BUDIDAYA KEONG MAS, BETERNAK ITIK DAN AYAM
Oleh : IBNU MUSLIM
1. PENDAHULUAN
Keong mas merupakan hewan yang sering menjadi musuh bagi para petani padi. Pada saat masa tanam padi biasanya keong mas ini muncul dan memakan batang padi, sehingga tanaman padi rusak. Selain itu para petani padi juga mengeluhkan saat mengerjakan sawahnya atau saat mengolah tanah baik menggunakan traktor tangan maupun alat tradisional, cangkang keong mas kadang terinjak dan melukai kakinya.
Disisi lain ada beberapa peternak itik dan ayam membutuhkan keong mas ini untuk makanan tambahan karena banyak mengandung protein.Itik maupun ayam kalau diberi makanan tambahan keong mas akan tumbuh sehat. Itik akan bertelur secara maksimal. Pengalaman yang saya lakukan terhadap beberapa anak itik, itik dewasa maupun pada ayam menunjukkan bukti yang nyata.
Anak itik (meri, bahasa jawa) kalau diberi makanan tambahan keong mas yang segar tampak tumbuh sehat. Demikian pula itik dewasa yang sedang bertelur bila diberi makanan tambahan keong mas segar maka akan bertelur maximal (setiap hari bertelur).
2. CARA BERBUDIDAYA KEONG MAS
a. Kolam Terpal
Terpal berukuran 4 m x 6 m dapat dibuat kolam dengan ukuran panjang 2,5 m lebar 1,5 m dan tinggi 75 cm. Bambu dibelah seperti pada gambar 2.1 kemudian masukkan terpal lalu diisi air kedalaman kurang lebih 15 cm.
Masukkan eceng gondok dan kangkung seperlunya. Lalu masukkan beberapa ekor keong mas. Bagian atas kolam perlu diberi tutup agar dapat mengurangi sinar matahari yang akan mempercepat kerusakan terpal.
Jika kangkung mulai berkurang maka perlu ditambah. Karena keong mas ini akan makan kangkung. Keong mas akan berkembang biak di dalam kolam terpal.
Gambar 2.1. Kolam terpal yang didinding dengan bambu.
Adapun tandanya kalau keong mas akan berkembangbiak yaitu mulai meletakan telurnya yang berwarna merah pada diding terpal. Beberapa hari kemudian telur ini beransur-ansur berubah menjadi warna putih dan ukurannya bertambah. Akhirnya telur akan jatuh ke air dan menjadi anak keong mas setelah beberapa hari.
Pada musim tanam padi kolam terpal ini juga bisa digunakan untuk menampung keong mas yang kita ambil dari sawah. Keong mas dapat bertahan hidup beberapa hari walaupun tanpa makanan, tetapi perlu selalu ada air. Keong mas senang sekali makan daun padi, kangkung dan eceng gondok. Untuk itu perlu juga menanam kangkung di sekitar kita.
b. Kolam Tembok.
Kolam tembak dapat dibuat dengan menggali tanah lalu dibuat kolam tembok seperti gambar 2.2 berikut ini. Hal ini dilakukan agar kolam senantiasa ada air di bagian bawahnya. Jarang terjadi kekeringan. Adapun ukurannya menyesuaikan dengan lokasi kita.
Pada kolam ini juga perlu diberi kangkung, eceng gondok dan tumbuhan air lainnya. Selain diberi keong mas kolam ini juga bisa diberi ikan karena saling membutuhkan.
Keong mas yang dipelihara dalam kolam tembok lebih cepat berkembangbiak. Jika pada kolam diberi ikan maka perlu juga diberi makanan ikannya.
Gambar 2.2 Kolam tembok di dalam tanah
Ukuran kolam tembok diatas tanah sesuai dengan lokasi tanah kita, bisa luas dan bisa sempit seperti gambar 2.3 berikut ini. Karena diatas tanah biasanya sering terjadi kekeringan pada dasar kolam, karena kolam bocor atau airnya membres.
