan juri Kemdikbud di Hotel Kuta Bali sekitar oktober 2015.
Sama seperti tahun sebelumnya team melakukan presentasi selama 15 menit kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dengan dewan juri. Transfortasi darat, udara, akomodasi selama 4 hari peserta lomba maupun pendamping ditanggung panitia. Selain itu diberi uang saku dan uang pembinaan. Setelah 2 bulan kemudian peserta lomba mendapatkan beasiswa yang dikirim langsung ke rekening peserta. Rekeningnya telah dibukakan di Bank rakyat indonesia. Setiap peserta memperoleh bea siswa Rp 2.000.000,-.
Kalau siswa-siswi asuhan sang guru Lisi bisa berprestasi tingkat nasional, bagaimana dengan prestasi Lisi ? Untu penguatan pendidikan karakter budaya baca, sang guru Lisi bekerja sama dengan harian Fajar. Bentuk kerjasamanya adalah"Fajar go to School". Lisi sebagai kepala sekolah membeli koran Harian Fajar 1000 eksamplar. Kemudian secara serentak seluruh warga sekolah membaca harian fajar tersebut. Kegiatan ini mengundang berbagai pihak terkait termasuk sponsor.
Kegiatan Fajar Go To School di SMP 4 Bantimurung mendapat apresiasi dari berbagai pihak termasuk ada beberapa pihak yang menjadi sponsor dan memberikan hadiah kepada warga sekolah. Pada acara itu juga diberikan materi cara menjadi nitisen, cara membuat tulisan pada surat kabar, cara membuat tulisan pada majalah. Dari hasil pelatihan ini sang guru Lisi membuat artikel berjudul :"Membangun Budaya Baca di SMP 4 Bantimurung Melalui Fajar go To School". Artikel ini kemudian diikutkan lomba membuat artikel yang diselenggarakan oleh Kemdikbud tahun 2016. Hasilnya artikel sang guru Lisi terpilih sebagai finalis tingkat nasional untuk kategori kepala sekolah.
Atas undangan panitia dari Kemdikbud sang guru Lisi melakukan presentasi artikel dihadapan juri pada sekitar bulan oktober 2016. Presentasi artikel seama 10 menit dan tanya jawab 10 menit di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Transfortasi darat udara, akomodasi selama 3 hari ditanggung panitia. Naskah artikelnya dibiayai Rp 2.500.000,-. Pada akhir pertemuan artikelnya diringkas menjadi prosiding. Prosidingnya dijilid menjadi satu buku antologi dan diperbanyak oleh panitia. Setiap peserta mendapatkan 2 eksamplar buku antologinya dan dikirim ke sekolah.
Siswa-siswi bisa berprestasi tingkat nasional, sang guru Lisi sebagai kepala sekolah juga bisa berprestasi tingkat nasional. Pada tahun 2017 sang guru Lisi berniat ada guru di sekolahnya yang berprestasi juga tingkat nasional. Apa yang dilakukan sang guru Lisi ? Sang guru Lisi membimbing rekan-rekan gurunya di sekolah untuk belajar menulis membuat artikel. Al hasil Abdul Azis, S Pd guru SMP 15 Simbang dan juga mengajar di SMA PGRI Bantimurung, terpilih sebagai finalis lomba membuat artikel tingkat nasional.
Atas undangan panitia lomba, Abdul Azis, S Pd melakukan presentasi artikelnya dihadapan panitia yang ditunjuk Kemdikbud pada sekitar oktober 2017. Presentasi sekitar 10 menit kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab juga 10 menit pada salah satu hotel berbntang di Solo. Transfortasi darat, udara dan akomodasi selama 3 hari ditanggung panitia. Pada hari terakhir penutupan Abdul Azis, S Pd diberikan uang saku dan uang transfor pulang pergi.
Awal tahun 2018 masa jabatan kepala sekolah sang guru Lisi telah berakhir, namun masa pensiunannya masih tinggal 1 tahun. Jadi sang guru Lisi kembali bertugas sebagai guru mata pelajaran kembali. Namun sang guru Lisi masih diberi kepercayaan oleh Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia kabupaten Maros (YPLP-PGRI), yakni sebagai kepala SMA PGRI Bantimurung. Selain itu masih menjadi guru mata pelajaran di SMP 4 Bantimurung.
Semangat menulis dan mengikuti lomba sang guru Lisi masih membara. Seperti tahun sebelumnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tetap menyelenggarakan lomba menulis artikel bertemakan penguatan pendidikan karakter. Tahun 2018 sang guru Lisi kembali terpilih sebagai finalis lomba menulis artikel best praktis berjudul : " Peran Guru Mata Pelajaran dalam Penguatan Pendidikan Karakter di SMP 4 Bantimurung.
Pada sekitar oktober 2018 atas undangan panitia lomba sang guru Lisi melakukan presentasi dihadapan dewan juri. Disinilah sang guru Lisi bertemu dengan Wijaya Kusumah (Om Jay) sang guru blogger. Sang guru bloggerlah yang juara. Presentasi selama 10 menit dilanjutkan dengan tanya jawab dihadapan juri pada salah satu hotel berbintang di Jakarta. transfortasi darat, udara, akomodasi selama 3 hari ditanggung panitia. usai kegiatan semua peserta diberi uang transfor dan uang saku serta sertifikat.
Setelah pensiun di SMP 4 Bantimurung mulai tahun 2019 sang guru Lisi fokus melaksanakan tugas di SMA PGRI Bantimurung. Di tempat inipun kebiasaan menulis dan membimbing menulis karya ilmiah pada peserta didik SMA PGRI Bantimurung. Tiga team karya ilmiah peserta didik SMA PGRI Bantimurung lolos proposal penelitiannya, namun tidak lolus sebagai finalis. Kenyataan ini tidak menyurutkan sang guru Lisi untuk tetap menulis dan membimbing menulis karya ilmiah.
Pada awal tahun 2020 awal masa pandemi covid-19, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tetap menyelenggarakan berbagai event, namun secara daring. Sang guru Lisi membimbing menulis karya ilmiah pada peserta didiknya di SMA PGRI Bantimurung. Proposal penelitian berjudul :"Budidaya Keong untuk Suplemen Makanan tambahan pada Ternak Itik" lolos tingkat nasional. Namun laporan hasil penelitiannya belum sempat menjadi finalis.
Di akhir tahun 2020 Kemdikbudristek tetap menyelenggarakan event untuk pendidik dan tenaga kependidikan. Sang guru Lisi pun ikut menulis artikel berjudul :" Belajar Enjoy di Saat Pandemi Pada SMA PGRI Bantimurung" Artikelnyapun terpilih sebagai 10 artikel terbaik tingkat nasional pada kategori jenjang kepala SMA. Karena pandemi maka prosentasinya dilakukan secara daring ddari rumah. Walaupun tak ada transfor dan biaya apapun yang diberikan oleh pihak panitia sang guru Lisi pun tak kecewa, mengingat fokus perhatian pemerintah masih pada menangani covid-19.
Ditahun 2020 sang guru Lisi tetap semngat menulis dan mengikuti pelatihan belajar menulis dan berbicara yang diselenggarakan oleh PGRI. Hasilnya da beberapa buku antologi yang dapat dihasilkan. tahun 2021 dan 2022 tetap ada event lomba namun bentuknya bukan lagi artikel, tetapi vidio dan youtube. Oleh karena itu selain mengikuti pelatihan belajar menulis sang guru Lisi juga ikut tergabung dalam Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI). dan tetap ikut berbagai lomba vidio dan youtube, karena tak pernah lolos maka sang guru Lisi tetap mengikuti pelatihan mebuat vidio dan youtube yang diselenggarakan oleh PGRI dan JSDI.