Oleh karena itu perlu diberi tambahan air setiap saat. Pada kolam ini juga perlu diberi tumbuhan air seperti eceng gondok dan kangkung untuk makanan keong mas. Masukkan tumbuhan itu kedalam kolam ini sesuai ukurannya.
Namun demikian apabila musim tanam padi dan banyak keong mas di sawah maka kolam tembok inipun dapat dipakai untuk penampungan.
Gambar 2.3. Kolam tembok di atas tanah.
c. Kolam Tanah.
Kalau mau membuat kolam tanah perlu diberi ram plastik, bisa yang halus (warna hijau) seperti pada gambar2.4, atau yang agak kaasar (warna hitam) seperti pada gambar 2.5. Kolam tanah perlu diberi ram plastik berbentuk kolam menyesuaikan ukuran kolam tanah. Hal ini perlu dilakukan agar
keong mas tidak lari dari kolam. Pada kolam juga perlu diberi tumbuhan air seperti eceng gondok, kangkung dan tumbuhan air lainnya. Bisa juga ditambah ikan gabus, mujair atau ikan tawar lainnya. Kemudian masukan bibit
keong mas sesuai kebutuhan. Jika kolam ini diberi
keong mas 15 ekor dengan bobot 1,2 ons maka dalam waktu kurang lebih 2 minggu akan bertelur.
Gambar2. 4. Kolam tanah yang diberi ram plastik.
Biasanya telurnya menempel pada dinding ram plastik. Telurnya berwarna merah. Ukuran telurnya pertelur kurang lebih berdiameter 1 mm. Telurnya bergumpal. Satu gumpalan telur jumlahnya lebih dari seratus butir. Setelah beberapa hari kurang lebih 4 hari akan beransur-ansur berubah warnanya menjadi putih. Ukurannyapun juga bertambah besar.
Setelah beberapa hari telurnya akan jatuh ke dalam air di dasar kolam. Tak lama kemudian akan menjadi keong-keong kecil. Kolam tanah dibuat di suatu lokasi sehingga selalu ada air. Keong mas akan lebih cepat berkembangbiak pada kolam tanah dibanding pada kolam terpal maupun kolam tembok.
Bagaimana dengan kolam tanah yang diberi ram platik kasar (warna hitam) ? Pada kolam ini ada kemungkinan keong mas yang masih kecil dapat keluar dari kolam. Tetapi kelebihannya ada beberapa makanan dari luar yang bisa masuk ke kolam ini. Jadi kolam ini baik kalau untuk penampungan. Pada saat di sawah banyak terdapat keong mas maka kolam ini baik untuk penampungan.
Perlu diketahui bahwa ukuran lebar ram platik ini kurang lebih 90 cm harga di pasaran Rp 4000,-/m. Ram plastik yang halus harganya Rp 5000,-/m. Agar dasar kolam menyesuaaikan dengan dasar kolam maka pada setiap sudut kolam perlu dimasukkan batu. Kalau tidak diberi beban seperti batu biasanya ram plastik ini ada sebagian yang terapung. Jadi para pembaca dapat memilih apa yang perlu dibuat, kolam terpal atau kolam tembok ataukah kolam tanah. Hal ini sesuai dengan kondisi tempat anda. ukurannyapun juga dapat menyesuaikan dengan kondisi lokasi anda. Sesuai dengan jumlah keong yang anda butuhkan
Cukup mudah bukan ? Ayo silahkan mencoba !
Gambar 2.5. Kolam tanah yang diberi ram plastik kasar.
Perlu anda ketahui bahwa setiap pagi keong-keong pada kolam ini akan muncul di dinding ram plastik di permukaan air. Jadi kalau mau mengambil sebaiknya pada pagi hari. Berikut ini beberapa keong mas yang sempat diambil dan siap untuk disajikan pada itik atau ayam setelah dipisahkan daging dengan cangkangnya, lihat gambar 2.6.