Demikianlah uraian singkat perjalanan sang guru Lisi. Siapa sebenarnya sang guru Lisi itu, ia adalah penulis sendiri yakni Ibnu Muslim. Kalau tulisan ini membuat pembaca tertarik maka silahkan diberikan komentar dan kalau ada yang salah tolonglah dimaafkan, salam literasi.
Teruslah berkarya dalam menulis sampai tulisanmu menemukan takdirnya
ReplyDeleteMasya Allah... sehat selalu pak guru lisi ( pak de' )
ReplyDeleteSangat menginspirasi, semangat yg masih tinggi meski usia tak muda lagi
ReplyDeleteluar biasa tulisannya
ReplyDeleteAlhamdulillah, berkat kiriman tautan group menulis dr bpk Lisi, saya pun sekarang berada di habitat menulis OmJay. Sekarang SDH terbit buku antologi pertama, tulisan tentang "Ada Rindu Untuk Ayah" tulisan bersama bunda Okmi Astuti dkk. , Editor Bunda Kanjeng. Semoga tahun 2022 ini sy juga bisa menulis buku solo. Terima ksh bpk Lisi (pak Ibnu)..🙏🙂
ReplyDeleteMasyaAllah..
ReplyDeleteSemoga selalu diberi kesehatan dan keberkahan dalam hidup
Sehat selalu Pak De. So proud of you..
ReplyDeleteKebetulan Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret masih menerima mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Matematika Diploma 1/Akta 1 (D1-A1). Setelah satu tahun kuliah lulus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 1 Maret tahun 1982.
ReplyDeleteSemoga cita cita bapak bisah tercapai
ReplyDeletePpak guri Lisi aku mantan siswanya bapak ,selamat pak ,aku ingin meeniru langkahnya bapak. Mohon doanya semoga sukses ya pak
ReplyDeleteMasya Allah semoga bapak bisa buat inspirasi buat semua orang
ReplyDeleteMuda"di berikan kesehatan dan panjang umur dan, di berikan rejeki. Amin😇
ReplyDeleteAgus salim
Semoga sehat selalu, Di panjangkan umur nya, Di lancarkan rezekinya aminn...
ReplyDeleteMuh Tasbih
Semoga kisah bapak bisa jadi inspirasi bagi semua orang aminn.
ReplyDeleteSemangat terus pak
luar biasa kisah dan jejak langkah bapak serta prestasi yang diraih, insya allah bermanfaat dan jadi amal shaleh bapak . Sy termotivasi baca kisah dan prestasiu bapak Lisi
ReplyDeleteSemoga sehat selalu Pak. Alhamdulillah, berkah usianya mendampingi siswa berprestasi.
ReplyDeleteLuar biasa....pengabdian seorang guru dlm mendampingi siswa untuk mendapat prestasi .Suatu kebanggaan ,Sukses...Mr.
ReplyDeleteMaa sya Allah luar biasa prestasi, karya dan gagasannya semoga menjadi amal jariah dan terus berprestasi sepanjang masa. Salam takjim pak guru
ReplyDeleteMasya Allah perjuangan dan prestasi Pak Ibnu begitu luar biasa, sehat selalu Pak,tetap semangat menulis sampai hayat dikandung badan
ReplyDeleteLuar biasa
ReplyDeleteSemoga ilmunya bermanfaat bagi kita
ReplyDeleteSemoga cita-cita bapak tercapai
ReplyDeleteSemoga saya bisa seperti bapak
ReplyDeleteYa Allah berikanlah guru saya rezeki yang banyak
ReplyDeleteBanyak pengunjung
ReplyDeleteHadir
ReplyDeleteKeren aku suka cerita ini sangat menarik buat saya
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletesemoga cita cita bapak tercapai dan semoga saya bisa seperti bapak
ReplyDeleteLuar biasa....pengabdian seorang guru dlm mendampingi siswa untuk mendapat prestasi .Suatu kebanggaan ,Sukses...Mr.
ReplyDeleteYes
ReplyDelete