Pada gambar 2.6 ini ada keong mas yang sudah dewasa dan ada yang masih kecil. Disarankan keong mas yang sudah dewasa dibiarkan hidup. Mengapa demikian ? Ya agar segera bertelur. Selain itu kalau yang sudah dewasa susah ditelan oleh itik. Jika ingin diberikan pada itik sebaiknya keong mas kecil ukuran 15 ekor / ons. kalau keong mas kecil ukuran seperti ini jika sudah dipisahkan daging dengan cangkangnya akan mudah ditelan oleh itik anda. Kalau keong mas diambil pada pagi hari maka akan lebih baik kalau diberikan itik pada sore hari. Harga keong mas seperti ini Rp 5000,-/kg.
Gambar2.6. Beberapa keong mas dewasa dan yang masih kecil.
Telur keong mas yang ada di dinding kolam berwarna merah dan masih menggumpal, lihat gambar 2.7. Dalam satu gumpalan terdapat lebih dari 100 butir. Hampir setiap minggu seekor keong mas akan kembali bertelur setelah kawin.
Keong mas yang akan bertelur suka makan lumut yang tumbuh di dasar kolam maupun di dinding kolam.
Telur keong mas ini akan berubah menjadi putih setelah terkena sinar matahari beberapa hari atau kurang lebih 4 hari. (lihat gambar 2.8).
Gambar 2.7. Telur keong mas yang masih berwarna merah.
Perhatikan gambar 2.8, tampak telur
keong mas yang semula berwarna merah beransur-ansur berubah menjadi berwarna putih setelah terkena sinar matahari dan jatuh ke dasar kolam.
Di dasar kolam inilah telur ini akan menetas menjadi keong-keong mas yang berukuran kecil. Kalau ram plastik kasar maka sebagian keong mas yang masih kecil ini akan keluar dari ram plastik.
Kemungkinan keong mas ini akan keluar dari kolam dan pindah ke tempat yang lain. Kalau begini jumlah anak keong mas akan berkurang yang hidup pada ram plastik.
Saat berubah menjadi putih telur ini mulai tidak menggumpal. Selanjutnya akan menetas, lihat gambar 2.9.
Gambar2. 8. Telur keong mas yang mulai berubah warna.
Pada gambar 2.9 tampak beberapa
keong mas yang baru menetas. Satu gumpalan telur yang jumlahnya lebih dari 100 butir hampir menetas semua.
Anak keong mas ini akan makan lumut yang ada di dasar kolam. Oleh karena itu usahakan kolam selalu tersedia air. Setelah beberapa minggu anak keong mas ini akan muncul di dinding ram plastik di permukaan air pada pagi hari.
Setelah berukuran 15 ekor/ons bisa diambil untuk diberikan pada ternak itik atau ayam anda. sangat mudah dibudidayakan bukan ? Ayo silahkan mencoba !
Gambar 2.10 menunjukan beberapa keong mas muncul di pagi hari yang siap untuk dipanen.
Gambar2. 9. Telur keong mas yang telah menetas/keong kecil.

Tampak pada gambar 2.10 ini beberapa
keong mas ukuran 15 ekor/ons muncul di permukaan kolam tanah yang diberi ram plastik kasar warna hitam. Dengan menggunakan jala
keong-keong mas yang muncul itu dapat diambil pada pagi hari.
Keong mas yang sudah diambil dapat disimpan di ember dan diberi makan kangkung. Jangan lupa pada ember juga diberi air secukupnya sehingga
keong mas tidak akan keluar. Menjelang malam
keong-keong mas ini dapat diberikan pada
itik. Jangan lupa sebelum diberikan perlu dipisahkan daging dan cangkangnya. Sekali lagi saya sampaikan bahwa
keong mas yang dipelihara pada kolam tanah lebih cepat berkembangbiak.
Gambar 2.10. Beberapa keong mas muncul di permukaan air.
Dengan adanya keong mas yang siap dimanfaatkan untuk makanan suplemen tambahan pada itik dan atau ayam maka kita dapat beternak hewan tersebut secara sederhana dan irit biaya. Karena daging keong mas dapat menggantikan fungsi butiran dan atau tepung kepala udang yang harganya agak mahal apalagi saat pandemi covid-19.
3. Beternak itik dan atau ayam.
a. Beternak itik.
Itik sangat mudah untuk diternak. Kita coba beberapa itik saja dahulu. Bibitnya bisa dibeli di pasar dua atau tiga ekor betina dan satu jantan. Kira-kira dengan modal Rp 200.000,- Berilah makan pada itik itu sisa makanan kita sehari-hari. Supaya tumbuh sehat dan bertelur maka berilah suplemen makanan tambahan keong mas yang berukuran 15 ekor / ons.
Keong mas seukuran itu bila ditumbuk dipisahkan daging dan cangkangnya maka dagingnya akan mudah ditelan oleh itik kita. Keong mas seukuran itu dapat diberikan kepada itik dewasa dan atau itik yang baru berumur 1 bulan. Perhatikan gambar 3.1 - 3.2 berikut :
Ayam dan
itik ini sehat sedang makan makanan suplemen daging
keong mas.
Itik dewasa ini hampir setiap hari bertelur. Sebelum saya beri makan dengan daging
keong mas, dulu pernah saya beri makanan konsentrat (butiran yang dibeli di toko), kadang juga saya beri tepung kepala udang yang juga saya beli di toko. Tetapi karena pandemi berlarut-larut dan harga makanan butiran maupun tepung kepala udang juga naik maka kadang tidak mampu membeli. Oleh karena itu saya mencoba mengganti makanan suplemennya dengan
keong mas. Ternyata hasilnya tak kalah dan bahkan lebih irit biaya.
Silakan coba membuktikan, karena mudah dan murah. Gambar 3.1 Itik dan ayam dewasa makan keong mas.
Saya juga sudah mencoba memberi makan itik umur 1 bulan dengan makanan keong mas ukuran 15 ekor / ons. Hasilnya itik itu tumbuh sehat. Perhatikan gambar 3.2 berikut ini. Lima ekor itik kecil umur 1 bulan dalam kandang yang sedang makan keong mas. Satu hari untuk satu ekor itik cukup diberi satu ekor keong mas saja sudah cukup. Untuk irit biaya itik ini saya beri makanan sisa makanan kita sehari-hari. Sesekali saya beri makanan sisa ampas kelapa yang bisa diminta ditukang parut kepala / pembuat santan di pasar. Sisa ampas kelapa ini gratis jika jumlahnya hanya sedikit. Tetapi kalau banyak bisa dibeli dengan murah Rp 10.000,-/karung, bisa untuk 100 ekor itik. Ayo silahkan mencoba sekalian untuk hiburan.
Gambar 3.2. Itik umur 1 bulan bisa diberi daging keong mas.
b. Beternak ayam
Ada kaitannya antara beternak itik dengan beternak ayam. Ada beberapa itik yang sifat mengeramnya hilang dan masih ada itik yang sifat mengeramnya masih ada. Saya memelihara ayam kadang-kadang saat dia bertelur dan mau mengeram maka telurnya saya ganti dengan telur itik, karena belum punya mesin penetas, Perhatikan gambar 3.3 berikut ini.
Beberapa telur itik saya letakkan pada tarangan (tempat bertelurnya ayam). Telur ayam saya ganti dengan telur itik. Ayam akan mengerami telur itik ini. Dalam waktu 4 minggu (28 hari) telur itik ini akan menetas. Agar ayam tidak kecewa, sebaiknya saat mengeram 1 minggu kita beri telur ayam 2 atau 3 butir. Karena telur ayam akan menetas dalam waktu 3 minggu. Gambar 3.4 menunjukan 6 ekor itik dan 2 ekor ayam menetas bersama dalam satu induk ayam.
Pada musim kemarau kalau anda ingin mencoba menetaskan telur itik pada itik yang masih mempunyai sifat mengeram kemungkinan akan berhasil, Tetapi pada musim penghujan jarang bisa menetas. Mengapa ? Karena itik bertelur di tanah bukan di tempat ketinggian seperti ayam.
Gambar 3.3 Telur itik yang akan dierami oleh ayam.
Comments
Post a Comment